Sukses

Belajar Meredam Hoaks di WhatsApp Lewat Seminar DJC-CI

Liputan6.com, Jakarta - Data and Computational Journalism Conference Indonesia (DCJ-CI) resmi dibuka pada Rabu 27 Juli 2022. Kegiatan ini merupakan konferensi jurnalisme data pertama yang digelar di Indonesia.

DCJ-CI diselenggarakan oleh Universitas Multimedia Nusantara atas kerja sama dengan Dewan Pers, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Journocoders Indonesia, Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM), serta dukungan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) dan sejumlah media massa nasional.

Kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman kepada para peserta untuk mewaspadai informasi palsu atau hoaks yang beredar di media sosial, satu di antaranya di aplikasi percakapan WhatsApp.

Wakil Pemimpin Redaksi Liputan6.com, Elin Yunita mengatakan, saat ini WhatsApp memiliki 2,24 miliar pengguna di seluruh dunia. Atas dasar itu, WhatsApp merupakan sosial media paling populer.

Dengan banyaknya pengguna, informasi yang beredar di WhatsApp juga tak terkendali. Apalagi, WhatsApp merupakan sosial media yang menerapkan fitur enkripsi end to end.

Artinya, fitur ini mampu mengamankan pesan teks, gambar, suara ataupun video, dan hanya penerima saja yang bisa mengakses pesan tersebut.

"Informasi yang beredar di WhatsApp sulit dikendalikan. Karena kita enggak bisa masuk ke grup-grup yang terenskripsi itu," kata Elin saat menjadi pembicara di seminar online DCJ-CI, Jumat (29/7/2022).

Menurut Elin, memberantas hoaks di aplikasi WhatsApp merupakan sebuah tantangan. Karena itu, Liputan6.com membuat sejumlah program untuk melawan penyebaran hoaks di aplikasi percakapan tersebut.

Misalnya saja, membangun jaringan pegiat Cek Fakta lewat grup WhatsApp dan membuat Chatbot WhatsApp Cek Fakta yang dapat diakes dengan mudah oleh pengguna internet. Dengan program tersebut, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam melawan hoaks khususnya yang beredar di WhatsApp.

"Dengan kita membagikan link-link berita, minimal kita membagikan alternatif jawaban kepada masyarakat. Siapapun yang membagikan informasi di grup WhatsApp masing-masing, tidak sia-sia, itu bagian dari edukasi yang kita lakukan," tambah Elin.

Sebelumnya, Project Officer DCJ-CI Utami Diah Kusumawati melaporkan sudah ada sekitar 1.200 orang dari kalangan media massa, perguruan tinggi, dan lembaga pemerintahan yang terdaftar sebagai peserta acara ini.

"Kita berharap bisa mendorong (jurnalisme) Indonesia menjadi lebih baik dengan berbasis data dan fakta," kata Utami dalam pembukaan konferensi DCJ-CI di Universitas Multimedia Nusantara, Rabu 27 Juli 2022. 

Utami berharap, DCI-CJ bisa memfasilitasi para praktisi dan pendidik bidang jurnalisme data untuk membangun jaringan di dalam dan luar negeri.

Acara ini juga diharapkan bisa mengembangkan praktik pengecekan fakta, penggunaan teknologi realitas tertambah (augmented reality) di ruang redaksi, produksi artikel tiga dimensi yang interaktif, kerja sama investigasi lintas negara, serta pengembangan kurikulum jurnalisme data.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.