10 Transfer Terburuk Inter Milan: Dari Harapan Besar Jadi Kegagalan Besar

Inter Milan punya sejarah besar, tetapi tidak lepas dari kesalahan transfer. Berikut 10 rekrutan terburuk yang gagal memenuhi ekspektasi.

Diterbitkan 04 Mei 2026, 19:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Domoraud kemudian kembali ke Prancis dalam waktu singkat. Transfer ini dianggap tidak memberikan nilai tambah.

4. Andy van der Meyde – 6 juta euro dari Ajax, 2003

Van der Meyde datang sebagai salah satu talenta muda menjanjikan dari Belanda. Penampilannya bersama Ajax menarik perhatian Inter.

Namun, ia gagal menunjukkan konsistensi selama bermain di Italia. Performa terbaiknya hanya muncul sesekali.

Salah satu momen terbaiknya adalah gol indah ke gawang Arsenal. Namun, itu tidak cukup untuk menyelamatkan kariernya di Inter.

Ia kemudian dijual ke Everton setelah dua musim. Kariernya tidak pernah mencapai potensi awalnya.

5. Robbie Keane – 15 juta euro dari Coventry City, 2000

Robbie Keane direkrut setelah tampil impresif di Inggris. Pelatih saat itu berharap ia menjadi solusi di lini depan.

Ia sempat mencetak gol pada debutnya di Supercoppa. Namun, situasi tim yang tidak stabil memengaruhi performanya.

Pergantian pelatih membuat posisinya semakin sulit. Ia tidak mendapat kepercayaan penuh di tim.

Dalam waktu singkat, ia kembali ke Inggris. Kariernya di Italia berakhir tanpa kesan mendalam.

6. Gabigol – 30 juta euro dari Santos, 2016

Gabigol didatangkan dengan ekspektasi besar sebagai striker masa depan. Ia diharapkan mengikuti jejak sukses pemain Brasil sebelumnya.

Namun, adaptasi di Serie A menjadi tantangan besar baginya. Ia kesulitan menunjukkan ketajaman yang sama.

Selama membela Inter, ia hanya mencetak satu gol di liga. Kontribusinya sangat minim dibanding harga transfernya.

Setelah dipinjamkan ke beberapa klub, ia menemukan kembali performanya di Brasil. Transfer ini menjadi kegagalan mahal bagi Inter.

7. Ricardo Quaresma – 19 juta euro dari FC Porto, 2008

Quaresma direkrut untuk memperkuat sisi sayap tim. Ia dikenal dengan teknik individu yang tinggi.

Namun, gaya bermainnya tidak cocok dengan kebutuhan tim. Disiplin dan konsistensi menjadi masalah utama.

Ia kesulitan beradaptasi dengan taktik pelatih. Hal ini membuatnya tidak mendapatkan tempat di tim utama.

Setelah satu musim, ia dipinjamkan ke klub lain. Kariernya di Inter berakhir tanpa kontribusi berarti.

8. Vampeta – 13 juta euro dari Corinthians, 2000

Vampeta direkrut atas rekomendasi Ronaldo. Ia diharapkan membawa kualitas dari Brasil ke Italia.

Namun, kondisi fisiknya tidak optimal saat tiba di Inter. Hal ini memengaruhi performanya di lapangan.

Ia hanya tampil satu kali di liga. Kontribusinya hampir tidak terasa bagi tim.

Setelah enam bulan, ia dipinjamkan ke PSG. Transfer ini menjadi salah satu yang paling gagal.

9. Darko Pancev – 9 juta euro dari Red Star Belgrade, 1992

Pancev datang dengan status striker top Eropa. Ia memiliki catatan gol impresif sebelum bergabung.

Namun, ia gagal beradaptasi dengan kerasnya Serie A. Performa yang diharapkan tidak pernah muncul.

Ia membutuhkan waktu lama untuk mencetak gol pertamanya. Hal ini menjadi tanda kesulitannya di Italia.

Setelah periode yang mengecewakan, ia dipinjamkan ke klub lain. Reputasinya menurun drastis.

10. Vratislav Gresko – 4,8 juta euro dari Bayer Leverkusen, 2000

Gresko menjadi bagian dari salah satu momen paling pahit dalam sejarah Inter. Ia terlibat dalam kegagalan meraih gelar.

Kesalahan fatalnya dalam laga penentuan membuat tim kehilangan kepercayaan diri. Hal ini berdampak besar pada hasil akhir musim.

Inter kehilangan peluang juara dalam waktu singkat. Kekalahan tersebut menjadi kenangan buruk bagi para pendukung.

Gresko tidak pernah pulih dari momen tersebut. Ia kemudian dijual dan kariernya meredup.

Sumber: Football Transfers

Persaingan Ketat Liga Italia

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan