Sukses

Kota di Jepang Ini Larang Wisatawan Makan Sambil Jalan, Mengapa?

Liputan6.com, Jakarta - Saat kamu sedang mengunjungi sebuah negara, belum lengkap rasanya jika tak menikmati kuliner pinggir jalan atau street food di negara tersebut. Biasanya, jajanan pinggir jalan lebih menarik karena jenisnya yang beragam dan ramai dengan orang yang mengantre untuk mencicipinya. 

Namun, terlepas dari hal tersebut, terdapat beberapa negara yang memiliki peraturan tertentu saat kita berkunjung ke tempat makan yang dituju. Sebuah kota di Jepang, Kamakura, memiliki peraturan khusus bagi kamu para penikmat makanan pinggir jalan.

Kamakura melarang kamu makan saat sedang berjalan. Di sana tampak para pelanggan duduk di sebelah stan sambil menikmati makanannya.

2 dari 4 halaman

Untuk Menghindari Sampah yang Berserakan

Aturan ini muncul sejak 2017, di mana terdapat beberapa pengunjung yang mengeluh karena pakaian mereka kotor sebab terkena es krim atau kuah pangsit. Selain itu, alasan lainnya adalah untuk menghindari pembeli yang buang sampah sembarangan.

Masih banyak orang yang membuang sampah makanannya tidak pada tempatnya. Larangan makan sambil jalan ini bertujuan agar para pembeli dapat membuang langsung sampah sisa makanannya ke tempat sampah yang telah disediakan oleh penjual.

Alasan lainnya yakni karena terlihat tidak sopan. Jepang terkenal dengan gaya hidup masyarakatnya yang sangat menghargai waktu.

Namun, makan sambil berjalan agar dapat meringkas waktu justru tak dianjurkan. Etika makan mereka sejak kecil adalah makan dengan rapi dan tenang. Kalau diperhatikan, masyarakat Jepang jarang menikmati makanan sambil berjalan.

3 dari 4 halaman

Tak Ada Denda

Dengan keluarnya aturan tersebut, Kamakura berusaha untuk memerangi sampah dan menghentikan sisa makanan yang mengotori jalan raya di kota paling populer tersebut. Namun, tak ada denda khusus pula yang diberikan ketika pelanggaran tersebut terjadi.

Kamakura menjadi kota yang sering dikunjungi oleh wisatawan saat berkunjung ke Jepang. Terdapat kuil dan patung Buddha dari perunggu yang sudah ada sejak tahun 1252. Kamakura juga dipenuhi dengan toko-toko souvenir, restoran, dan makanan-makanan yang lezat.

Penulis: 

Ulya Kaltsum 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Korban Tewas Virus Corona 2.247, 634 Orang di Kapal Diamond Princess Positif COVID-19
Artikel Selanjutnya
Mengantuk, Pria Jepang Masukkan Makanan ke dalam Mesin Cuci