Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang heran mengapa noda hitam kemerahan kerap muncul di sela-sela keramik atau tirai tempat bilas, padahal ruangan tersebut dibersihkan secara rutin. Tanpa disadari, rutinitas harian setelah membersihkan diri justru menjadi pemicu utama suburnya spora di area lembap. Salah satu kekeliruan yang paling sering terjadi adalah membiarkan uap air terperangkap tanpa jalan keluar yang memadai setelah seseorang selesai menggunakan pancuran air hangat atau bak mandi.
Kondisi basah yang dibiarkan berjam-jam inilah yang memicu pertumbuhan mikroorganisme pengganggu estetika dan kesehatan dinding. Melansir dari buku Prinsip-Prinsip Penyehatan Udara Ruangan (halaman 42, tahun 2022, karya Dr. Ahmad Suryawan), tingkat kelembapan ruangan di atas 70% di iklim tropis seperti Indonesia bertindak sebagai katalisator utama yang mempercepat pembelahan sel spora jamur hanya dalam waktu 24 hingga 48 jam.
Masalah ini diperparah oleh perilaku sehari-hari yang dianggap sepele namun berdampak besar pada kebersihan jangka panjang. Mengubah cara kita merawat area saniter setelah digunakan jauh lebih efektif daripada terus-menerus menggosok noda yang telanjur melekat kuat pada lapisan semen. Penataan barang yang keliru serta pengabaian pada sistem sirkulasi udara menjadi faktor pelengkap yang membuat ruangan ini menjadi tidak sehat. Berikut ulasan Liputan6.com tentang kebiasaan yang dapat menumbuhkan jamur di kamar mandi dari berbagai sumber Rabu (9/9/2026).
Advertisement
1. Membiarkan Genangan Air Basah di Lantai dan Dinding kaca
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344076/original/005548200_1788932933-1.jpg)
Kebiasaan langsung pergi meninggalkan kamar mandi setelah dibilas tanpa mengeringkan sisa air adalah pemicu utama yang paling sering dijumpai. Cipratan air pada dinding keramik, pintu kaca, maupun lantai yang dibiarkan menguap sendiri menciptakan lapisan tipis yang disukai oleh spora. Di Indonesia, suhu udara yang hangat berpadu dengan genangan air ini akan membuat permukaan semen penutup celah ubin (grout) melunak dan menjadi tempat menempelnya kotoran secara permanen.
Melansir dari artikel ilmiah Ideal Home bertajuk karya Lauren Bradbury, sisa air yang dibiarkan begitu saja pada pembatas kaca memberi dinding ruang bagi jamur untuk berkembang biak tanpa disadari. Solusi termudahnya adalah dengan menyediakan alat pendorong air (squeegee) karet. Tarik sisa air di kaca dan lantai ke arah pembuangan segera setelah mandi agar area mandi cepat kering kembali.
Advertisement
2. Menumpuk Handuk Setengah Basah di Gantungan Kamar Mandi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344077/original/011480500_1788932933-2.jpg)
Menggantung kembali handuk yang telah dipakai di dalam ruangan tertutup merupakan kebiasaan buruk yang memperparah kelembapan udara. Kain handuk yang tebal memiliki serat kapiler yang mengikat air dalam jumlah banyak, sehingga membutuhkan aliran udara yang kuat agar bisa kering sepenuhnya. Jika diletakkan di dalam ruangan yang dasarnya sudah basah, handuk tidak akan pernah kering dan justru memicu bau apek yang menyengat akibat bakteri.
Kain yang lembap dan menempel langsung pada permukaan dinding semen atau keramik akan memindahkan kelembapan tersebut ke pori-pori tembok. Hal ini memicu pembusukan cat tembok eksterior kamar mandi atau munculnya bintik hitam di balik gantungan baju. Untuk mengatasinya, biasakan langsung menjemur handuk di luar ruangan atau di bawah terik matahari, atau pastikan handuk dibentangkan lurus tanpa lipatan jika terpakKebiasaan yang Dapat Menumbuhkan Jamur di Kamar Mandi (Pexels/AI Generated)sa menggunakan rak jemur dalam rumah.
3. Menutup Rapat Pintu Setelah Digunakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344078/original/017076300_1788932933-3.jpg)
Banyak orang merasa kamar mandi harus selalu ditutup rapat agar aromanya tidak keluar ke ruangan lain seperti kamar tidur atau ruang tamu. Padahal, menutup pintu saat ruangan masih dipenuhi uap air panas akan mengunci kelembapan di dalam ruangan tersebut. Udara lembap yang terisolasi tidak mempunyai pilihan lain selain menempel pada plafon atau langit-langit berpori hingga menciptakan bercak lapuk.
- Dampaknya pada plafon: Langit-langit berbahan gipsum akan melunak, berubah warna menjadi kuning, dan dipenuhi koloni jamur hitam yang berbahaya jika terhirup.
- Solusi sirkulasi: Biarkan pintu terbuka setidaknya selebar satu telapak tangan selama 20 menit setelah ruangan digunakan agar udara segar dapat bertukar dengan udara basah di dalam.
Advertisement
4. Menaruh Terlalu Banyak Botol Sabun dan Skincare di Sudut Basah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344079/original/022942700_1788932933-4.jpg)
Menimbun puluhan botol sampo, sabun cair, lulur, hingga pembersih wajah di lantai atau rak sudut tanpa disadari menciptakan ruang gelap bagi mikroorganisme. Celah sempit di bawah atau di belakang botol-botol plastik tersebut menjadi tempat menggenangnya air sabun dan minyak tubuh yang luruh saat kita mandi. Cairan sisa ini mengental dan berubah menjadi lapisan lendir organik yang merupakan sumber nutrisi utama bagi spora jamur.
Ketika botol-botol tersebut jarang dipindahkan atau dibersihkan bagian bawahnya, jamur akan membentuk koloni melingkar yang sangat lengket dan sulit dihilangkan. Langkah pencegahan yang disarankan adalah menerapkan prinsip minimalis di area basah. Gunakan wadah gantung yang memiliki lubang pembuangan air di bawahnya, dan lakukan penyortiran berkala untuk membuang botol produk yang sudah kosong atau jarang digunakan.
5. Membiarkan Tirai Pembatas Shower Tergulung atau Kusut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344080/original/027702600_1788932933-5.jpg)
Bagi rumah yang memanfaatkan tirai plastik sebagai pembatas area basah dan kering, membiarkan tirai menumpuk di satu sudut dalam kondisi basah adalah kesalahan besar. Lipatan-lipatan kain atau plastik yang saling menempel menciptakan kantong udara basah yang kedap oksigen. Lapisan bawah tirai biasanya menjadi bagian pertama yang berubah warna menjadi merah muda atau hitam pekat akibat jamur.
- Cara pengeringan: Sentakkan tirai setelah selesai mandi untuk merontokkan sisa air, lalu bentangkan tirai secara penuh dari ujung ke ujung agar terpapar udara luar.
- Pencucian rutin: Masukkan tirai ke dalam mesin cuci minimal sebulan sekali bersama dengan beberapa lembar kain lap tebal untuk merontokkan kerak sabun yang menempel.
Advertisement
6. Menempelkan Lemari atau Rak Pas terhadap Dinding
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344081/original/035896800_1788932933-6.jpg)
Memposisikan lemari penyimpanan handuk, kotak kosmetik, atau wastafel persis menempel tanpa celah pada dinding keramik memicu munculnya jamur tersembunyi. Celah yang terlalu sempit menghilangkan sirkulasi udara di area belakang furnitur tersebut. Akibatnya, uap air yang masuk ke celah tersebut akan terkondensasi menjadi air dan terjebak selamanya di sana, merusak lapisan belakang furnitur kayu maupun semen dinding.
Hal inilah yang kerap mendasari rusaknya lapisan nat atau silikon pelindung di area wastafel hingga tercium bau tanah yang menusuk. Untuk menghindarinya, geser sedikit posisi lemari portabel sekitar 2 hingga 5 sentimeter dari dinding agar udara tetap bisa mengalir bebas. Pilihan terbaik lainnya di iklim lembap Indonesia adalah menggunakan furnitur model gantung yang tidak menyentuh lantai sama sekali.
7. Cara Ampuh Mengatasi Saluran Pembuangan Air yang Mampet
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344082/original/044371200_1788932933-7.jpg)
Saluran pembuangan air (floor drain) yang dipenuhi tumpukan rambut dan sisa lemak sabun cair bertindak sebagai bendungan mini yang menahan air kotor tergenang lebih lama. Ketika air tidak dapat mengalir dengan cepat, kelembapan konstan akan naik kembali ke permukaan lantai ubin di sekeliling drainase. Genangan air kotor berbau tidak sedap ini mengandung jutaan bakteri dan nutrisi organik yang sangat disukai oleh koloni jamur hitam.
Membersihkan penutup saluran dari lilitan rambut setiap dua hari sekali merupakan langkah pencegahan dasar yang sangat krusial. Guna melarutkan sisa lemak tubuh yang menempel di dalam pipa, Anda bisa menaburkan satu cangkir bubuk soda kue ke dalam lubang pembuangan, lalu menyiramnya dengan satu cangkir cuka putih dapur. Biarkan reaksi kimianya bekerja melunakkan sumbatan selama 15 menit sebelum dibilas menggunakan satu ember air mendidih untuk membersihkan sisa kotoran secara menyeluruh.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Jamur Kamar Mandi
Apakah jamur di sela keramik kamar mandi berbahaya bagi kesehatan pernapasan?
Ya, spora jamur yang tumbuh subur di area lembap dapat terlepas ke udara dan terhirup oleh penghuni rumah secara tidak sengaja. Bagi orang dengan sistem imun sensitif atau penderita asma, hal ini dapat memicu reaksi alergi seperti bersin-bersin, batuk kering, iritasi mata, hingga sesak napas yang mengganggu kenyamanan.
Berapa kali idealnya tirai pembatas mandi plastik harus dibersihkan agar bebas jamur?
Tirai pembatas sebaiknya dibersihkan secara menyeluruh minimal satu kali dalam sebulan guna merontokkan sisa busa sabun yang menempel. Jika tirai sudah mulai menunjukkan bintik kemerahan atau kehitaman di bagian bawahnya, segera cuci menggunakan larutan disinfektan atau cuka untuk membunuh koloni spora sebelum menyebar ke dinding.
Mengapa cuka dapur dinilai efektif untuk merontokkan jamur dibandingkan sabun biasa?
Cuka putih memiliki kandungan asam asetat alami yang mampu menembus lapisan pelindung jamur hingga ke bagian akarnya di dalam pori-pori nat ubin. Sabun biasa hanya membersihkan noda hitam di permukaan saja tanpa membunuh sporanya, sehingga jamur akan tumbuh kembali dalam waktu singkat di tempat yang sama.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344075/original/098557800_1788932932-pexels-shvets-production-7513046.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339398/original/071195200_1788414214-1000851136.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335175/original/002603900_1787916904-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_12.31.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333784/original/020979700_1787807052-ChatGPT_Image_27_Agu_2026__11.59.05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321313/original/092600200_1786437464-ed5655de-1801-4517-9f74-18b9ee148deb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344324/original/072842300_1788942797-pexels-olly-3931645.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343978/original/058437100_1788929639-Gemini_Generated_Image_nu8z7snu8z7snu8z.jpg)