Piala Asia 2027 di Arab Saudi Terancam Ditunda Usai Serangan Rudal di Riyadh

Serangan rudal di Riyadh memicu kekhawatiran keamanan menjelang Piala Asia 2027; federasi dan pemain minta evaluasi risiko.

Keputusan terkait perjalanan Timnas Australia juga akan mempertimbangkan rekomendasi pemerintah, termasuk arahan resmi yang diterbitkan kepada warga negara mereka.

Pemerintah Australia, melalui laman Smartraveller, masih menyarankan warganya untuk mempertimbangkan kembali kebutuhan bepergian ke Arab Saudi secara keseluruhan karena situasi keamanan.

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Jepang memilih menarik diri dari FIFAe World Cup yang dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada Oktober 2026 setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi keselamatan di negara tuan rumah.

Langkah Jepang menjadi sinyal bahwa perkembangan situasi keamanan telah memengaruhi partisipasi dan penyelenggaraan beberapa agenda olahraga internasional di Arab Saudi.

AFC Belum Berkomentar

Hingga kini, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) belum memberikan komentar resmi saat dimintai tanggapan mengenai potensi risiko keamanan menjelang turnamen.

Penyelenggara Arab Saudi telah menyiapkan fasilitas serta menjalin kemitraan komersial untuk mendukung Piala Asia 2027; sejumlah perusahaan lokal seperti Aramco, Alrajhi Bank, dan NEOM tercatat sebagai sponsor.

Negara itu juga sebelumnya ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034 melalui keputusan FIFA yang diumumkan pada 2024.

Perkembangan situasi keamanan menjadi tantangan serius bagi persiapan kegiatan sepak bola internasional di Arab Saudi, sehingga penyelenggara dan pemangku kepentingan diharapkan terus melakukan evaluasi berdasarkan kondisi terkini.

Kepastian mengenai langkah mitigasi risiko dan pengamanan akan menjadi faktor kunci untuk memastikan turnamen dapat berlangsung sambil mengutamakan keselamatan semua pihak yang terlibat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Benediktus Gerendo Pradigdo, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Copy Link
Batalkan