Kericuhan di Luar Stadion Azteca Warnai Pembukaan Piala Dunia 2026 Meksiko

Pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca diwarnai bentrokan antara demonstran dan polisi, namun laga Meksiko vs Afrika Selatan tetap berjalan sesuai jadwal.

Diterbitkan 12 Juni 2026, 15:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Massa aksi membawa poin tuntutan berupa penyesuaian gaji hingga 100 persen serta pembatalan Undang-Undang ISSSTE 2007 yang mengatur reformasi dana pensiun di bawah kepemimpinan Presiden Claudia Sheinbaum. Dampak dari gerakan ini tergolong masif, mengingat aksi mogok kerja nasional tersebut mengganggu aktivitas belajar lebih dari satu juta murid.

Situasi kian kompleks lantaran perwakilan keluarga dari sekitar 130 ribu korban hilang akibat gelombang kekerasan di Meksiko turut ambil bagian dalam aksi. Mereka berbaur dengan barisan para guru sambil membentangkan poster yang mendesak FIFA untuk meninjau ulang keputusan menunjuk negara tersebut sebagai tuan rumah.

Rentetan peristiwa ini menambah beban persoalan keamanan internal domestik, setelah pada Februari lalu wilayah dekat Guadalajara sempat diguncang ketegangan menyusul operasi militer yang menyasar pimpinan sindikat narkoba Nemesio Ruben Oseguera Cervantes.

Dampak di Mexico City

Guna meminimalkan dampak gangguan mobilitas, otoritas setempat sebenarnya telah mengambil langkah preventif dengan meliburkan aktivitas persekolahan di wilayah ibu kota pada hari H pertandingan. Namun, penghentian operasional di beberapa stasiun Metro Meksiko City tetap tidak terhindarkan begitu konsentrasi massa mulai memasuki koridor transportasi utama.

Sisi positifnya, potensi gesekan di area fan zone Alun-alun Zocalo dapat diredam secara lebih persuasif, sehingga agenda nonton bersama tetap dapat dinikmati warga sesuai rencana semula. Kondisi ibu kota secara umum perlahan mulai kondusif mendekati waktu sepak mula.

Sementara itu dari dalam lapangan, Meksiko sukses mengunci laga perdana dengan keunggulan 2-0 atas Afrika Selatan. Dua gol kemenangan tersebut masing-masing disumbangkan oleh Julian Quinones dan Raul Jimenez pada pertandingan yang berjalan intens dengan keluarnya tiga kartu merah.

Perolehan tiga poin ini menjadi modal krusial bagi perjalanan El Tri di fase Grup A, walaupun atmosfer kemenangan tersebut sedikit tereduksi oleh riak ketegangan yang terjadi di luar arena. Suka cita yang membumbung di dalam stadion pun terasa tidak sepenuhnya lepas dari dinamika sosial yang tengah membayangi kota.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan