Timnas Italia dan Bayang-bayang Kegagalan ke-3 Beruntun Lolos Piala Dunia

Timnas Italia menghadapi mimpi buruk yang terasa seperti ulangan sejarah gagal lolos ke Piala Dunia 2026

Diperbarui 07 Juni 2025, 09:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Timnas Italia menghadapi mimpi buruk yang terasa seperti ulangan sejarah. Kekalahan telak 0-3 dari Norwegia di laga perdana mereka Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 menyalakan alarm keras bagi pasukan Luciano Spalletti.

Juara dunia empat kali itu kini berada dalam risiko nyata untuk kembali absen dari putaran final Piala Dunia, untuk ketiga kalinya secara beruntun. Italia memang baru memainkan satu laga, akan tetapi laga lawan Norwegia sangat krusial.

Italia masih punya lima pertandingan tersisa, tapi luka dari hasil buruk di laga perdana terlalu dalam untuk dianggap sepele. Dalam sistem kualifikasi zona UEFA yang hanya memberi tiket langsung kepada juara grup, kekalahan dari rival utama bisa sangat pelik.

Setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022, banyak yang percaya Italia telah meninggalkan era kelam itu saat Luciano Spalletti mengambil alih kendali. Apalagi, Italia mampu tampil cukup impresif di Euro 2020 dan 2024.

Hantu yang Belum Pergi dari Italia

Italia awalnya dijagokan untuk merajai persaingan di Grup I. Namun, kenyataan di Oslo berbicara lain. Italia tampil tanpa ide, rapuh di lini belakang, dan tak mampu merespons tekanan Norwegia. Dengan kekalahan itu, Italia tak hanya kehilangan tiga poin, tapi juga kepercayaan diri.

“Setelah hasil malam ini, itu sangat mungkin terjadi,” kata Spalletti kepada Sky Sports Italia, saat ditanya tentang potensi Italia kembali gagal lolos ke Piala Dunia.

“Kami harus berjuang sekuat tenaga dan memastikan tidak membuat kesalahan lagi agar bisa kembali mengincar posisi pertama. Ini adil dan kami ingin membuktikan bahwa kami tidak akan menerima situasi ini," sambung eks pelatih Napoli tersebut.

Tekanan Maksimal di Jalur Sempit

Grup I memang hanya berisi enam tim, tetapi kontestasi sebenarnya kemungkinan besar hanya akan melibatkan dua negara: Italia dan Norwegia. Sisanya ada Israel, Estonia, dan Moldova, diperkirakan lebih banyak jadi pelengkap, bukan pesaing serius.

Dengan hanya satu tiket langsung ke Piala Dunia yang tersedia, laga-laga berikutnya akan terasa seperti final bagi Italia. Mereka harus menang besar melawan tim-tim yang secara kualitas berada di bawah, dan wajib menang dalam laga kandang saat menjamu Norwegia di pertemuan kedua.

"Kami seharusnya bisa bermain lebih bertahan, secara individu, kami terlalu sering kehilangan bola di sepertiga akhir, kami seharusnya lebih sering mengoper bola ke bek sayap, tetapi sebaliknya kami terus mendorongnya ke tengah," kata Spalletti.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Real Madrid Hajar Leganes 4-1, Mourinho Tunjukkan Racikan Menjanjikan di Laga Pramusim

Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan