Liputan6.com, Jakarta - Ciri orang iri hati sering sulit dikenali karena perasaannya disembunyikan di balik senyum dan basa-basi. Padahal, iri hati yang dibiarkan bisa merusak hubungan pertemanan, kerja, hingga keluarga. Mengenali tanda-tandanya lebih awal membantu kita bersikap bijak.
Iri hati sebenarnya emosi manusiawi yang muncul ketika seseorang merasa orang lain memiliki sesuatu yang tidak ia punya, entah itu prestasi, harta, atau pengakuan. Perasaan ini wajar, tetapi menjadi masalah bila berubah menjadi sikap negatif.
Artikel Liputan6.com ini mengulas sepuluh tanda yang paling sering muncul, lengkap dengan penjelasan psikologisnya dan cara menyikapinya. Dengan begitu, Anda bisa menjaga hubungan tetap sehat tanpa harus terjebak dalam drama yang tidak perlu, Jumat (9/10/2026).
Advertisement
1. Sulit Ikut Merayakan Keberhasilan Anda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887196/original/047141800_1720520324-jealous-businesswoman-sitting-near-businessman-using-digital-tablet.jpg)
Tanda paling mudah dilihat adalah ketidakmampuan ikut berbahagia. Menurut Healthline, salah satu karakteristik orang iri adalah menolak merayakan kesuksesan orang lain. Saat Anda membagikan kabar baik, responsnya datar, singkat, atau malah bernada dingin. Jika hanya sesekali, mungkin ia sedang lelah. Namun bila pola ini berulang setiap kali Anda berprestasi, itu patut dicermati.
2. Meremehkan Pencapaian Anda
Orang yang iri cenderung mengecilkan hasil kerja keras Anda. Kalimat seperti "Itu kan cuma kebetulan" atau "Siapa saja juga bisa" menjadi andalan. Mereka mengakui keberhasilan Anda, tetapi sekaligus menguranginya nilainya. Dengan cara ini, ia merasa jarak antara dirinya dan Anda tidak terlalu jauh, sehingga egonya terlindungi.
3. Memberi Pujian yang Terasa Menyindir
Pujian terselubung kritik adalah ciri klasik, misalnya "Hebat ya, bisa naik jabatan, padahal kamu baru sebentar di sini." Sekilas terdengar positif, tetapi ada sindiran halus di baliknya. Anda biasanya merasakan ketidaknyamanan setelah mendengarnya. Kalau perasaan itu muncul berulang kali, kemungkinan ada rasa iri yang tersembunyi.
Advertisement
4. Meniru dan Bersaing Secara Berlebihan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4648363/original/006943300_1699958084-young-men-women-sitting-office-working-laptops-emotions-concept.jpg)
Healthline juga menyebut bahwa orang iri sering mencoba meniru atau bersaing dengan orang yang ia irikan. Misalnya, tiba-tiba memakai gaya busana yang sama, membeli barang serupa, atau mengikuti kegiatan yang Anda tekuni. Meniru memang bisa berarti kekaguman, tetapi jika disertai nada kompetisi dan upaya melampaui Anda, itu pertanda lain.
5. Selalu Membandingkan Diri dengan Anda
Perbandingan terus-menerus menjadi bahan bakar iri hati. Ia mungkin berkata, "Kalau aku punya kesempatan seperti kamu, pasti lebih sukses." Ucapan ini menunjukkan ia merasa tertinggal dan mencari pembenaran. Perbandingan semacam ini jarang berujung pada motivasi, melainkan pada rasa getir yang kemudian dilampiaskan kepada orang lain.
6. Gemar Menggunjing dan Menjelekkan
Membicarakan kekurangan Anda di belakang menjadi cara melampiaskan rasa tidak nyaman. Dengan menebar keraguan tentang Anda, ia berharap posisinya terasa lebih aman. Gunjingan biasanya menyasar hal yang sebenarnya menjadi kekuatan Anda. Jika Anda mendengar kabar bahwa seseorang kerap menjelekkan Anda tanpa alasan jelas, iri hati bisa jadi pemicunya.
7. Terlihat Senang Saat Anda Gagal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5195245/original/067561000_1745332860-young-adult-dealing-with-imposter-syndrome_23-2149719302.jpg)
Reaksi yang berubah drastis ketika Anda mengalami kemunduran adalah sinyal kuat. Ia tampak lebih bersemangat, ramah, atau bahkan menyelipkan komentar "sudah kuduga". Ini disebut malicious envy, yaitu iri yang disertai keinginan agar orang lain kehilangan apa yang dimilikinya. Meski tidak semua orang iri sampai tahap ini, tanda ini perlu diwaspadai.
