Liputan6.com, Jakarta - Karakter orang yang cenderung berjalan santai dan menikmati pemandangan menarik dibahas karena cara seseorang melangkah terkadang dapat memberikan gambaran tentang kecenderungan perilakunya. Ada yang selalu terburu-buru mencapai tujuan, sementara lainnya lebih nyaman menikmati perjalanan dengan ritme yang tenang.
Dalam psikologi perilaku, karakter orang yang cenderung berjalan santai dan menikmati pemandangan dapat dikaitkan dengan kebiasaan memperhatikan lingkungan sekitar. Langkah yang tidak tergesa-gesa memberi kesempatan untuk mengamati berbagai detail dan merasakan suasana selama perjalanan.
Menariknya, karakter orang yang cenderung berjalan santai dan menikmati pemandangan tidak selalu berarti seseorang memiliki kepribadian tertentu. Kecepatan berjalan juga bisa dipengaruhi suasana hati, kondisi tubuh, cuaca, maupun situasi yang sedang dihadapi.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari Mentalzon tentang karakter orang yang cenderung berjalan santai, Rabu (30/9/2026).
1. Cenderung Reflektif dan Tidak Terburu-buru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4772204/original/087064900_1710400238-IMG_1711.jpeg)
Cara seseorang berjalan ternyata dapat memberikan gambaran mengenai kecenderungan karakter dan cara mereka merespons lingkungan. Ada orang yang terbiasa berjalan cepat karena ingin segera mencapai tujuan, tetapi ada pula yang memilih langkah lebih santai sambil memperhatikan suasana di sekitarnya.
Perbedaan ritme ini dapat berkaitan dengan bagaimana seseorang menyeimbangkan aktivitas, refleksi, dan ketenangan dalam keseharian.
Orang yang berjalan dengan kecepatan lebih santai dalam beberapa pembahasan psikologi dikaitkan dengan kecenderungan untuk lebih reflektif dan berhati-hati. Mereka mungkin tidak selalu merasa perlu terburu-buru ketika berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Alih-alih hanya berfokus pada tujuan akhir, ritme yang lebih tenang dapat membuat seseorang memiliki kesempatan untuk mengamati lingkungan, memperhatikan detail kecil, serta menikmati momen yang sedang dijalani.
Kebiasaan tersebut juga dapat mencerminkan cara seseorang memberikan ruang bagi dirinya untuk berhenti sejenak dari aktivitas yang padat. Ketika tidak terus-menerus mengejar kecepatan, perhatian dapat lebih mudah dialihkan pada apa yang sedang terjadi di sekitar.
Meski demikian, hubungan antara kecepatan berjalan dan karakter sebaiknya dipahami sebagai kecenderungan, bukan aturan yang berlaku untuk setiap individu.
Advertisement
2. Lebih Memperhatikan Lingkungan Sekitar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4169346/original/087715100_1663978951-young-couple-love-love-story-autumn-forest-park.jpg)
Berjalan santai bukan berarti seseorang tidak memiliki tujuan atau kurang bersemangat. Justru, kecepatan yang nyaman dapat memberikan ruang untuk memperhatikan apa yang terjadi di sekitar.
Seseorang mungkin lebih mudah menyadari pepohonan, bangunan, suasana jalan, suara lingkungan, atau pemandangan yang dilewati ketika tidak berfokus untuk segera sampai di tujuan.
Dalam pembahasan mengenai slow walker, ritme yang lebih lambat disebut dapat membuat seseorang lebih mudah memperhatikan detail dan menikmati momen.
Perjalanan pun tidak hanya dipandang sebagai aktivitas untuk berpindah tempat, tetapi juga sebagai kesempatan untuk merasakan suasana. Hal sederhana seperti melihat perubahan langit, mengamati lingkungan, atau menikmati angin selama berjalan dapat menjadi bagian dari pengalaman tersebut.
Kecenderungan menikmati sekitar juga sejalan dengan gagasan bahwa berjalan dapat memberikan ruang bagi pikiran untuk lebih bebas.
Sumber tersebut mengaitkan aktivitas berjalan dengan kreativitas melalui kemampuan menghasilkan berbagai gagasan atau divergent thinking. Namun, bukan berarti setiap orang yang berjalan santai otomatis lebih kreatif atau memiliki tingkat empati tertentu. Karakter tersebut tetap dipengaruhi banyak faktor lain.
