Liputan6.com, Jakarta - Kesalahan mencuci jamur yang membuat teksturnya rusak sering terjadi karena jamur mudah menyerap air seperti spons. Penanganan yang keliru saat mencuci dapat membuat teksturnya lembek, mengurangi cita rasa alami, dan mempercepat proses pembusukan.
Jamur mengandung sekitar 75–90 persen air sehingga tidak membutuhkan tambahan air berlebih saat dibersihkan. Jika menyerap terlalu banyak cairan, teksturnya menjadi berair, kurang kenyal, dan kualitasnya menurun ketika dimasak.
Agar tetap segar dan lezat, jamur perlu dibersihkan dengan cara yang tepat serta tidak dicuci sembarangan. Dengan menghindari beberapa kesalahan umum, tekstur, rasa, dan masa simpan jamur dapat tetap terjaga hingga siap diolah. Berikut ini kesalahan mencuci jamur yang membuat teksturnya rusak, oleh Liputan6.com, Rabu (22/7/2026).
Advertisement
1. Merendam Jamur Terlalu Lama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304496/original/083840700_1784717246-565cb91a-6946-4653-84b5-ce7aa06b66db.jpg)
Jamur memiliki tekstur berpori yang mampu menyerap air dengan sangat cepat. Jika direndam terlalu lama, daging jamur akan menjadi lembek, kehilangan cita rasa alaminya, dan lebih mudah rusak saat dimasak. Kandungan air yang berlebihan juga membuat jamur cepat membusuk ketika disimpan.
Sebagai solusinya, hindari merendam jamur dalam air. Bila terdapat banyak kotoran yang menempel, cukup bilas dengan cepat selama beberapa detik, lalu segera tiriskan dan keringkan menggunakan tisu dapur agar tekstur jamur tetap padat dan segar.
Advertisement
2. Mencuci Jamur Terlalu Lama di Bawah Air Mengalir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299698/original/040141000_1784271055-rT1tNwWGxNbZtlcblTn7rv5rkLVMyWfFCEFXhvLy.jpg)
Banyak orang membiarkan jamur berada di bawah air mengalir selama beberapa menit karena mengira cara tersebut lebih bersih. Padahal, kontak terlalu lama dengan air membuat jamur menyerap kelembapan berlebih sehingga teksturnya menjadi lembek dan berair saat dimasak.
Selain itu, jamur juga lebih sulit menghasilkan permukaan kecokelatan ketika ditumis. Solusinya, cuci jamur seperlunya di bawah air mengalir dengan waktu sesingkat mungkin, lalu segera lap atau keringkan menggunakan kain bersih maupun tisu dapur sebelum diolah.
3. Mengupas Kulit Jamur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304497/original/040031400_1784717247-Untitledp.jpg)
Sebagian orang mengupas kulit jamur seperti mengupas sayuran lain karena menganggap permukaannya kotor. Padahal, kulit jamur mengandung nutrisi dan turut memberikan rasa pada masakan. Mengupasnya justru membuat bagian daging lebih mudah rusak dan mengurangi kualitas jamur.
Cara yang lebih tepat adalah membersihkan permukaan jamur menggunakan tisu dapur, kain lembap, atau kuas berbulu halus untuk menghilangkan debu dan tanah yang menempel. Kupas atau buang hanya bagian yang benar-benar rusak, menghitam, atau berlendir.
Advertisement
4. Mencuci Jamur Jauh Sebelum Dimasak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417203/original/062367000_1763524617-jamur1.jpg)
Mencuci jamur beberapa jam bahkan sehari sebelum dimasak menjadi kebiasaan yang sebaiknya dihindari. Setelah terkena air, jamur akan menyimpan kelembapan yang membuatnya lebih cepat berlendir, berubah warna, dan membusuk selama penyimpanan.
Akibatnya, kesegaran dan tekstur jamur akan menurun sebelum sempat diolah. Solusinya, bersihkan jamur sesaat sebelum dimasak atau paling lama sekitar 30 menit sebelumnya. Dengan cara ini, jamur tetap segar, teksturnya lebih baik, dan cita rasanya tetap terjaga saat dimasak.
5. Menggunakan Sabun atau Deterjen
Sabun dan deterjen memang mampu mengangkat kotoran, tetapi bukan berarti aman digunakan untuk membersihkan jamur. Struktur jamur yang berpori membuatnya mudah menyerap zat kimia dari bahan pembersih tersebut, sehingga dapat memengaruhi rasa sekaligus keamanannya saat dikonsumsi.
Solusi terbaik adalah menggunakan air bersih secukupnya atau metode pembersihan kering jika jamur tidak terlalu kotor. Untuk kotoran yang membandel, gunakan kuas lembut atau kain basah tanpa tambahan bahan kimia agar kualitas jamur tetap terjaga.
Advertisement
6. Tidak Mengeringkan Jamur Setelah Dicuci
Setelah dicuci, banyak orang langsung memasak atau menyimpan jamur tanpa mengeringkannya terlebih dahulu. Padahal, sisa air yang menempel dapat membuat jamur menjadi berlendir, lebih cepat busuk, dan mengeluarkan banyak air saat dimasak. Kondisi ini membuat hasil tumisan kurang lezat karena jamur sulit matang dengan baik.
Solusinya, tepuk-tepuk permukaan jamur menggunakan tisu dapur atau kain bersih hingga benar-benar kering. Langkah sederhana ini membantu menjaga tekstur jamur tetap kenyal dan memperpanjang masa simpannya.
7. Menyimpan Jamur dalam Kondisi Masih Basah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417208/original/058801600_1763524619-jamur6.jpg)
Jamur yang masih basah sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke dalam kulkas. Kelembapan berlebih dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan jamur lain sehingga bahan makanan lebih cepat berlendir, berbau, dan membusuk. Selain itu, kualitas teksturnya juga akan menurun saat akan dimasak.
Solusinya, pastikan jamur benar-benar kering sebelum disimpan. Simpan dalam wadah atau kantong kertas yang memiliki sirkulasi udara baik, lalu letakkan di rak kulkas agar kesegarannya dapat bertahan selama beberapa hari.
Advertisement
Tips Mencuci Jamur agar Tetap Kenyal dan Tidak Mudah Lembek
- Bersihkan jamur sesaat sebelum dimasak agar tetap segar dan tidak cepat berlendir.
- Hindari merendam jamur dalam air karena teksturnya mudah menyerap cairan dan menjadi lembek.
- Jika perlu dicuci, bilas dengan cepat di bawah air mengalir, lalu segera tiriskan.
- Gunakan tisu dapur, kain lembap, atau kuas halus untuk membersihkan jamur yang tidak terlalu kotor.
- Keringkan jamur hingga tidak ada sisa air sebelum dimasak atau disimpan.
- Jangan gunakan sabun atau deterjen karena jamur dapat menyerap zat kimia tersebut.
- Buang bagian jamur yang berlendir, menghitam, atau berbau tidak sedap sebelum diolah agar kualitas masakan tetap terjaga.
Pertanyaan Seputar Mencuci Jamur yang Membuat Teksturnya Rusak
Mengapa jamur tidak boleh direndam terlalu lama?
Jamur memiliki struktur berpori seperti spons yang sangat mudah menyerap air. Merendamnya terlalu lama akan membuat teksturnya lembek, mengurangi cita rasa, dan mempercepat pembusukan karena kandungan air alaminya sudah tinggi.
Apakah kulit jamur perlu dikupas sebelum dimasak?
Tidak, kulit jamur tidak perlu dikupas. Kulit jamur mengandung banyak nutrisi dan memberikan rasa pada masakan. Cukup bersihkan permukaannya tanpa mengupas, kecuali jika ada bagian yang sangat kotor atau rusak.
Kapan waktu terbaik untuk membersihkan jamur?
Disarankan untuk membersihkan jamur sesaat sebelum digunakan, idealnya maksimal 30 menit sebelum dimasak. Jamur yang sudah dibersihkan akan lebih cepat rusak dan berlendir jika tidak segera diolah.
Bolehkah menggunakan sabun untuk mencuci jamur?
Tidak boleh. Jamur sangat mudah menyerap zat kimia. Penggunaan sabun atau deterjen dapat merusak kualitas dan keamanannya untuk dikonsumsi. Cukup gunakan air bersih atau metode kering.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292184/original/051444300_1783587540-IMG-20260709-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304424/original/001872100_1784714454-Untitled_design__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303881/original/059826700_1784697557-cek_fakta_penipuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304495/original/029120100_1784717246-ec3536c8-efc8-40d7-b315-2764fa4d387e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304345/original/092153100_1784713016-7cccbb09-2056-45be-bf1b-698002e7521c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303680/original/009952200_1784686182-ilustrasi_rendam_terong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560461/original/003962700_1776669413-Daun_singkong_rebus.jpg)