Sukses

Nikmatnya Daging Paing, Kelelawar Raksasa Khas Kalteng

Citizen6, Barito Timur: Kelelawar kerapkali diburu untuk jadi santapan lezat di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Barito Timur. Kelelawar berukuran besar ini, dalam periode tertentu sering dijumpai di pasar, dikandangkan oleh para penjual binatang mamalia yang bisa terbang ini.

Paing, sebutan orang Suku Dayak Ma'anyan & Lawangan di Kab Bartim untuk kelelawar besar yang masih masuk ordo Chiroptera ini, biasanya diperdagangkan dalam keadaan hidup. Satu ekornya mencapai Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu, tergantung ukuran badannya.

Tapi jika Anda penggemar masakan daging digoreng, mungkin Anda harus melupakan cara ini. Sebab kata orang setempat, paing hanya bisa dimasak kuah dan tidak boleh kebanyakan bumbu, karena justru akan mengurangi kelezatan dan keempukan tesktur dagingnya.

Maka lazimnya, Paing akan dikuliti, lalu direbus dengan bumbu sedikit bawang putih, garam, vetsin serta dicampuri sayuran tertentu. Seperti buah akar keladi atau sayur panjang sejenis kacang panjang, yang biasa disebut sulur.

Paing rentang sayapnya mencapai 30 cm lebih, badannya berdiameter hampir sepergelangan tangan orang dewasa dengan panjang kurang lebih 20 cm dan kepalanya sebesar kepalan tangan balita normal. Rasa dagingnya? Mirip daging ayam kampung, burung dara atau merpati. (Iwan Prasetya/bnu)

*Iwan Prasetya adalah pewarta warga dari Kalimantan tengah.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke citizen6@liputan6.com.