3. Berjalan dengan Ritme yang Nyaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241312/original/021235500_1748946789-woman-wearing-classic-black-high-heel-toe-shoes-model-posing-street-elegant-outfit-close-up.jpg)
Kecepatan berjalan seseorang tidak sepenuhnya ditentukan oleh kepribadian. Suasana hati, kondisi fisik, cuaca, lingkungan, hingga jenis alas kaki dapat memengaruhi cara seseorang melangkah.
Seseorang yang biasanya berjalan cepat pun dapat memilih langkah lebih lambat ketika sedang menikmati suasana, sementara pejalan santai bisa mempercepat langkah ketika sedang terburu-buru.
Karena itu, berjalan santai lebih tepat dilihat sebagai salah satu pola perilaku yang mungkin muncul dalam situasi tertentu. Ketika seseorang memilih ritme yang nyaman, ia dapat memiliki kesempatan untuk memperlambat aktivitas dan menjadi lebih sadar terhadap lingkungan.
Kebiasaan ini juga dapat membantu seseorang beralih dari pola bergerak yang terus mengejar tujuan menuju pengalaman yang lebih berfokus pada apa yang sedang berlangsung.
Bagi sebagian orang, ritme tersebut membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan karena perhatian tidak hanya tertuju pada tempat tujuan, tetapi juga pada proses selama berjalan.
Dengan begitu, berjalan santai dapat menjadi cara sederhana untuk menikmati suasana, mengamati lingkungan, sekaligus memberikan waktu bagi diri sendiri untuk berefleksi.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Karakter Orang yang Cenderung Berjalan Santai
Apa yang dapat diungkapkan kecepatan berjalan seseorang menurut psikologi?
Kecepatan berjalan dapat berkaitan dengan karakter, emosi, serta cara seseorang menjalani aktivitas. Namun, ritme langkah tidak bisa menjadi satu-satunya penentu kepribadian karena dapat dipengaruhi suasana hati, kondisi fisik, cuaca, dan situasi.
Apakah orang yang berjalan santai berarti malas?
Tidak. Langkah yang pelan atau santai tidak selalu menunjukkan kemalasan. Dalam beberapa pembahasan psikologi, ritme tersebut dapat dikaitkan dengan kecenderungan lebih berhati-hati, reflektif, atau menikmati proses selama perjalanan.
Mengapa orang yang berjalan santai cenderung lebih memperhatikan pemandangan?
Ritme yang tidak terburu-buru memberikan lebih banyak kesempatan untuk mengamati lingkungan sekitar. Seseorang dapat lebih mudah memperhatikan pepohonan, bangunan, suara, maupun berbagai detail kecil yang mungkin terlewat ketika berjalan dengan cepat.
Apakah berjalan santai dapat membantu meningkatkan kreativitas?
Berjalan dengan ritme yang nyaman dapat memberi ruang bagi pikiran untuk lebih bebas mengeksplorasi ide. Studi dari Stanford pada 2014 juga menemukan bahwa aktivitas berjalan dapat meningkatkan pemikiran divergen, yaitu kemampuan menghasilkan beragam gagasan.
Apakah kebiasaan berjalan santai menunjukkan kepribadian tertentu?
Tidak selalu. Kebiasaan tersebut dapat mencerminkan kecenderungan seseorang untuk menikmati suasana atau tidak terburu-buru, tetapi bukan berarti semua pejalan santai memiliki karakter yang sama. Kecepatan berjalan juga berubah sesuai kondisi dan kebutuhan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361902/original/027437400_1790753188-HOAX__27_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362040/original/020203500_1790756057-Cek_fakta_gubernur_papua.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361803/original/099544000_1790748121-Cek_fakta_Bantuan_sembako.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3563668/original/031403700_1630992508-gigi-PDHwGhByXOM-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348802/original/081891600_1789458795-kepribadian.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579486/original/060830400_1778053242-Sulit_Mengakui_Kesalahan_dan_Meminta_Maaf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5097763/original/007875500_1737103639-Foto_tersenyum_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347197/original/075655300_1789282884-Gemini_Generated_Image_gnmx8ugnmx8ugnmx.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5166852/original/052987100_1742287945-stressed-woman-office-checking-phone_23-2148326957.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341782/original/080602700_1788682154-pexels-cottonbro-6322471.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337674/original/052658700_1788252677-pexels-ketut-subiyanto-4350081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3508128/original/009551500_1626075077-thisisengineering-raeng-TXxiFuQLBKQ-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332890/original/040086800_1787722137-pexels-rdne-5756655.jpg)