Liputan6.com, Jakarta - Cara mencegah kucing liar berak di sekitar rumah penting dilakukan agar lingkungan tetap bersih dan nyaman. Area yang sepi dan jarang dibersihkan sering menjadi tempat favorit kucing.
Berbagai cara mencegah kucing liar berak di sekitar rumah bisa diterapkan dengan langkah sederhana, seperti menjaga kebersihan dan menghilangkan bau yang menarik perhatian hewan tersebut.
Dengan memahami kebiasaan kucing, cara mencegah kucing liar berak di sekitar rumah dapat dilakukan lebih efektif sehingga halaman tetap higienis dan bebas gangguan.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara mencegah kucing liar berak di sekitar rumah, Kamis (16/4/2026).
1. Bersihkan Area dan Hilangkan Bau Penanda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3153865/original/001824700_1592288896-pexels-photo-1543793.jpeg)
Kucing memiliki indra penciuman yang sangat tajam, sehingga bau bekas kotoran atau urine dapat menjadi penanda wilayah yang kuat bagi mereka.
Jika area tidak dibersihkan dengan benar, kucing akan terus kembali karena menganggap tempat tersebut sebagai "toilet" yang aman.
Oleh karena itu, penting untuk membersihkan area secara menyeluruh hingga tidak menyisakan aroma sedikit pun. Gunakan sabun ringan atau pembersih ramah lingkungan untuk membersihkan permukaan lantai maupun tanah.
Hindari penggunaan cairan berbasis amonia karena baunya menyerupai urine kucing dan justru dapat menarik mereka kembali.
Untuk hasil yang lebih maksimal, gunakan pembersih berbasis enzim yang mampu mengurai sisa-sisa kotoran hingga ke akar bau, sehingga area benar-benar netral dan tidak lagi menarik bagi kucing.
Advertisement
2. Gunakan Aroma yang Tidak Disukai Kucing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476807/original/016542000_1768798799-kulit_jeruk.jpg)
Kucing cenderung menghindari aroma yang tajam dan menyengat karena dapat mengganggu indra penciumannya. Anda bisa memanfaatkan bahan alami seperti kulit jeruk, lemon, cuka, bubuk kopi, atau lada hitam sebagai pengusir alami.
Cara penggunaannya cukup fleksibel, bisa dengan menaburkan bahan tersebut di area yang sering didatangi kucing atau menyemprotkan campuran air dan cuka secara merata.
Selain mudah didapat, bahan-bahan ini juga relatif aman digunakan di lingkungan rumah. Agar hasilnya lebih optimal, lakukan pengulangan secara berkala karena aroma dapat memudar seiring waktu.
Metode ini menjadi pilihan praktis karena tidak hanya efektif, tetapi juga tidak membahayakan kucing maupun penghuni rumah.
3. Tanam Tanaman Pengusir Kucing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5273511/original/089239000_1751628743-Aromaterafi.jpg)
Beberapa jenis tanaman diketahui memiliki aroma yang tidak disukai kucing, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai penghalau alami.
Tanaman seperti lavender, rosemary, citronella, dan oregano bisa ditanam di sekitar halaman atau ditempatkan dalam pot di area tertentu.
Selain berfungsi sebagai pencegah, tanaman ini juga memberikan nilai estetika yang membuat lingkungan terlihat lebih hijau dan segar.
Penempatan yang strategis di titik-titik yang sering didatangi kucing akan meningkatkan efektivitasnya. Dengan perawatan yang baik, tanaman ini bisa menjadi solusi jangka panjang yang ramah lingkungan dan sekaligus mempercantik tampilan rumah.
Advertisement
4. Ubah Tekstur Permukaan Tanah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5225548/original/058512800_1747709745-f810a1d4-ee24-4e8a-a36a-d488d82a7f80.jpg)
Kucing menyukai tanah yang gembur, lembut, dan mudah digali untuk mengubur kotorannya. Dengan mengubah tekstur permukaan tanah menjadi lebih kasar atau tidak rata, Anda dapat menghilangkan kenyamanan tersebut.
Gunakan kerikil kecil, batu hias, serpihan kayu, atau pecahan kulit telur untuk menutupi area yang sering dijadikan tempat buang kotoran.
Alternatif lainnya adalah memasang kawat atau jaring di atas tanah agar kucing tidak dapat menggali. Metode ini cukup efektif karena langsung mengubah kondisi fisik area, sehingga kucing akan mencari tempat lain yang lebih nyaman.
5. Jaga Area Tetap Lembap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5402184/original/003651900_1762239953-Ilustrasi_Kucing.jpg)
Sebagian besar kucing tidak menyukai area yang basah atau lembap karena dianggap tidak nyaman. Anda bisa memanfaatkan kebiasaan ini dengan rutin menyiram tanah di area yang sering menjadi target. Tanah yang lembap akan membuat kucing enggan mendekat, apalagi jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus.
