Sukses

Harga Minyak Goreng Turun, Hati-Hati Risiko Penyakit Jantung

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak goreng yang sempat meroket akhirnya dapat dikontrol. Mulai hari ini, harga minyak goreng turun menjadi Rp 14 ribu per liter.

Masyarakat tentu bersuka cita menyambut kabar gembira ini mengingat kenaikan harga minyak cukup meresahkan. Apalagi bagi para ibu rumah tangga dan pelaku bisnis kuliner yang sehari-harinya membutuhkan minyak goreng.

Namun, jangan sampai turunnnya harga minyak goreng ini membuat pola makan kita kebablasan. Terlalu banyak mengonsumsi minyak goreng tak baik untuk kesehatan tubuh kita.

Dikutip dari laman Times Of India, Rabu (19/1/2022), mengonsumsi minyak goreng kelapa sawit dapat meningkatkan risiko stroke dan juga serangan jantung. Mengonsumsinya secara teratur dipercaya dapat membuat darah di arteri mengental dan mengeras sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Seperti diungkapkan pakar nutrisi Sandhya Gugnani dalam Times of India. "Minyak sawit diketahui memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi dan konsumsi secara teratur dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat," tutur Gugnani.

Walau harga minyak goreng turun, sebaiknya kita mengganti minyak itu dengan sumber lemak lain yang lebih menyehatkan. "Disarankan untuk menggunakan sumber lemak lain untuk kebutuhan sehari-hari," imbuh Gugnani.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Harga Minyak Goreng Turun

Pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp 7,6 triliun untuk upaya penstabilan harga minyak goreng.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan, pemerintah mulai memberlakukan minyak goreng satu harga. Harga minyak goreng yang ditetapkan pemerintah ini adalah Rp 14.000 per liter untuk kemasan 1 liter, 2 liter, 5 liter, hingga 25 liter.

Dia memaparkan, harga minyak goreng yang baru turun ini mulai berlaku pada 19 Januari 2022, pukul 00.01. Kontrol harga minyak goreng ini dikhususkan untuk penggunaan rumah tangga dan usaha mikro dan kecil.