Liputan6.com, Jakarta Setiap kali kita menulis atau berbicara, ada seperangkat aturan tak terlihat yang membuat pesan mudah dipahami orang lain. Aturan itulah yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai kaidah kebahasaan.
Pemahaman terhadap kaidah kebahasaan menjadi fondasi penting, baik dalam pelajaran Bahasa Indonesia maupun dalam komunikasi sehari-hari. Tanpa aturan ini, sebuah teks berisiko menjadi ambigu, rancu, dan sulit dimengerti.
Setiap jenis teks pun memiliki ciri kebahasaan yang berbeda sehingga aturan ini sekaligus menjadi penanda identitas sebuah tulisan. Artikel ini mengupas pengertian, unsur, jenis, ciri, hingga contoh penerapannya secara ringkas.
Advertisement
Mengutip buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan karya Taufiqur Rahman dan Hamidulloh Ibda, kaidah kebahasaan adalah aturan-aturan mendasar yang menjadi standar dalam memahami dan menggunakan bahasa.
Pengertian Kaidah Kebahasaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4896082/original/098578300_1721385996-Ilustrasi_pantun__puisi.jpg)
Secara etimologi, istilah ini terdiri atas dua kata, yaitu "kaidah" dan "kebahasaan". Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kaidah berarti patokan atau aturan yang sudah pasti, sedangkan kebahasaan berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa. Dari gabungan makna itu, kaidah kebahasaan dapat dimaknai sebagai seperangkat aturan yang mengatur cara menggunakan bahasa secara tertib, terstruktur, dan sesuai norma linguistik.
Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Komposisi, aturan berbahasa ini mencakup ejaan, struktur kalimat, pilihan kata, hingga organisasi wacana yang menjadi syarat utama dalam menyusun tulisan yang baik. Dengan kata lain, kaidah kebahasaan bukan sekadar soal benar-salah, melainkan pedoman agar gagasan tersampaikan secara jelas dan logis. Untuk gambaran dasar mengenai konsep ini, Anda bisa membaca ulasan tentang kaidah kebahasaan yang membahas fungsinya sebagai pembeda antarteks.
Dalam kajian linguistik internasional, aturan bahasa ini lekat dengan konsep tata bahasa (grammar). Sebagaimana dilaporkan Study.com, tata bahasa deskriptif merupakan upaya berkelanjutan untuk mengodifikasi penggunaan dan konstruksi bahasa sebagaimana ditulis serta dituturkan oleh penutur aslinya. David Crystal, dikutip dari AZQuotes, menyatakan, "Tata bahasa adalah hal yang memberi makna pada bahasa; kalimatlah yang membuat kata-kata melepaskan maknanya."
Ada pula pembedaan penting yang jarang diulas dalam sumber lokal, yaitu antara kaidah preskriptif dan kaidah deskriptif. Dilansir dari Encyclopedia.com, tata bahasa preskriptif menetapkan aturan tentang bagaimana bahasa seharusnya digunakan, sedangkan tata bahasa deskriptif berupaya menggambarkan bagaimana bahasa benar-benar dipakai secara objektif dan sistematis. Noam Chomsky, dikutip dari Everyday Power, menyatakan, "Tata bahasa universal adalah sistem prinsip dan struktur yang menjadi prasyarat pemerolehan bahasa, dan setiap bahasa pasti mematuhinya."
Advertisement
Unsur-Unsur Kaidah Kebahasaan
Kaidah kebahasaan dibangun oleh sejumlah unsur yang bekerja sama membentuk tata bahasa yang utuh. Unsur-unsur inilah yang dianalisis ketika kita menelaah sebuah teks, mulai dari tingkat kata hingga kalimat. Berikut unsur-unsur utamanya.
- Kata benda (nomina) - kata yang digunakan untuk menamai orang, benda, tempat, ide, atau konsep, misalnya pendidikan, rumah, dan kemiskinan. Nomina kerap menjadi penanda tema dalam teks ilmiah dan laporan.
- Kata kerja (verba) - kata yang menyatakan tindakan, proses, atau keadaan, seperti menulis, memasak, atau berpikir. Dalam kalimat, verba umumnya menempati fungsi predikat.
- Kata sifat (adjektiva) - kata yang menggambarkan ciri atau karakteristik suatu objek, contohnya tinggi, indah, atau nyaman.
- Kata keterangan (adverbia) - kata yang memberi keterangan tambahan pada verba, adjektiva, atau kalimat, seperti sangat, sering, dan mungkin.
- Kata depan (preposisi) - kata yang menyatakan hubungan makna antara satu kata dan kata lain, misalnya di, ke, dan dari. Pelajari lebih jauh mengenai kata depan beserta jenis dan aturan penulisannya.
- Kata hubung (konjungsi) - kata yang menyambungkan kata, frasa, klausa, atau kalimat, seperti dan, tetapi, dan karena. Pemahaman tentang konjungsi membantu menata argumentasi dan hubungan antargagasan.
- Kata rujukan - kata yang merujuk pada objek atau bagian teks sebelumnya, misalnya ini, itu, atau di sana, sehingga penulisan objek tidak berulang.
- Kata baku - kata yang penulisannya sesuai KBBI dan pedoman ejaan resmi, sehingga tepat digunakan dalam komunikasi formal. Simak daftar dan ciri kata baku dan bentuk tidak bakunya.
- Frasa - gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif dan dapat berperan sebagai subjek, objek, atau keterangan.
- Majas - gaya bahasa kiasan untuk memperindah dan memperkuat kesan pada teks. Kenali ragam majas beserta contohnya dalam bahasa Indonesia.
- Kalimat - satuan bahasa yang relatif berdiri sendiri dengan pola intonasi final, biasanya memuat unsur subjek, predikat, objek, dan keterangan.
Untuk memperluas pemahaman tentang penggolongan kata, Anda dapat menelaah pembagian kelas kata dalam bahasa Indonesia yang menjadi dasar unsur-unsur di atas.
Baca juga: contoh kalimat konjungsi lengkap dengan jenis dan aturan penggunaannya.
Jenis-Jenis Kaidah Kebahasaan
Struktur kaidah kebahasaan dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis berdasarkan aspek bahasa yang diaturnya. Pengelompokan ini penting agar kita memahami bahwa aturan bahasa tidak hanya menyangkut ejaan, tetapi juga bunyi, bentuk kata, susunan kalimat, dan makna. Berikut jenis-jenis utamanya, termasuk aspek yang jarang dibahas sumber lokal.
- Kaidah ejaan - aturan penulisan huruf, kata, tanda baca, dan unsur serapan. Sebagaimana disampaikan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud melalui Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah bila menyatakan tempat, sementara imbuhan di- ditulis serangkai. Simak perbedaan penggunaan kata "di" yang benar sesuai kaidah.
- Kaidah fonologi - aturan mengenai sistem bunyi bahasa dan cara bunyi-bunyi tersebut dikombinasikan. Misalnya, dalam bahasa Indonesia ada urutan bunyi tertentu yang lazim dan ada pula yang tidak pernah muncul di awal kata. Aspek ini menjadi dasar mengapa pelafalan turut memengaruhi kebakuan sebuah kata.
- Kaidah morfologi (pembentukan kata) - aturan perubahan bentuk kata melalui afiksasi (imbuhan), reduplikasi (kata ulang), dan komposisi (kata majemuk). Mengutip Britannica, morfologi mencakup dua proses gramatikal utama, yakni infleksi yang menandai kategori seperti persona, kala, dan kasus, serta derivasi yang membentuk kata baru.
- Kaidah sintaksis - aturan penyusunan kata menjadi frasa, klausa, dan kalimat. Di sinilah pola dasar subjek-predikat-objek-keterangan (SPOK) bekerja, termasuk pembedaan kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Penggunaan kata penghubung yang tepat menjadi bagian penting dari kaidah ini.
- Kaidah semantik - aturan yang berkaitan dengan makna, baik makna leksikal maupun gramatikal, termasuk penggunaan sinonim, antonim, dan homonim. Kaidah ini juga menyentuh kepaduan makna atau koherensi antarkalimat dalam sebuah paragraf.
- Kaidah pragmatik - aturan penggunaan bahasa sesuai konteks. Aspek ini menegaskan bahwa satu kalimat bisa bermakna berbeda tergantung situasi, penutur, dan tujuan komunikasinya, sehingga pilihan kata harus disesuaikan dengan lawan bicara.
Pada tataran kata serapan dan ejaan, banyak kesalahan terjadi karena penutur belum terbiasa membedakan bentuk baku dan tidak baku, misalnya "analisis" yang sering keliru ditulis "analisa". Selain itu, ketidaktepatan juga muncul pada penggunaan kata tidak baku yang terbawa dari bahasa daerah maupun bahasa asing.
Baca juga: contoh kata baku dan tidak baku beserta tujuan penggunaannya.
Advertisement
Ciri-Ciri Kaidah Kebahasaan
Selain dikenali dari unsur dan jenisnya, kaidah kebahasaan memiliki sejumlah ciri yang membantu kita membedakan bahasa baku dari bahasa sehari-hari. Ciri-ciri ini kerap menjadi acuan ketika menelaah teks ilmiah maupun teks resmi.
- Penggunaan awalan ber- dan me- secara eksplisit, sehingga makna kata ditulis jelas dan tidak digantikan bentuk singkat yang tidak baku.
- Penggunaan unsur gramatikal yang tidak berlebihan (redundan), yakni memilih struktur yang efisien agar kalimat menjadi efektif tanpa pengulangan kata yang tidak perlu.
- Penggunaan bentuk gramatikal yang tidak dipendekkan, sehingga kalimat tidak disusun dari kata-kata yang dipersingkat atau tidak baku.
- Berorientasi pada makna dan konteks, karena pada akhirnya bahasa adalah alat untuk menciptakan makna, sehingga pilihan kata harus mendukung kejelasan pesan.
- Menyesuaikan diri dengan jenis teks, sebab tiap teks memiliki karakter kebahasaan yang berbeda sesuai fungsinya.
Menariknya, aturan bahasa bukanlah sesuatu yang sepenuhnya kaku dan tanpa pengecualian. Edward Sapir, dikutip dari makalah di arXiv, menyatakan, "Semua tata bahasa memiliki celah." Merujuk ulasan Collins, tata bahasa preskriptif berperan memaksakan visinya tentang penggunaan bahasa yang "benar", sedangkan tata bahasa deskriptif hanya mengamati bagaimana bahasa digunakan lalu menyampaikannya kepada pembaca.
Kaidah Kebahasaan dalam Berbagai Jenis Teks
Penerapan kaidah kebahasaan akan berbeda-beda pada setiap jenis teks karena masing-masing memiliki tujuan komunikatif yang khas. Justru perbedaan inilah yang membuat kaidah kebahasaan berfungsi sebagai penanda identitas teks. Berikut beberapa contoh penerapannya.
- Teks berita - menggunakan bahasa baku, kalimat efektif, kalimat aktif, konjungsi temporal, serta kutipan langsung dan tidak langsung untuk menjaga objektivitas.
- Teks prosedur - didominasi kalimat imperatif atau perintah, kata kerja aktif, konjungsi temporal, dan kalimat yang singkat serta lugas agar mudah diikuti.
- Teks argumentasi - kerap memakai adverbia (kata keterangan), konjungsi, dan verba untuk menyusun pendapat yang didukung fakta dan alasan logis.
- Teks eksplanasi - banyak menggunakan kalimat pasif, konjungsi kausalitas seperti sebab dan akibatnya, serta istilah teknis sesuai topik.
- Teks ulasan - menonjolkan kata sifat untuk menilai, konjungsi, dan kalimat saran pada bagian akhir teks.
- Teks editorial - menampilkan kalimat retoris, kata populer, kata ganti penunjuk, dan konjungsi untuk memperkuat argumentasi. Pelajari selengkapnya melalui contoh teks editorial lengkap dengan strukturnya.
- Teks naratif dan drama - sarat kalimat langsung, dialog, kata ganti orang, serta konjungsi kronologis untuk menandai urutan waktu. Cermati kaidah pada teks naratif dan ciri dialog dalam teks drama.
Dengan mengenali pola-pola ini, seorang penulis dapat menyesuaikan gaya bahasanya sesuai tujuan tulisan, sementara pembaca lebih mudah mengidentifikasi jenis teks yang sedang dihadapi.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kaidah Kebahasaan
Apa itu kaidah kebahasaan dalam sebuah teks?
Kaidah kebahasaan adalah seperangkat aturan penggunaan bahasa yang mencakup ejaan, pembentukan kata, struktur kalimat, pilihan kata, hingga makna. Dalam konteks teks, kaidah ini menjadi pedoman agar tulisan tersusun secara baik, benar, dan mudah dipahami, sekaligus membedakan satu jenis teks dari teks lainnya.
Apa saja yang termasuk kaidah kebahasaan?
Secara umum, kaidah kebahasaan meliputi unsur seperti kata benda, kata kerja, kata sifat, kata keterangan, kata depan, konjungsi, kata baku, frasa, majas, dan kalimat. Selain itu, dari sisi jenisnya terdapat kaidah ejaan, fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik yang saling melengkapi.
Apa perbedaan struktur teks dan kaidah kebahasaan?
Struktur teks mengacu pada susunan bagian isi sebuah teks, seperti orientasi, komplikasi, dan resolusi pada teks naratif. Sementara itu, kaidah kebahasaan merujuk pada cara penyusunan bahasanya, seperti jenis kalimat, kata kerja, dan konjungsi yang digunakan, sehingga keduanya berbeda tetapi sama-sama penting dalam membangun teks yang utuh.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302208/original/030738800_1784536511-Screenshot_2026-07-20_150334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507012/original/063330600_1771481312-baznas_ramadan_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288232/original/069529200_1783308102-5zIzFckeDcjNKlXOd2MZQVIEk1Gyf9h4hPSTbYDk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301628/original/002576500_1784505654-ar7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301617/original/065063300_1784505165-ar1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301608/original/075036800_1784503489-TORRES_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301667/original/044600200_1784511418-messi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258400/original/000932100_1781342638-063_2281325777.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301814/original/084260800_1784520494-simeone.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163925/original/080587200_1742089761-madrid_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293816/original/090553700_1783751992-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302437/original/062865000_1784549461-Argentina_s_Lionel_Messi__10__takes_a_corner_watched_by_Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302430/original/022838000_1784547974-FIFA_President_Gianni_Infantino__left__and_President_Donald_J._Trump__center__congratulate_Spain_s_Pau_Cubars__.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302353/original/019992900_1784542330-000_C2LP6JB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295418/original/006986500_1783929204-hl.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299825/original/025310000_1784276038-11013551144653039014.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299628/original/025906500_1784269356-4deda12c-83ba-4d06-89e8-c18d4b6e6fff.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6209975/original/013668100_1779088136-pexels-grafik-bock-761064-10608904.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295276/original/035545300_1783923037-3xm9cGtqkESa8EVAHu0wdZfjZkNZJG4doUoX59cA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299568/original/065666000_1784265582-2133321089208716798.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298547/original/083982500_1784173887-G1mmkAgYqughOXDDvoRwymE8pQskswMNpSRoGdLa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299501/original/009458400_1784260541-11194701397089722172.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298548/original/098353700_1784173888-932ibCXTT7uknc5qMexcdTfwUqL5JcJIGIQfjgzC.jpg)