Sukses

Kabar Hoaks Seputar Syekh Ali Jaber

Liputan6.com, Jakarta- Nama Syekh Ali Jaber mencuat pasca penusukan dirinya saat sedang berdakwah di Bandar Lampung pada Minggu (13/9/2020). Tidak hanya dalam pemberintaan media, Informasi terkait Syekh Ali Jaber pun beredar di dunia maya dan juga dijadikan bahan hoaks oleh segilintir oknum 

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi terkait Syekh Ali Jaber yang bertebaran di dunia maya, dengan hasil tentu saja tidak benar alias hoaks.

Berikut informasi hoaks seputar Syekh Ali Jaber hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1. Jokowi Sebut Penusukan Syekh Ali Jaber Kriminal Biasa karena Tidak Sampai Mati

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut penusukan Syekh Ali Jaber kriminal biasa karena tidak sampai mati di situs Republika.co.id.

Klaim tersebut berupa tangkapan layar cuitan akun Twitter situs berita Republika.co.id @republikaonline, berikut cuitannya:

"Jokowi: Tidak Perlu Dibesar besar kan, Penusukan Ustad Ali Djaber Itu Kriminal Biasa. Ustad Juga Nda Sampai Mati".

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim Jokowi menyebut penusukan Syekh Ali Jaber kriminal biasa karena tidak sampai mati di situs Republika.co.id  tidak benar.

Cuitan tautan artikel berita Republika.co.id asli telah diubah, foto bergambar Presiden Jokowi itu adalah tentang tempat isolasi pasien covid-19. Jadi bukan berita penusukan Syekh Ali Jaber.

2. Syekh Ali Jaber Tidak Pulang ke Madinah

Beredar foto Syekh Ali Jaber yang dikabarkan pulang ke Madinah, Arab Saudi, usai adanya kasus penikaman, beberapa hari lalu.

Foto yang menyebut Syekh Ali Jaber pulang ke Madinah adalah false. Faktanya, Syekh Ali Jaber ada kegiatan dakwah di daerah Jember, Kabupaten Malang, pada Kamis (17/9/2020).

3. Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Sudah Bebas

Klaim tentang pelaku penusukan Syekh Ali Jaber sudah bebas beredar di media sosial.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim tentang pelaku penusukan Syekh Ali Jaber sudah bebas ternyata tidak benar. Pelaku penusukan Syekh Ali Jaber berinisial AA saat ini masih ditahan di balik jeruji besi Polrestabes Bandar Lampung. Konten yang disebarkan akun Facebook HIdayat tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

4.  Foto Syekh Ali Jaber Merapat ke Pemerintah

Cek Fakta Liputan6.com memperoleh foto yang mengklaim Syekh Ali Jaber merapat ke pemerintah. Dalam foto yang mengklaim Syekh Ali Jaber merapat ke pemerintah tersebut, menampilkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Syekh Ali Jaber, bersama tiga orang lainnya.

Pada foto tersebut diberikan tulisan sebagai berikut:

"Dulu syekh ali jaber ini pro 212 waktu demo Ahok belakangan setelah 212 makin lemah dan Syekh ali jaber mendapat kewarganegaraan RI dia mulai berbalik arah mendukung pemerintah jadi benang merahnya ada di situ bisa jadi si pelakuk ada kaitanya dengan kardun lalu kardun lainya akan melempar kesalahan ke pemerintah".

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim foto Syekh Ali Jaber merapat ke pemerintah tidak benar.

Syekh Ali Jaber berfoto dengan Jokowi dalam agenda silaturahmi dengan tokoh H Halim itulah Presiden Jokowi bertemu dengan Syekh ali Jaber.

Syekh Ali Jaber sendiri memang kerap diundang oleh H Halim dalam acara-acara keagamaan.

Saat itu Syekh Ali Jaber diundang untuk tausiyah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama se-Sumsel di kediaman Kms HA. Halim, Sabtu (24/11/2018) malam.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.