Kontroversi Duta Situs Judi Rusia Bayangi Peluang Andrea Pirlo Latih Timnas Italia

Peluang Andrea Pirlo melatih timnas Italia terancam setelah ia menjadi duta merek perusahaan taruhan Rusia, Fonbet, memicu kontroversi di Italia.

OlehThomas
Diterbitkan 27 Juli 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peluang Andrea Pirlo untuk menduduki kursi pelatih tim nasional Italia berada di ujung tanduk. Mantan gelandang legendaris tersebut terjerat kontroversi serius akibat perannya sebagai duta merek global untuk Fonbet, sebuah perusahaan taruhan asal Rusia. Situasi ini menimbulkan 'gesekan signifikan' di kalangan politisi Italia dan sedang dievaluasi ketat oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Peran Pirlo sebagai duta merek Fonbet bermula pada Oktober tahun lalu, saat ia masih melatih klub United FC di Liga Pro Uni Emirat Arab. Kontroversi memuncak setelah ia bersama mantan rekan setimnya, Marco Materazzi, menghadiri acara promosi Fonbet di Stadion Luzhniki, Moskow, pada Mei 2026.

Kunjungan ini menuai kritik tajam karena bertepatan dengan serangan udara Rusia ke Ukraina. Di Italia, iklan perjudian dilarang keras, sehingga keterlibatan Pirlo dinilai melanggar aturan ketat tersebut.

Sebelum kontroversi ini mencuat, Pirlo disebut-sebut sebagai kandidat terdepan untuk melatih Gli Azzurri, menyusul penolakan dari Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola.

Reaksi Keras dari Parlemen hingga Organisasi Konsumen

Berbagai pihak di Italia menyuarakan penolakan keras terhadap potensi penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas. Pina Picierno, Wakil Presiden Parlemen Eropa, menyatakan bahwa sepak bola Italia membutuhkan 'revolusi budaya, etika, dan manajerial'. Menurutnya, pilihan Pirlo justru 'bergerak ke arah yang berlawanan' dari kebutuhan tersebut.

Organisasi perlindungan konsumen Italia, Codacons, bahkan berencana untuk mengajukan keluhan resmi kepada Otoritas Regulasi Komunikasi. Codacons mengancam akan mengajukan banding ke Pengadilan Administratif Regional Lazio untuk memblokir penunjukan Pirlo jika ia resmi ditunjuk. Mereka menegaskan bahwa Pirlo 'sama sekali tidak kompatibel' dengan posisi manajemen sepak bola Italia berdasarkan peraturan yang berlaku. Codacons juga menyebut Pirlo bisa menghadapi denda sebesar 20% dari nilai sponsor jika keluhan mereka diterima.

Ignazio La Russa, Ketua Senat Italia, turut menyuarakan keraguannya. Meskipun menghormati sosok seperti Malagò, Leonardo, dan Maldini, La Russa menilai penunjukan Pirlo sebagai pelatih adalah 'langkah yang penuh risiko'.

Pembelaan Andrea Pirlo di Tengah Badai Kritik

Menanggapi gelombang kritik, Andrea Pirlo merilis pernyataan di saluran media sosialnya pada 26 Juli 2026. Dalam pernyataannya, Pirlo mengungkapkan kesedihannya atas perdebatan yang berkembang seputar namanya dan kemungkinan melatih timnas Italia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Ia menegaskan bahwa sepanjang kariernya, baik sebagai pemain maupun pelatih, ia selalu menjalankan tugasnya dengan menghormati hukum negara tempat ia bekerja dan kontrak yang telah ia tandatangani. Pirlo menjelaskan bahwa kolaborasi profesional dengan Fonbet merupakan bagian dari pengalamannya bekerja di Uni Emirat Arab dan bersifat 'eksklusif komersial dan olahraga'. Ia menolak atribusi makna politik pada kolaborasi tersebut, menyatakan bahwa hal itu berarti mengaitkan keyakinan yang tidak pernah ia ekspresikan dan tidak ia miliki. Pirlo juga menyampaikan terima kasih kepada Paolo Maldini dan Leonardo atas rasa hormat serta kepercayaan yang mereka tunjukkan kepadanya. Ia menyesalkan bahwa pilihan olahraga dengan cepat terseret ke dalam konfrontasi publik yang akhirnya mengaitkan makna dan niat yang tidak dimilikinya. Pirlo menutup pernyataannya dengan kalimat, "Cinta untuk Italia tidak bergantung pada jabatan. Itu adalah bagian dari sejarah saya, identitas saya, dan akan terus menemani saya, selalu."

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan