Drama di Timnas Inggris: Thomas Tuchel Harus Sadar Bahwa Jude Bellingham Itu Berbeda dan Sangat Berharga

Pelatih Thomas Tuchel akhirnya menjelaskan sikapnya terhadap Jude Bellingham usai insiden pergantian pemain di Timnas Inggris. Kenapa bintang Real Madrid itu kini jarang jadi pilihan utama?

Diterbitkan 18 November 2025, 21:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Intinya, Tuchel tampaknya salah menempatkan akar permasalahan. Memberitahu Bellingham untuk menerima keputusan adalah hal yang tidak relevan, karena ia tidak pernah menolaknya. Masalah utamanya adalah Bellingham menunjukkan kekesalan di depan umum.

Mentalitas Pemenang Jude Bellingham yang Disalahpahami

Jika dikaji lebih dalam, Tuchel jelas tidak senang dengan drama yang ditimbulkan Bellingham saat ditarik keluar. Ini adalah titik di mana interpretasi terhadap mentalitas pemain menjadi bias. Bayangkan sebaliknya: jika Bellingham keluar dari lapangan sambil tersenyum setelah tampil di bawah performa, media Inggris pasti akan menghabisinya karena dianggap tidak memiliki fighting spirit atau mentalitas buruk.

Apa yang ditunjukkan Bellingham adalah bagian integral dari karakternya yang ambisius. Kekesalan saat tidak bermain atau ditarik keluar adalah manifestasi dari dorongan kompetitif yang kuat—dorongan yang sama yang membawanya meraih kesuksesan luar biasa di usia muda. Pemain dengan mentalitas elite tidak akan pernah puas jika waktu bermainnya dibatasi atau performanya tidak maksimal.

Dalam kasus ini, Thomas Tuchel perlu memahami bahwa kemarahan yang terlihat itu bukanlah bentuk ketidakpatuhan, melainkan gairah. Reaksi emosional tersebut adalah tanda bahwa Bellingham sangat ingin bermain dan memberikan segalanya untuk tim. Mentalitas seperti itu seharusnya menjadi aset, bukan masalah yang harus dikendalikan. Tuchel, yang dikenal keras, mungkin mengharapkan ketenangan total, tapi gairah yang bergejolak inilah yang membuat Bellingham berbeda dan sangat berharga.

Sumber: The Real Champs

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan