Arsenal Siap Rangkul Tekanan, 10 Laga Menuju Gelar yang Sudah 22 Tahun Dinanti

Bek Arsenal, William Saliba, menegaskan timnya harus 'memeluk tekanan' dalam 10 laga tersisa musim ini untuk menjadi juara Liga Inggris.

Diterbitkan 25 Februari 2026, 23:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Angka ini cukup mencolok, mengingat Arsenal sempat goyah dengan hanya dua kemenangan dari tujuh laga sebelum menekuk Spurs.

Ujian Mental Arsenal

Sebagian suporter masih dihantui narasi “bottling it” atau gagal di saat krusial. Namun jika menilik tiga musim terakhir, tudingan itu tak sepenuhnya adil.

Musim lalu, Arsenal memang finis runner-up tanpa benar-benar menekan Liverpool secara konsisten. Pada 2023-24, mereka memenangi delapan dari sembilan laga terakhir, kekalahan kandang dari Aston Villa yang jadi penentu. Sementara pada 2022-23, status penantang bahkan datang di luar ekspektasi.

Namun musim ini ceritanya berbeda. Jika kembali gagal dalam posisi sekuat sekarang, narasi itu akan sulit ditepis. Keunggulan maksimal yang pernah mereka miliki hanya tujuh poin, dan ada momen-momen ketika peluang memperlebar jarak terlewatkan.

Hitung-hitungan Menuju 85 Poin

Perjalanan 10 laga dimulai dari Chelsea. Jika menang, Arsenal bisa jadi hanya membutuhkan enam kemenangan tambahan.

Sebagai gambaran, musim lalu gelar diraih dengan 85 poin. Untuk menyamai angka itu, Arsenal membutuhkan delapan kemenangan dari 10 laga tersisa. Namun secara realistis, tujuh kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan pun kemungkinan sudah cukup untuk memastikan mahkota juara kembali ke London Utara.

Mantan gelandang Chelsea, Gus Poyet, menilai pengalaman gagal di musim-musim sebelumnya justru menjadi bekal berharga.

Menurutnya, secara mental lebih mudah mengejar ketimbang dikejar. City bisa bermain lepas karena tak berada di puncak. Sebaliknya, Arsenal harus mengelola tekanan sebagai tim terdepan. Namun dari sudut pandang netral, Poyet melihat semuanya mulai menyatu bagi pasukan Arteta.

Kini, semuanya kembali pada 10 pertandingan terakhir. Jika Arsenal mampu menjaga konsistensi dan memaksimalkan momentum derby London, penantian panjang 22 tahun itu berpeluang benar-benar berakhir musim ini.

Sumber: Mirror

Klasemen Liga Inggris 2025/2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ari Rachman PrayogaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan