Liputan6.com, Jakarta - Pernahkah kamu menyadari bahwa ada orang yang bisa menonton film yang sama berkali-kali atau memutar satu lagu favorit berulang-ulang tanpa merasa bosan? Bahkan, meski sudah hafal setiap adegan, dialog, hingga liriknya, mereka tetap merasa senang ketika kembali menikmatinya. Bagi sebagian orang, kebiasaan ini mungkin terlihat aneh karena biasanya sesuatu yang sudah diketahui akan terasa kurang menarik.
Namun, kenapa ada orang yang suka mengulang film atau lagu yang sama? Ternyata, kebiasaan tersebut tidak selalu berarti seseorang kehabisan pilihan hiburan atau tidak suka mencoba hal baru. Ada berbagai alasan yang bisa membuat otak dan emosi seseorang justru merasa lebih nyaman ketika kembali pada sesuatu yang sudah familiar.
Film atau lagu yang sama dapat menghadirkan rasa aman, nostalgia, membantu memperbaiki suasana hati, bahkan menjadi cara sederhana untuk mengelola emosi. Karena itu, kebiasaan mengulang tontonan atau musik favorit sebenarnya cukup umum terjadi dan bisa memiliki makna yang berbeda pada setiap orang. Lantas kenapa ada orang yang suka mengulang film atau lagu yang sama? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (3/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Memberikan Rasa Nyaman karena Sudah Familiar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4577831/original/045518700_1694853962-Nonton_Film.jpg)
Salah satu alasan paling umum seseorang suka mengulang film atau lagu yang sama adalah karena hal tersebut memberikan rasa familiar dan nyaman. Ketika seseorang menonton film yang belum pernah dilihat, ada banyak hal yang belum diketahui, mulai dari jalan cerita, karakter, konflik, hingga akhir cerita. Sebaliknya, ketika menonton film yang sudah dikenal, seseorang tidak perlu menghadapi ketidakpastian tersebut. Ia sudah mengetahui apa yang akan terjadi sehingga pengalaman menonton terasa lebih mudah dan santai.
Hal serupa dapat terjadi ketika seseorang mendengarkan lagu favorit berulang kali. Melodi, lirik, suara penyanyi, dan bagian tertentu dari lagu sudah dapat diprediksi. Justru kemampuan memprediksi tersebut bisa menjadi bagian yang menyenangkan karena seseorang merasa memiliki kedekatan dengan lagu tersebut. Tidak ada tuntutan untuk memahami sesuatu yang baru sehingga film atau lagu bisa menjadi pilihan hiburan ketika pikiran sedang ingin beristirahat.
Kondisi ini menjadi semakin terasa ketika seseorang sedang menghadapi hari yang melelahkan atau penuh tekanan. Memilih film atau lagu yang sudah dikenal dapat menjadi cara sederhana untuk menciptakan suasana yang lebih stabil. Bukan berarti orang tersebut selalu takut mencoba hal baru, tetapi pada waktu tertentu, sesuatu yang familiar memang bisa terasa lebih menenangkan dibandingkan pengalaman baru yang membutuhkan perhatian lebih besar.
Advertisement
2. Membantu Mengatur Suasana Hati dan Emosi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3171383/original/073792700_1594025525-pexels-photo-1001850.jpeg)
Film atau lagu tertentu juga dapat digunakan seseorang sebagai cara untuk mengatur suasana hati. Ketika sedang sedih, stres, kecewa, kesepian, atau lelah, seseorang mungkin sengaja memilih tontonan maupun musik yang sudah diketahui dapat membuat dirinya merasa lebih baik. Karena sudah mengetahui efek emosionalnya, ia tidak perlu bereksperimen mencari hiburan baru yang belum tentu sesuai dengan kondisinya saat itu.
Misalnya, seseorang mungkin memiliki satu lagu yang selalu membuatnya bersemangat ketika sedang kehilangan motivasi. Ada pula yang memilih menonton film komedi favorit setelah menjalani hari yang berat karena sudah mengetahui adegan-adegan yang dapat membuatnya tertawa. Dalam situasi seperti ini, mengulang bukan hanya soal menikmati hiburan, tetapi juga menjadi salah satu cara seseorang menciptakan kondisi emosional yang diinginkan.
Kebiasaan tersebut sebenarnya menunjukkan bahwa hiburan dapat memiliki fungsi lebih dari sekadar mengisi waktu luang. Film dan lagu tertentu bisa menjadi bagian dari strategi seseorang dalam menghadapi emosi sehari-hari. Ketika sebuah karya sudah terbukti mampu memberikan ketenangan atau meningkatkan suasana hati, wajar jika seseorang kembali kepadanya. Pengulangan tersebut bisa menjadi semacam rutinitas kecil yang membantu membuat hari terasa lebih mudah dijalani.
3. Menghadirkan Nostalgia dan Kenangan Tertentu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330304/original/062441900_1787369154-4431.jpg)
Alasan lain mengapa seseorang suka mengulang film atau lagu yang sama adalah karena karya tersebut memiliki hubungan dengan kenangan tertentu. Sebuah lagu mungkin mengingatkan seseorang pada masa sekolah, perjalanan bersama teman, hubungan dengan orang terdekat, atau periode kehidupan yang memiliki arti khusus. Begitu pula dengan film yang pernah ditonton pada masa tertentu dan kemudian menjadi simbol dari sebuah fase kehidupan.
Ketika lagu tersebut diputar kembali, bukan hanya suara dan melodinya yang terdengar. Pengalaman emosional yang pernah menyertai lagu itu juga dapat ikut muncul dalam ingatan. Hal ini membuat seseorang seolah-olah kembali mengunjungi momen tertentu dari masa lalu. Bahkan, lagu sederhana yang secara musikal biasa saja bagi orang lain bisa memiliki arti yang sangat besar bagi seseorang karena adanya cerita pribadi di baliknya.
Nostalgia juga tidak selalu berkaitan dengan pengalaman yang sepenuhnya menyenangkan. Seseorang terkadang justru mengulang lagu atau film yang mengingatkannya pada masa sulit karena karya tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya. Dengan demikian, kebiasaan mengulang dapat menjadi cara untuk mempertahankan hubungan dengan kenangan tertentu. Itulah sebabnya orang lain mungkin tidak memahami mengapa sebuah film atau lagu terus diputar, sementara bagi pemiliknya, karya tersebut memiliki nilai emosional yang jauh lebih dalam.
Advertisement
4. Tidak Perlu Menghadapi Ketidakpastian dari Cerita Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3912122/original/042414300_1642930997-pexels-andrea-piacquadio-5047262_1_.jpg)
Menonton film baru membutuhkan perhatian karena seseorang belum mengetahui bagaimana cerita akan berkembang. Ada karakter yang belum dikenal, konflik yang belum dipahami, serta akhir cerita yang masih menjadi tanda tanya. Bagi sebagian orang, ketidakpastian ini justru menyenangkan. Namun, bagi orang lain, terutama ketika sedang lelah secara mental, pengalaman tersebut bisa terasa melelahkan. Karena itu, film yang sudah pernah ditonton dapat menjadi pilihan yang lebih ringan.
Dengan mengulang film yang sama, seseorang sudah mengetahui bagian-bagian penting dari cerita. Ia tahu kapan konflik muncul, bagaimana karakter bertindak, dan bagaimana cerita berakhir. Kondisi tersebut membuat pengalaman menonton menjadi lebih terkendali. Bahkan jika perhatian sesekali teralihkan karena bermain ponsel, makan, atau melakukan aktivitas lain, seseorang tetap tidak terlalu khawatir kehilangan bagian penting karena sudah mengetahui jalan ceritanya.
Hal yang sama dapat terjadi pada musik. Lagu yang sudah familiar tidak membutuhkan proses adaptasi seperti ketika seseorang mendengarkan musik yang benar-benar baru. Otak sudah mengenali pola suara dan struktur lagu sehingga pengalaman tersebut terasa lebih mudah diproses. Inilah salah satu alasan mengapa seseorang mungkin memilih memainkan lagu yang sama ketika sedang bekerja, belajar, berkendara, atau melakukan aktivitas rutin lainnya.
5. Ada Kepuasan karena Menemukan Detail yang Sebelumnya Terlewat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320373/original/046352400_1786347531-Depositphotos_175957870_L.jpg)
Mengulang film tidak selalu berarti seseorang hanya menikmati cerita yang sama persis. Pada tontonan tertentu, penayangan kedua, ketiga, atau bahkan berikutnya justru memungkinkan penonton menemukan detail baru yang sebelumnya tidak disadari. Ketika pertama kali menonton, perhatian biasanya tertuju pada alur utama. Setelah mengetahui keseluruhan cerita, seseorang bisa lebih fokus pada dialog kecil, ekspresi karakter, simbol, petunjuk, atau detail visual yang sebelumnya terlewat.
Hal tersebut terutama sering terjadi pada film dengan cerita kompleks, misteri, plot twist, atau banyak petunjuk tersembunyi. Setelah mengetahui akhir cerita, penonton dapat melihat adegan-adegan sebelumnya dari sudut pandang berbeda. Sebuah dialog yang awalnya terasa biasa saja mungkin ternyata memiliki makna tertentu. Bahkan, ekspresi singkat seorang karakter bisa menjadi lebih menarik setelah penonton memahami konteks keseluruhan cerita.
Pengalaman seperti ini membuat pengulangan terasa berbeda meskipun filmnya sama. Penonton tidak selalu mencari kejutan baru, tetapi menikmati kedalaman yang mungkin baru terlihat setelah mengetahui ceritanya. Karena itu, orang yang senang mengulang film tidak selalu berarti tidak menyukai variasi. Bisa jadi mereka justru menikmati proses memahami sebuah karya secara lebih mendalam dan menemukan sesuatu yang sebelumnya belum terlihat.
Advertisement
6. Menjadi Rutinitas yang Memberikan Perasaan Stabil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4521332/original/045204400_1690865635-young-business-woman-working-office-with-laptop-headphones.jpg)
Manusia cenderung menyukai pola tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Rutinitas sederhana seperti sarapan dengan menu yang sama, mendengarkan playlist tertentu saat bekerja, atau menonton serial favorit sebelum tidur dapat memberikan struktur dan rasa stabil. Mengulang film atau lagu yang sama terkadang menjadi bagian dari rutinitas tersebut. Bukan karena tidak ada pilihan lain, tetapi karena aktivitas tersebut sudah menjadi kebiasaan yang terasa menyenangkan.
Rutinitas juga dapat membantu mengurangi jumlah keputusan kecil yang harus dibuat. Ketika memiliki banyak pilihan film dan musik, seseorang harus menentukan apa yang ingin ditonton atau didengarkan. Bagi orang yang sedang lelah, keputusan sederhana seperti memilih tontonan saja bisa terasa mengganggu. Film atau lagu favorit kemudian menjadi pilihan praktis karena seseorang sudah mengetahui bahwa ia menyukainya.
Hal ini menjelaskan mengapa seseorang mungkin memiliki tontonan tertentu yang selalu diputar ketika makan malam, sebelum tidur, atau saat sedang mengerjakan pekerjaan rumah. Pengulangan tersebut akhirnya menjadi semacam ritual pribadi. Selama tidak mengganggu aktivitas, hubungan sosial, pekerjaan, atau kehidupan sehari-hari, menikmati film dan lagu yang sama berkali-kali pada dasarnya dapat menjadi bentuk kebiasaan yang wajar.
7. Film atau Lagu Tersebut Sudah Menjadi Bagian dari Identitas dan Selera Pribadi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5385935/original/084962800_1760949173-Menonton_film_horor.jpg)
Ada kalanya seseorang mengulang film atau lagu tertentu karena karya tersebut terasa sangat sesuai dengan dirinya. Film favorit mungkin memiliki karakter yang dianggap relatable, nilai kehidupan yang sejalan, atau cerita yang menggambarkan pengalaman pribadi. Sementara itu, sebuah lagu bisa mewakili perasaan, pemikiran, atau fase kehidupan yang sedang maupun pernah dialami. Ketika sebuah karya terasa sangat dekat dengan diri seseorang, keinginan untuk kembali menikmatinya dapat muncul berkali-kali.
Kedekatan tersebut juga bisa membuat seseorang menemukan pengalaman yang berbeda setiap kali kembali mendengarkan atau menontonnya. Ketika kondisi hidup berubah, seseorang mungkin menangkap makna yang berbeda dari karya yang sama. Film yang dahulu dianggap lucu bisa terasa lebih emosional beberapa tahun kemudian. Begitu pula lirik lagu yang sebelumnya terdengar biasa saja dapat memiliki makna baru setelah seseorang mengalami sesuatu yang berkaitan dengan isi lagu tersebut.
Pada akhirnya, kebiasaan mengulang film atau lagu yang sama merupakan sesuatu yang sangat personal. Bagi sebagian orang, pengulangan memberikan kenyamanan; bagi yang lain, menjadi sumber nostalgia, hiburan, ketenangan, atau bahkan kesempatan untuk memahami sebuah karya secara lebih mendalam. Jadi, jika seseorang berkali-kali menonton film yang sama atau memutar lagu favorit tanpa merasa bosan, hal tersebut tidak otomatis berarti ia tidak suka mencoba hal baru. Bisa saja, karya tersebut memang memiliki tempat khusus dalam pengalaman emosional dan kesehariannya.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kenapa Ada Orang yang Suka Mengulang Film atau Lagu yang Sama?
1. Kenapa ada orang yang suka mengulang film atau lagu yang sama?
Ada beberapa alasan, seperti mencari rasa nyaman, mengurangi ketidakpastian, mengatur suasana hati, mengenang masa lalu, atau menikmati detail yang sebelumnya terlewat. Film dan lagu yang sudah familiar juga membuat seseorang tidak perlu beradaptasi dengan informasi baru sehingga terasa lebih ringan untuk dinikmati.
2. Apakah suka menonton film yang sama berulang kali itu normal?
Ya, kebiasaan tersebut umumnya normal selama tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Banyak orang memiliki film, serial, atau lagu favorit yang sengaja dinikmati berkali-kali karena memberikan hiburan, rasa nyaman, atau kenangan tertentu.
3. Apakah mengulang lagu yang sama berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang?
Bisa berkaitan dengan kondisi emosional, tetapi tidak dapat digunakan untuk menentukan kondisi psikologis seseorang secara pasti. Seseorang mungkin mengulang lagu karena sedang menyukai melodinya, merasa terhubung dengan liriknya, ingin memperbaiki suasana hati, atau karena lagu tersebut mengingatkan pada pengalaman tertentu.
4. Mengapa film lama terkadang lebih nyaman ditonton daripada film baru?
Film lama yang sudah dikenal memberikan kepastian mengenai alur, karakter, dan akhir cerita. Ketika sedang lelah atau ingin bersantai, seseorang mungkin lebih memilih sesuatu yang familiar karena tidak membutuhkan banyak perhatian untuk mengikuti cerita dari awal.
5. Kenapa seseorang tidak cepat bosan mendengarkan lagu yang sama?
Lagu yang familiar dapat memberikan rasa nyaman karena seseorang sudah mengenali melodi, lirik, dan ritmenya. Selain itu, jika lagu tersebut memiliki hubungan emosional atau kenangan tertentu, pengalaman mendengarkannya bisa tetap terasa menyenangkan meskipun sudah diputar berkali-kali.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302223/original/051263400_1784536914-cek_fakta_-_Ahok_kaesang_PSI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303115/original/003143700_1784619310-mahfud_md_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5407693/original/056633900_1762750798-nonton_film_India.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257583/original/002867900_1781248889-cb3d51a1-cbe4-44dd-9310-ee45f17644b0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338890/original/032180600_1788348096-254c3cc9-2b8e-45fb-89c5-afb5f5803248.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338830/original/036190200_1788343073-Gemini_Generated_Image_3z5uj03z5uj03z5u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338848/original/048274100_1788343823-dcvsdvfc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338799/original/008910800_1788342442-676dd342-b0ba-409c-b680-80a9dea420fb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338757/original/009159000_1788340126-511cf69b-1fac-4935-88dc-6be9b1c51e94.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3257729/original/081597800_1601863530-pexels-alleksana-4113868__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329586/original/085368600_1787285437-tlI0fUjsqkLcylo6sAflEvf2ujexs3Tsi3T4oI3C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338821/original/069967600_1788342903-Kolam_Terpal_dengan_Pipa_Pembuangan_Tengah.jpg)