8. Mengalihkan Pembicaraan ke Dirinya Sendiri
Saat Anda bercerita tentang keberhasilan, ia langsung membelokkan topik pada pencapaiannya sendiri. Tujuannya agar perhatian kembali kepadanya. Sikap ini lahir dari kebutuhan untuk merasa setara atau lebih unggul. Percakapan terasa seperti ajang adu cerita, bukan ruang saling mendukung, dan Anda pun merasa tidak didengarkan.
Advertisement
9. Menjauh atau Menghindari Kerja Sama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5195249/original/095060800_1745333291-friends_23-2148168152.jpg)
Tidak semua orang iri tampil agresif. Sebagian justru menarik diri dari lingkaran sosial Anda, menolak kolaborasi, atau mengurangi komunikasi tanpa alasan jelas. Menghindar membuatnya terhindar dari rasa tidak nyaman karena terus melihat kesuksesan Anda. Perubahan sikap yang mendadak, terutama setelah Anda meraih sesuatu, layak diperhatikan.
10. Sikapnya Berubah Saat Merasa Tidak Aman
Psikolog dalam tulisan di Psychology Today menjelaskan bahwa rasa tidak aman yang terpicu dapat membuat seseorang kehilangan perspektif, bereaksi secara impulsif, dan bertindak tidak seperti biasanya. Orang yang biasanya hangat bisa mendadak ketus atau sinis. Tulisan itu juga mengingatkan bahwa bersikap rendah hati dan tidak pamer belum tentu membuat Anda aman dari rasa iri orang lain.
Cara Menyikapi Orang yang Iri Hati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4900818/original/040190200_1721876900-european-guy-is-counting-money-afroamerican-guy-is-looking-him__1_.jpg)
Langkah pertama adalah tidak membalas dengan emosi. Ingat bahwa rasa iri biasanya lebih banyak bercerita tentang kondisi batin orang tersebut daripada tentang Anda. Jika perilakunya mulai melukai, Healthline menyarankan agar Anda mencatat bagaimana ia bersikap dan dampaknya pada perasaan Anda, lalu menetapkan batasan yang jelas. Pertahankan fokus pada tujuan sendiri, dan tetaplah bersikap baik tanpa harus mengorbankan kenyamanan diri.
Pertanyaan Seputar Ciri Orang Iri Hati
Apa bedanya iri hati dan cemburu?
Iri hati terjadi ketika seseorang menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain, misalnya prestasi atau harta. Cemburu biasanya melibatkan rasa takut kehilangan sesuatu yang berharga, seperti pasangan, kepada pihak ketiga. Keduanya sering dipakai bergantian, tetapi secara psikologis berbeda.
Apakah semua orang pernah merasa iri hati?
Ya, hampir semua orang pernah. Iri hati adalah bagian dari spektrum emosi manusia. Yang membedakan adalah cara menyikapinya: sebagian menjadikannya motivasi, sebagian lain melampiaskannya dengan sikap negatif terhadap orang lain.
Bagaimana cara menghadapi orang yang iri hati di tempat kerja?
Tetap profesional dan jangan terpancing. Dokumentasikan hal-hal yang mengganggu, tetapkan batasan komunikasi, dan bila perlu, bicarakan langsung secara tenang atau libatkan atasan. Terus fokus pada kinerja agar Anda tidak terseret konflik.
Bagaimana jika saya sendiri yang sering merasa iri?
Itu normal dan bisa diatasi. Coba kenali apa yang sebenarnya Anda inginkan, lalu ubah rasa iri menjadi target nyata. Kurangi perbandingan di media sosial, syukuri pencapaian pribadi, dan bila perasaan itu mengganggu, berkonsultasi dengan psikolog bisa membantu.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403399/original/021681200_1682044577-cek_fakta_mesin_cuci.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362168/original/042983100_1790759666-WhatsApp_Image_2026-09-18_at_8.42.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485280/original/014174300_1769501374-IMG-20260127-WA0024.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370055/original/098443100_1791547367-985c9c47-22b7-474c-bfc0-b0a2f8cc1456.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4381326/original/001735700_1680500277-front-view-teenager-being-cyberbullied_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4844711/original/0342600_1716864366-stop-thats-anough-dont-want-hear-reluctant-girl-waves-hand-rolls-eyes-from-annoyance-being-uninterested-bored-quit-talking-unwilling-speak-continue-conversation-white-background.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369928/original/078656600_1791540457-laura-chouette-YpoczNsZYts-unsplash.jpg)