Pelatihan Baking di Sunter Jaya Dorong Ekonomi Inklusif dan Pemberdayaan Warga

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan

Diterbitkan 17 Juli 2025, 03:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menggelar pelatihan baking bertajuk “Equal and Empowered Through Creations” di Kantin Gereja St Yohanes Bosco, Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Sabtu (12/7).

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya poin pertama, Tanpa Kemiskinan.

Pelatihan ini bertujuan memberikan keterampilan praktis kepada para pelaku usaha kuliner sekaligus membuka ruang setara bagi kelompok rentan dalam mengembangkan ekonomi lokal. Dengan mengusung tema kesetaraan dan pemberdayaan, program ini menjadi salah satu wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Integrated Terminal (IT) Jakarta.

 

Inklusivitas Jadi Fokus

Peserta kegiatan kali ini datang dari berbagai latar belakang, termasuk kelompok replikasi Lovely Hands yang beranggotakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), komunitas Sunterpreneur, serta mitra Sekolah Lansia dari Sudin PPAPP Jakarta Utara. Kehadiran Lurah Sunter Jaya Eka Persilian Yeluma, Pendeta Yosep Suban, dan perwakilan Sudin PPAPP Jakarta Utara turut menegaskan dukungan terhadap inisiatif pemberdayaan masyarakat ini.

Dipandu Chef Lutfi dan timnya, para peserta mempelajari pembuatan roti dan kue bebas gluten seperti Brioche, Bread Loaf, hingga Carrot Cake. Suasana hangat terlihat saat peserta aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari teknik dasar hingga tips penyajian.

 

Harapan untuk Pemberdayaan Berkelanjutan

Evi Chrisna Magdalena, pendamping komunitas Lovely Garden, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi langkah penting dalam membuka peluang bagi ABK agar lebih percaya diri dan diakui haknya di masyarakat.

“Pelatihan ini membuka wawasan dan memberi kepercayaan diri bagi anak-anak Lovely Garden untuk terus berkembang serta memiliki hak yang sama di mata masyarakat,” ujar Evi.

Sementara itu, Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga JBB, Muslim Dharmawan, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah awal dalam mendorong UMKM yang lebih inklusif.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Inklusivitas menjadi prinsip utama dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” katanya.