City Berharap Tuah Pellegrini di Liga Champions

City berharap tangan dingin Manuel Pellegrini di Liga Champions musim ini seperti yangpernah dilakukannya bersama Villareal dan Malaga.

Diterbitkan 16 September 2013, 07:07 WIB
Copy Link
Batalkan
Dalam lima tahun terakhir, Manchester City menjadi kekuatan baru di Liga Premier. Namun, klub milik  Sheikh Mansour, miliader dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, ini belum menciptakan kesan tersebut di Liga Champions. Musim lalu, City tersingkir tanpa kemenangan dan menjadi juru kunci Grup.

Kegagalan City mempertahankan gelar domestik di musim 2012-2013 juga berujung kepada pemecatan manajer Roberto Mancini. Pengganti Mancini adalah pelatih yang kerap membuat kejutan di kompetisi Eropa, Manuel Pellegrini.

"Ini (City) adalah klub besar. Fokus terhadap profesionalisme adalah segalanya dibandingkan kehidupan pribadi. Saya sangat bahagia datang ke klub sebesar ini," kata manajer yang direkrut dari Malaga itu.

Manajer asal Chile ini datang ke Inggris setelah sembilan tahun di Spanyol, termasuk satu musim menangani Real Madrid. Tapi, prestasinya dihargai di tempat lain. Pada 2006, ia membawa Villareal ke semifinal Liga Champions dalam debutnya.

Dalam waktu singkat, ia mengulangi prestasi itu bersama Malaga di musim 2012-2013 pada penampilan pertamanya. Malaga musim lalu lolos ke perempatfinal sebelum dihentikan Borussia Dortmund. Hebatnya, Pellegrini melakukannya di tengah kondisi Malaga yang mengalami krisis keuangan.

Dengan sumber daya yang tersedia di City, tuntutan menjadi tinggi.  "Itu harga mati bagi Manchester City dengan melihat skuat yang telah dibeli dan investasi besar. Target menjadi sangat tinggi, baik di domestik maupun Liga Champions," ucap Pellegrini.

"Tapi, yang utama tim harus rendah hati. Perbedaan di klub sebesar ini harus ditekan. Di sini mereka tak hanya mengandalkan kemampuan saja, Anda butuh spirit, komitmen, dan mental juara. Ini adalah syarat agar kami mencapai fase knockout.

Musim ini, City bergabung dengan Grup D bersama FC Viktoria Pizen, CSKA Moscow, dan Bayern Muenchen. City akan lebih dulu menghadapi Pizen di Doosan Arena pada 18 September mendatang. Selanjutnya adalah CSKA Moscow, untuk kemudian Bayern Muenchen. Melihat persaingan di grup ini, Pellegrini tidak akan menjamin City akan dengan mudah melewatinya.

"Jelas sebuah kesalahan jika berpikir bertanding melawan tim yang tidak memiliki sejarah di Eropa akan berjalan dengan mudah," tuturnya. "Yang pasti di musim lalu, hasil undian membuat AC Milan dan Zenit karena merasa satu grup dengan Malaga. Mereka sudah merasa di babak berikutnya, tapi justru Malaga yang keluar sebagai pemenang.

Pellegrini akan menerapkan sepakbola yang dimainkannya Malaga musim lalu di Manchester City. "Gaya melatih saya adalah bagaimana menguasai bola dan bermain agresif. Tanpa keduanya, nihil," ucapnya. "Jadi saya kira sangat penting menjaga mental dan mencobanya, kemenangan datang dari sana.

Baca juga:
* <a href="http://bit.ly/16w3zlf">Van Persie Mendengar Bisikan yang Sangat Mengganggu</a>
* <a href="http://bit.ly/14YMPzN">Januzaj, Pujaan Baru Publik Old Trafford</a>
* <a href="http://bit.ly/17ZtaDD">Arsenal Incar Penyerang MU</a>
* <a href="http://bit.ly/1eDgY15">Jurgen Klopp: Marco Reus `Gila`</a>
* <a href="http://bit.ly/185QzS5">MU Ingin Tukar Chicharito dengan Penyerang Porto</a>
* <a href="http://bit.ly/147wsU5">Tiga Wajah Baru Madrid di Liga Champions</a>


Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Timnas Futsal Indonesia Takluk 1-2 dari Peru, Hector Souto Soroti Bekal dari Copa das Nacoes 2026