Cara ini cukup sederhana dan tidak membutuhkan biaya besar, namun tetap efektif jika dilakukan secara konsisten. Selain itu, area yang lembap juga membantu mengurangi debu dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Advertisement
6. Gunakan Air sebagai Penghalau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485811/original/050025600_1769562142-Untitled_design__2_.jpg)
Air merupakan cara yang aman dan tidak menyakiti untuk mengusir kucing liar. Menyemprotkan air saat kucing datang dapat memberikan efek jera tanpa menimbulkan bahaya.
Jika dilakukan beberapa kali, kucing akan mulai menghindari area tersebut karena merasa tidak nyaman. Untuk solusi yang lebih praktis, Anda bisa menggunakan alat penyiram otomatis yang dilengkapi sensor gerak.
Alat ini akan aktif saat mendeteksi keberadaan kucing, sehingga sangat membantu terutama ketika Anda tidak selalu berada di rumah. Metode ini efektif sebagai pencegahan jangka panjang karena bekerja secara konsisten tanpa perlu pengawasan langsung.
7. Manfaatkan Alat Ultrasonik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3287925/original/033372100_1604563956-pexels-pixabay-57416.jpg)
Alat ultrasonik bekerja dengan mengeluarkan suara atau getaran berfrekuensi tinggi yang tidak disukai kucing, tetapi tidak terdengar oleh manusia.
Perangkat ini biasanya dilengkapi sensor gerak yang akan aktif secara otomatis saat mendeteksi keberadaan kucing di area tertentu. Dengan penggunaan yang konsisten, alat ini dapat membantu mengusir kucing tanpa perlu kontak langsung.
Selain praktis, metode ini juga tergolong aman dan efektif sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga area rumah tetap bersih tanpa pengawasan terus-menerus.
Advertisement
8. Hilangkan Sumber Makanan dan Tempat Berlindung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507598/original/017091800_1771501297-healthy-fresh-pet-food-ingredients-dark-surface.jpg)
Kucing liar sering datang karena menemukan sumber makanan atau tempat berlindung yang aman dan nyaman. Oleh karena itu, pastikan tempat sampah selalu tertutup rapat dan tidak ada sisa makanan yang tercecer di sekitar rumah, termasuk pakan hewan peliharaan yang dibiarkan di luar.
Selain itu, periksa area seperti gudang, garasi, atau kolong rumah, lalu tutup celah atau lubang yang berpotensi menjadi tempat persembunyian. Dengan menghilangkan daya tarik ini, kucing akan cenderung mencari lokasi lain.
9. Pasang Penghalang dan Libatkan Lingkungan Sekitar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534433/original/029071500_1773823204-Pagar_Kayu_Polos.jpg)
Memasang penghalang fisik seperti pagar, jaring, atau kawat tambahan dapat membantu membatasi akses kucing ke halaman rumah.
Anda juga bisa menanam tanaman berduri seperti mawar atau kaktus sebagai penghalau alami yang efektif. Namun, penanganan masalah ini akan lebih optimal jika dilakukan bersama lingkungan sekitar.
Ajak tetangga untuk tidak memberi makan kucing liar sembarangan dan pertimbangkan langkah bersama seperti program sterilisasi agar populasi kucing dapat dikendalikan dalam jangka panjang.
Q & A Seputar Topik
Apakah aman mengusir kucing liar dengan bahan alami?
Ya, bahan alami seperti kulit jeruk, cuka, atau bubuk kopi umumnya aman dan tidak membahayakan kucing jika digunakan dengan benar dan tidak berlebihan.
Kenapa kucing liar sering buang air di halaman rumah?
Kucing liar sering buang air di halaman rumah karena tanah gembur dianggap ideal untuk menggali dan mengubur kotoran, serta sebagai cara menandai wilayah.
Apakah menyemprot kucing dengan air itu kejam?
Tidak, menyemprot kucing dengan air tidak kejam selama dilakukan dengan lembut dan tidak langsung ke wajah. Air hanya membuat kucing tidak nyaman tanpa menyakiti, sehingga mereka menjauh.
Bagaimana cara menghilangkan bau urin kucing secara efektif?
Untuk menghilangkan bau urin kucing secara efektif, gunakan pembersih berbasis enzim. Hindari pembersih amonia karena baunya mirip urin dan dapat menarik kucing kembali.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302055/original/028598000_1784530995-Presiden_ke-7_Jokowi_kumpulkan_teman_kuliah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3571238/original/019687000_1631605299-pexels-photo-156934.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329796/original/088283600_1787296544-2147695761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5194756/original/057934400_1745306835-tambang_PT_Freeport_Indonesia.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5141788/original/019080200_1740383972-closeup-shot-human-hand-holding-paw-kitten.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8267413/original/057204800_1782116356-hl3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261940/original/033502100_1781763442-hl4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4631240/original/098216700_1698805892-pexels-no-name-787876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260319/original/006652300_1781586210-pagar_pot2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8062371/original/061525200_1780906753-Pagar_Motif_Gelombang_Abstrak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256157/original/022012700_1781149311-rosemary.jpg)