5 Diaspora Anyar yang Bisa Bantu Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030

Timnas Indonesia membidik Piala Dunia 2030. Lima pemain diaspora potensial bisa direkrut.

Pemain berusia 25 tahun berkewarganegaraan Belanda ini memiliki kakek asal Indonesia. Ia pernah menyatakan keinginan membela Timnas Indonesia dan mengaku akan bangga jika kesempatan itu datang.

Meski demikian, Zandbergen menegaskan belum dapat memastikan apakah proses untuk memperoleh kewarganegaraan Indonesia dapat dirampungkan.

3. Julian Oerip

Nama berikutnya adalah Julian Oerip, gelandang muda yang kini berkiprah di AZ Alkmaar U-21. Ia dikenal memiliki karakter permainan kreatif yang dapat menambah variasi di lini tengah.

Oerip memiliki garis keturunan Indonesia dari ayah dan kakek yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Jalur tersebut membuatnya berpotensi memenuhi syarat keturunan.

Jika kelak memegang paspor Indonesia, Oerip berpeluang menempati peran penting sebagai pengatur serangan Tim Garuda. Ia juga tercatat sempat memperkuat Timnas Belanda kelompok usia.

Berusia 19 tahun, Oerip tampil impresif di Liga 2 Belanda musim 2026/2027. Bersama AZ Alkmaar U-21, ia menorehkan tiga gol dan empat assist dari 10 pertandingan.

4. Daijiro Chirino

Daijiro Chirino menjadi sosok lain yang patut dipantau untuk memperkuat area pertahanan. Pemain 24 tahun berdarah Maluku ini memiliki kapasitas yang relevan dengan kebutuhan tim.

Posisi bek kanan yang saat ini ditempati Kevin Diks bisa semakin kompetitif bila Chirino bergabung, mengingat profilnya yang sesuai untuk peran tersebut.

Pada musim 2026/2027, Chirino bermain untuk Almeria di kasta kedua Liga Spanyol. Ia menorehkan satu gol dari delapan penampilan, kontribusi yang menandakan kemampuannya membantu fase serangan dari sisi sayap.

5. Demiane Agustien

Di Inggris, Demiane Agustien memperkuat Arsenal. Penyerang 19 tahun berkebangsaan Belanda itu kian intens dipantau karena potensinya untuk mengisi lini ofensif Tim Garuda.

Musim ini, Agustien sudah tampil dalam tiga laga Premier League 2 dan disebut masuk radar pelatih John Herdman.

Agustien lahir di Belanda pada 28 Juli 2007. Ia memiliki nenek dari pihak ibu yang berasal dari Indonesia, sehingga secara prinsip memenuhi syarat keturunan untuk proses kewarganegaraan.

Di level tim nasional, Agustien pernah membela Curacao U-17 sebelum kemudian bermain untuk Timnas Belanda U-18 dan U-19, termasuk tampil di kualifikasi Euro U-19 2026.

Banyak yang menyebut Agustien memiliki kualitas dan gaya bermain menyerupai Jamal Musiala, gambaran yang membuatnya menarik untuk dipertimbangkan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Vincentius Atmaja, Harley Ikhsan, Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Copy Link
Batalkan