Kegagalan Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2025 Jadi Alarm Keras

Timnas Indonesia gagal lolos ke babak semifinal SEA Games 2025. Padahal berstatus sebagai juara bertahan.

OlehThomas
Diterbitkan 14 Desember 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Evaluasi Total

Namun Akmal menegaskan, evaluasi tidak boleh berhenti pada pelatih. Ia menyoroti pengakuan Zainudin Amali sendiri bahwa persiapan Timnas U22 SEA Games 2025 hanya beberapa bulan, jauh dibandingkan SEA Games 2023 yang dibangun lewat proses hampir tiga tahun.

“Target emas dicanangkan, tapi fondasi persiapannya jauh dari ideal. Ini kontradiksi kebijakan yang harus dipertanggungjawabkan,” kata Akmal.

Menurutnya, fluktuasi prestasi adalah hal wajar dalam sepakbola, terlebih bagi negara berkembang seperti Indonesia. Bahkan negara besar seperti Italia pun bisa gagal lolos Piala Dunia berturut-turut. Namun, justru karena itu, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh dan jujur, bukan defensif.

“Evaluasi bukan hanya mengganti pelatih, tapi membangun kembali pondasi yang roboh agar lebih kokoh,” ujarnya. 

 

Roadmap 2045 PSSI

Akmal mendorong evaluasi menyeluruh mulai dari pelatih, pemain, manajer, hingga penanggung jawab tim, untuk menemukan akar masalah sebenarnya. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi filosofi sepak bola Indonesia sesuai roadmap 2045 menuju Golden Era, agar arah pembangunan timnas tidak berubah-ubah setiap kali pelatih berganti.

“Sekarang waktunya berbenah dan mengambil hikmah. Habis gelap, terbitlah terang. Tapi terang itu hanya datang jika kita berani jujur dan bertanggung jawab,” ujarnya

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan