Liputan6.com, Jakarta Dalam dunia pendidikan dan komunikasi, kaidah kebahasaan memegang peranan penting sebagai pedoman berbahasa yang baik dan benar. Kaidah ini mencakup aturan tata bahasa, struktur kalimat, pilihan kata, hingga penggunaan gaya bahasa yang sesuai dengan jenis teks. Pemahaman terhadap kaidah kebahasaan membantu pembicara dan penulis menyampaikan gagasan secara jelas, logis, dan terstruktur. Tak heran jika dalam pelajaran Bahasa Indonesia, materi ini selalu menjadi fondasi dalam membangun keterampilan menulis maupun berbicara.
Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Komposisi (2004), menjelaskan bahwa kaidah kebahasaan mencakup ejaan, struktur kalimat, pilihan kata, dan organisasi wacana yang menjadi syarat utama dalam pembentukan teks yang efektif. Hal ini menandakan bahwa kaidah kebahasaan bukan hanya persoalan teknis gramatikal, tetapi juga berkaitan dengan cara menyusun pikiran dan ide dalam bentuk bahasa yang komunikatif.
Sementara itu, menurut Henry Guntur Tarigan dalam bukunya Pengajaran Gaya Bahasa (2009), menyebutkan bahwa pemakaian bahasa yang efektif sangat bergantung pada ketepatan memilih gaya dan bentuk kebahasaan yang sesuai dengan tujuan komunikasi dan jenis teks. Dengan mengenali jenis teks yang dibaca atau ditulis, seperti narasi, deskripsi, eksplanasi, atau persuasive. Maka pengguna bahasa akan lebih mudah menyesuaikan penggunaan struktur kalimat, kata kerja, dan konjungsi yang relevan. Hasilnya, penyampaian pesan menjadi lebih tepat sasaran dan menghindari kesalahpahaman dalam berkomunikasi.
Advertisement
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Rabu (11/6/2025).
Mengenal Kaidah Kebahasaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4576166/original/065034000_1694731378-20230915021128__fpdl.in__business-man-sitting-table-reading-book_1423-256_normal.jpg)
Kaidah kebahasaan merujuk pada aturan-aturan yang berlaku untuk membangun unsur-unsur kebahasaan seperti kata, kalimat, paragraf, maupun teks. Setiap teks memiliki kaidah kebahasaan yang berbeda-beda karena juga memiliki fungsi yang berbeda. Kaidah kebahasaan adalah kaidah-kaidah atau aturan-aturan yang digunakan dalam membentuk kata dan kalimat sebagai ciri ataupun pembeda dengan jenis teks lainnya.
Jadi, kaidah kebahasaan yaitu aturan yang dijadikan pedoman dalam suatu bahasa, termasuk dalam pembuatan suatu teks. Kaidah kebahasaan adalah suatu aturan dalam penggunaan suatu bahasa untuk membentuk tata bahasa yang baik. Kaidah kebahasaan berguna untuk memahami bagaimana ketentuan mengatur tata cara berbahasa baik secara lisan maupun tulisan. Kaidah kebahasaan berguna untuk mengenali ciri-ciri sebuah teks dan membedakannya dengan jenis teks lainnya.
Menurut Taufiqur Rahman dan Hamidulloh Ibda dalam buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan (2017), kaidah kebahasaan adalah aturan-aturan mendasar yang menjadi standar dalam memahami dan menggunakan bahasa. Dalam konteks teks, kaidah kebahasaan berfungsi sebagai penanda struktural yang membedakan jenis satu teks dengan teks lainnya, misalnya antara teks narasi dan teks eksposisi. Kaidah ini tidak hanya berguna dalam proses analisis teks, tetapi juga dalam produksi teks, baik lisan maupun tulisan, agar sesuai dengan kaidah tata bahasa yang berlaku.
Bila ditinjau dari segi etimologi, istilah kaidah kebahasaan berasal dari dua kata, yakni kaidah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI berarti rumusan asas yang menjadi hukum, dan kebahasaan yang mengacu pada segala hal yang berkaitan dengan unsur-unsur bahasa. Maka dari itu, kaidah kebahasaan dapat dimaknai sebagai seperangkat aturan yang mengatur cara menggunakan bahasa secara tertib, terstruktur, dan sesuai dengan norma linguistik. Kaidah ini mencakup aspek seperti tata kalimat, pemilihan kata, tanda baca, hingga hubungan antarparagraf, yang kesemuanya menjadi pedoman penting dalam pembuatan maupun pemahaman teks.
Advertisement
Unsur-Unsur Kaidah Kebahasaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4638285/original/017813900_1699323566-top-view-floral-bookmark-books.jpg)
1. Penggunaan Kata Benda (Nomina)
Nomina digunakan untuk menamai suatu benda, tempat, ide, atau konsep yang menjadi pusat perhatian dalam suatu teks. Dalam teks ilmiah, eksposisi, dan laporan hasil observasi, nomina banyak ditemukan dalam bentuk abstrak seperti kemiskinan, pendidikan, atau pertumbuhan ekonomi. Kata benda ini menjadi penanda tema pembahasan dalam teks.
2. Penggunaan Kata Kerja (Verba)
Verba merupakan unsur yang menunjukkan tindakan, proses, atau keadaan. Jenis verba yang digunakan bergantung pada jenis teks. Misalnya, teks prosedur menggunakan verba imperatif seperti “potonglah”, “campurkan”, dan “rebus”, sedangkan teks eksplanasi lebih banyak menggunakan verba pasif dan verba material, seperti “dihasilkan”, “terjadi”, atau “diproses”. Di sisi lain, teks narasi menggunakan verba aksi, seperti “berlari”, “menangis”, dan “menghilang” untuk menggambarkan tindakan tokoh.
3. Penggunaan Konjungsi (Kata Penghubung)
Konjungsi berfungsi untuk menyambung kata, frasa, atau kalimat. Kaidah kebahasaan mencakup penggunaan konjungsi yang sesuai dengan jenis teks. Dalam teks eksplanasi, digunakan konjungsi kausal seperti karena, sebab itu, atau akibatnya. Dalam teks naratif, digunakan konjungsi temporal seperti kemudian, setelah itu, atau pada akhirnya. Pemilihan konjungsi yang tepat membantu menjaga alur dan logika antarbagian teks.
4. Penggunaan Kata Rujukan
Kata rujukan seperti ini, itu, mereka, atau tersebut digunakan untuk merujuk pada kata atau frasa yang sudah disebutkan sebelumnya. Fungsinya adalah menjaga kohesi dalam teks, agar tidak terjadi pengulangan kata yang berlebihan dan teks tetap efisien serta mudah dipahami.
5. Kalimat Kompleks
Kalimat kompleks terdiri atas satu kalimat utama dan satu atau lebih anak kalimat yang saling berhubungan secara logis. Kalimat seperti ini umum dijumpai dalam teks eksposisi, argumentasi, dan eksplanasi yang membutuhkan penalaran. Contohnya: Karena udara mengandung partikel debu, maka penggunaan masker sangat dianjurkan. Kalimat ini mengandung hubungan sebab-akibat yang jelas dan disusun secara logis.
6. Kalimat Efektif
Kaidah kebahasaan juga menekankan penggunaan kalimat efektif, yaitu kalimat yang memenuhi syarat kehematan, kejelasan, kesepadanan struktur, dan ketepatan makna. Kalimat efektif membuat pesan tersampaikan dengan padat dan jelas tanpa pemborosan kata. Ini penting untuk semua jenis teks, terutama dalam tulisan ilmiah dan teks prosedur.
7. Sinonim dan Antonim
Penggunaan kata-kata sinonim (searti) dan antonim (berlawan arti) memperkaya variasi bahasa dan memperjelas makna. Dalam teks eksposisi atau deskripsi, penggunaan variasi ini membantu pembaca memahami perbedaan dan persamaan antar gagasan yang dijelaskan.
Kaidah Kebahasaan dalam Teks
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4576163/original/053336500_1694731378-20230915020557__fpdl.in__portrait-young-man-while-studying-books_641386-449_normal.jpg)
Setelah memhami pengertian kaidah kebahasaan, anda perlu mengetahui contohnya dalam teks. Contoh kaidah kebahasaan yang biasanya terdapat dalam teks yaitu sebagai berikut:
- Penggunaan bahasa bersifat standar (baku).
- Penggunaan konjungsi.
- Penggunaan kata kerja.
- Penggunaan fungsi keterangan waktu dan tempat yang mencakup unsur kapan dan di mana.
- Penggunaan kata benda.
- Penggunaan kata ganti orang.
- Penggunaan kata umum dan kata khusus.
- Penggunaan majas.
- Penggunaan sinonim dan antonim.
Advertisement
Contoh Kaidah Kebahasaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4590741/original/046306300_1695811958-nathan-aguirre-zVuDeGdjxgU-unsplash.jpg)
1. Kata Ganti Orang (Pronomina)
Orang pertama tunggal = Saya dan Aku.
Orang pertama jamak = Kami dan Kita.
Orang kedua tunggal = Kamu, Anda, dan Kau.
Orang kedua jamak = Kalian.
Orang ketiga tunggal = Dia dan Beliau.
Orang ketiga jamak = Mereka.
2. Kata Penghubung (Konjungsi)
Konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat. Contohnya yaitu sebagai berikut:
Konjungsi waktu = Sebelum, sesudah, setelah, dan ketika.
Konjungsi sebab-akibat = Karena, oleh sebab itu, maka, dan sehingga.
3. Kata Kerja (Verba)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), verba adalah kata yang menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan. Verba atau kerja adalah suatu kata yang menjelaskan suatu proses atau aktivitas yang dilakukan oleh suatu objek. Contohnya yaitu: membaca, menulis, memasak, mencuci, menjemur, berlari, dan berenang.
4. Kata Sifat (Adjektiva)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adjektiva adalah kata yang menerangkan nomina (kata benda) dan secara umum dapat bergabung dengan kata “lebih” dan “sangat”. Adjektiva atau kata sifat merupakan jenis kata yang menggambarkan ciri-ciri atau karakteristik dari suatu objek. Contohnya yaitu: besar, kecil, pintar, bodoh, dan tinggi.
5. Kelompok Kata (Frase)
Frasa merupakan istilah yang terbentuk dari gabungan beberapa kata yang dapat berperan sebagai subjek, predikat, objek, keterangan, atau pelengkap. Contohnya yaitu sebagai berikut:
Subjek = Aku, kamu, kita, dia, tikus, dan buku.
Predikat = membaca, menulis, berlari, dan memancing.
Objek = Hutan, buku, ikan, dan pensil.
Keterangan = di depan, di rumah, kemarin, pagi, dan minggu.
Pelengkap = warna dan ukuran.
6. Kata Depan (Preposisi)
Kata depan atau preposisi adalah jenis kata yang berguna untuk merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat dan biasanya diikuti oleh nomina atau pronomina. Contohnya yaitu sebagai berikut:
Di sekolah, di rumah, di depan, di atas, ke rumah, ke sana, dan ke sini.
7. Kata Baku
Kata baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia. Jadi, kata baku meruapakan kata yang sesuai dengan ketentuan pedoman kebahasaan yang telah ditetapkan, seperti PUEBI. Kata baku dalam bahasa Indonesia telah termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Contohnya yaitu: aktivitas dan apotek.
8. Adverbia (Kata Keterangan)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Adverbia adalah kata yang memberikan keterangan pada verba, adjektiva, nomina predikatif, atau kalimat. Adverbia atau yang sering disebut kata keterangan. Contohnya yaitu: sangat, lebih, tidak, dan lain-lain.
QnA yang Sering Dipertanyakan tentang Kaidah Kebahasaan
Q: Apa yang dimaksud dengan kaidah kebahasaan?
A: Kaidah kebahasaan adalah seperangkat aturan atau ketentuan yang mengatur penggunaan bahasa, baik secara lisan maupun tulisan. Kaidah ini mencakup aspek tata bahasa, pemilihan kata, struktur kalimat, hingga penggunaan konjungsi, dan menjadi pedoman dalam penyusunan serta pemahaman teks.
Q: Mengapa kaidah kebahasaan penting dipelajari?
A: Karena kaidah kebahasaan membantu seseorang menyusun teks yang terstruktur, logis, dan mudah dipahami. Tanpa memahami kaidah ini, teks bisa menjadi tidak jelas, membingungkan, atau menyimpang dari tujuan komunikatifnya. Kaidah juga menjadi ciri khas tiap jenis teks, seperti naratif, eksposisi, atau prosedur.
Q: Apakah kaidah kebahasaan sama dengan struktur teks?
A: Tidak. Struktur teks mengacu pada susunan bagian isi sebuah teks (seperti orientasi, komplikasi, resolusi dalam teks naratif), sedangkan kaidah kebahasaan merujuk pada cara penyusunan bahasanya, seperti jenis kalimat, kata kerja, konjungsi, dan aspek kebahasaan lainnya.
Q: Apa perbedaan antara kaidah kebahasaan dan gaya bahasa?
A: Kaidah kebahasaan lebih fokus pada aturan bahasa baku dan fungsional (misalnya penggunaan konjungsi, kata benda, atau kata kerja), sedangkan gaya bahasa lebih bersifat estetis atau ekspresif, seperti penggunaan majas, metafora, atau hiperbola untuk menambah efek dalam teks.
Q: Bagaimana cara mengenali kaidah kebahasaan dalam sebuah teks?
A: Cara paling mudah adalah dengan mengidentifikasi jenis teks terlebih dahulu, kemudian mencari ciri-ciri bahasa yang khas dalam teks tersebut. Misalnya, jika itu teks eksposisi, maka kamu akan menemukan banyak konjungsi sebab-akibat dan kata kerja bentuk pasif atau pendapat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4551208/original/066213600_1692935601-20230825072106__fpdl.in__textbooks-lying-near-bookcase_23-2147845949_normal.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369225/original/064000000_1759459826-adidas-trionda-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393442/original/070756800_1782273896-IMG-20260624-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8391143/original/089751400_1782271521-AP26174796770030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)