Tarik Ulur Politik pada Kasus Duta Situs Judi Andrea Pirlo

Kontroversi Andrea Pirlo sebagai duta perusahaan judi Rusia melebar ke ranah politik dan menghambat peluangnya menjadi pelatih Timnas Italia.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 16:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Andrea Pirlo menghadapi rintangan besar untuk menjadi pelatih Timnas Italia. Bukan karena rekam jejak kepelatihannya, melainkan akibat hubungan komersialnya dengan perusahaan taruhan asal Rusia yang kini menjadi sorotan publik.

Nama legenda Azzurri tersebut sempat menjadi kandidat terdepan untuk menggantikan Gennaro Gattuso. Namun, proses penunjukan Pirlo kini tersendat setelah muncul penolakan dari kalangan politik Italia.

Kontroversi ini berkembang jauh melampaui persoalan olahraga. Peran Pirlo sebagai duta global rumah judi memicu perdebatan mengenai etika, citra nasional, hingga sensitivitas hubungan Italia dengan Rusia.

Situasi tersebut membuat Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) berada dalam posisi sulit. Selain mempertimbangkan kualitas Pirlo sebagai pelatih, federasi juga harus memperhitungkan dampak politik yang muncul dari keputusan tersebut.

Andrea Pirlo saat ini masih melatih United FC di Liga Pro Uni Emirat Arab. Pada Oktober lalu, mantan gelandang AC Milan dan Juventus itu juga menandatangani kerja sama sebagai duta global perusahaan taruhan Rusia.

Kesepakatan komersial tersebut kini menjadi penghalang utama dalam proses pencalonannya sebagai pelatih Timnas Italia. Sejumlah tokoh di FIGC bersama anggota parlemen Italia menilai hubungan dengan operator judi asal Rusia tidak sejalan dengan posisi sebagai pelatih tim nasional.

Meski mendapat dukungan dari direktur teknik FIGC, Paolo Maldini, gelombang kritik terus menguat. Kontroversi itu bahkan disebut menciptakan gesekan serius di internal sepak bola Italia maupun di lingkungan politik.

"Setelah kekalahan lagi dan kegagalan kualifikasi Piala Dunia lagi, sepak bola Italia sangat membutuhkan revolusi budaya, etika, dan manajerial. Pilihan Andrea Pirlo justru berlawanan arah," kata Pina Picierno, wakil presiden Parlemen Eropa.

Kontroversi yang Terus Meluas

Penolakan terhadap Pirlo membuat proses pencarian pelatih baru Timnas Italia kembali berada dalam ketidakpastian. Media-media Italia melaporkan Paolo Maldini bahkan disebut dapat mempertimbangkan kembali posisinya apabila pencalonan Pirlo benar-benar diblokir.

Kontroversi tersebut menunjukkan bahwa keputusan memilih pelatih kini bukan hanya soal prestasi dan pengalaman. Faktor citra publik serta implikasi politik ikut menjadi pertimbangan penting bagi FIGC.

Keraguan juga datang dari Ketua Senat Italia, Ignazio La Russa. Meski menghormati figur-figur penting di federasi, ia mengaku belum yakin Pirlo merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Gli Azzurri.

"Saya menghormati Malago, (penasihat federasi) Leonardo dan Maldini, dalam urutan tersebut, dan karena itu saya tidak langsung membuat pernyataan apa pun tentang Pirlo sebagai pelatih Italia, juga karena menghormati mereka," kata La Russa kepada kantor berita ANSA.

"Tentu saja saya adalah penggemar Italia dan Pirlo adalah juara hebat, tetapi sebagai pelatih, itu adalah lompatan ke dalam kegelapan," tambahnya.

Sumber: Reuters

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tempat Menonton Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026

Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan