Akuatik Indonesia Bidik 3 Emas di SEA Games 2025, Menpora Erick Thohir: Kalau Bisa Lebih

Akuatik Indonesia menargetkan tiga medali emas di SEA Games 2025 Thailand, sesuai capaian sebelumnya. Ketua Anindya Bakrie optimistis, sementara Menpora Erick Thohir berharap perolehan bisa lebih.

Diterbitkan 24 Oktober 2025, 16:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Kami cukup optimistis dan para atlet juga sedang berlatih dan sudah memecahkan rekor-rekor nasional. Jadi, insyaallah bisa membuat suatu performa yang baik," ucap Anindya Bakrie.

Dukungan Penuh dari Menpora Erick Thohir

Audiensi antara Ketua Akuatik Indonesia Anindya Bakrie dan Menpora Erick Thohir menjadi momen penting untuk menggalang dukungan pemerintah. Menpora Erick Thohir menyambut baik inisiatif Akuatik Indonesia dan menekankan bahwa olahraga akuatik memiliki potensi besar untuk meraih banyak medali jika dikelola dengan serius. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pengembangan olahraga air.

"Tadi ditanya mengenai medali, memang tiga medali emas. Kami akan dukung. Tetapi, kalau nanti mendapatkan empat medali emas, lima medali emas, alhamdulillah," imbuh Erick Thohir. "Saya yakin di bawah kepemimpinan Pak Anin, ya pasti ingin target yang terbaik," sambungnya.

Erick Thohir, yang juga menjabat sebagai Ketua PSSI, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh upaya Akuatik Indonesia dalam mencapai target tersebut. Dukungan ini meliputi berbagai aspek, mulai dari pembinaan atlet hingga fasilitas latihan. Sinergi antara federasi dan pemerintah diharapkan mampu menciptakan ekosistem olahraga yang lebih kondusif.

Kilas Balik Prestasi Akuatik Indonesia di SEA Games 2023

Pada SEA Games 2023 di Kamboja, Akuatik Indonesia menunjukkan performa yang membanggakan dengan menempati peringkat keempat dalam klasemen akhir. Kontingen berhasil mengumpulkan total tiga medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu. Capaian ini sesuai dengan target tiga medali emas yang telah ditetapkan sebelumnya.

Prestasi ini menempatkan Indonesia di bawah Singapura yang menjadi juara umum dengan 22 medali emas, Vietnam di posisi kedua dengan tujuh medali emas, dan Thailand di posisi ketiga dengan empat medali emas. Meskipun demikian, hasil ini menjadi dasar kuat bagi Akuatik Indonesia untuk membangun strategi menuju SEA Games 2025.

Pengalaman dari SEA Games sebelumnya menjadi pelajaran berharga untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Dengan persiapan yang lebih terarah dan fokus pada potensi atlet muda, Akuatik Indonesia berharap dapat memperbaiki peringkat dan menambah pundi-pundi medali di ajang mendatang.

Strategi Pembinaan dan Pengembangan Akuatik Indonesia

Anindya Bakrie, yang kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PB Akuatik Indonesia untuk periode 2025-2029, memiliki visi jangka panjang untuk memajukan olahraga ini. Salah satu strategi utamanya adalah mengirim atlet muda berbakat ke luar negeri untuk mendapatkan pelatihan dan pengalaman internasional. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing mereka.

Akuatik Indonesia menaungi beragam cabang olahraga air, termasuk renang, polo air, renang perairan terbuka, renang artistik, dan loncat indah. Diversifikasi cabang ini memungkinkan peluang medali yang lebih luas. Dengan fokus pada pembinaan usia dini dan pengembangan talenta, diharapkan akan muncul bibit-bibit atlet berprestasi baru.

Komitmen terhadap pengembangan atlet muda dan peningkatan kualitas pelatihan menjadi prioritas utama. Dengan dukungan penuh dari Menpora dan strategi yang jelas, Akuatik Indonesia bertekad untuk tidak hanya memenuhi target, tetapi juga melampauinya, serta membawa harum nama bangsa di kancah olahraga internasional.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan