Pegang Lisensi Public Viewing Liga Inggris hingga AFF U-23, IEG Gelar Sosialisasi Imbau Venue Adakan Nobar Secara Legal

Indonesia Entertainment Group (IEG) selaku pemegang lisensi resmi untuk acara nonton bersama bagi sejumlah ajang olahraga yang disiarkan eksklusif di Indonesia oleh SCM menggelar sosialisasi terkait nobar di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada Selasa (20/5/2025).

Diterbitkan 20 Mei 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Indonesia Entertainment Group (IEG) selaku pemegang lisensi resmi untuk acara nonton bersama bagi sejumlah ajang olahraga bergengsi yang disiarkan eksklusif oleh SCM menggelar sosialisasi di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada Selasa (20/5/2025).

Dihadiri oleh perwakilan sejumlah kafe, restoran, hotel, serta awak media, acara ini ditujukan guna menggaet venue yang tertarik menggelar nobar agar mendaftarkan diri sebagai mitra, sehingga bisa menyiarkan tayangan secara legal.

Untuk diketahui, IEG Sports Hub sendiri untuk saat ini diberi mandat memegang lisensi public vieweing untuk Liga Inggris atau Premier League, Liga 1, Proliga, Livoli, NBA, MXGP, liga sepak bola ternama dunia lainnya, Piala FA, Carabao Cup, hingga Piala AFF U-23 yang akan digelar di Indonesia pada Juli mendatang.

Pelaku usaha atau venue yang ingin mengadakan acara nonton bersama untuk tayangan olahraga tersebut di dalam negeri wajib lebih dulu mendaftarkan diri sebagai mitra agar dapat menyiarkan tayangan tanpa dibayangi ancaman jerat hukum.

Pendaftaran kemitraan ini berbeda dari berlangganan paket menonton Vidio biasa sebab hal itu cuma ditujukan bagi konsumsi di ranah privat atau pribadi.

Sementara itu dalam mengelola pendaftaran untuk area-area komersial ini, IEG juga telah bekerjasama dengan PT Mitra Media Integrasi (MIX) dengan menyediakan 3 klasifikasi atau kategori harga berdasarkan pelaku usaha yang hendak mengadakan nonton bersama

Kategori ini dibagi menjadi Kategori I untuk kafe atau restoran permanen dengan kapasitas di bawah 100 orang dan tidak menjual hard liquor, Kategori II yakni kafe atau restoran dengan penjualan hard liquor dan kapasitas lebih besar, serta Kategori III untuk venue tidak permanen seperti atrium mal, parkiran, hall, atau area publik lainnya.

"Akun berlangganan (Vidio) untuk menonton tayangan itu sifatnya untuk private, pribadi, jadi untuk ditonton di rumah. Kalau untuk ditayangkan di tempat umum seperti ini, subscription-nya beda. Jadi harus berlangganan paket melalui MIX. Ini sudah kami sosialisasikan sejak lama," ujar Direkrut PT Indonesia Entertainmen Grup (IEG) dalam acara sosialisasi di bilangan Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2025).

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tak hanya taat pada regulasi terkait nonton bersama, pendaftaran sebagai mitra IEG juga akan memberi sejumlah keuntungan buat para pelaku usaha. Salah satunya ialah promosi venue sebagai lokasi nonton bersama dalam tayangan yang disiarkan di Vidio, Nex Parabola, serta Indihome. Pihak MIX juga berkomitmen memberi masukan bagi pelaku usaha, apabila dibutuhkan, mengenai pertandingan yang memiliki prospek bagus untuk dijadikan nobar, hingga komunitas-komunitas yang bisa dijangkau atau diundang ke acara. Sementara itu secara matematis, Direktur IEG menilai harga pendaftaran mitra yang dipasang oleh pihak IEG tergolong masuk akal apabilia mempertimbangkan keuntungan finansial yang bisa diperoleh pelaku usaha dari diselenggarakannya acara nobar. Belum lagi khusus UMKM, ada tarif berbeda yang akan diberlakukan dengan mempertimbangkan harga makanan, serta ukuran tempat dan tampilannya. "Kalau dihitung average-nya, sebenarnya itu (langganan nobar) tidak mahal. Kesannya memang puluhan juta, tetapi tidak mahal, karena itu untuk 10 bulan (mencakup 18 liga atau program olahraga dan 2000 lebih pertandingan)," tutur Hendy Lim selaku Direktur IEG. "Misalnya kalau (bayar) fee 40 juta, di-average per bulan berarti 4 juta. Per minggu berarti 1 juta saja. kalau dibagi per table, bisa jadi 25 ribu saja per table. Investasi value-nya di situ, Sedangkan satu table biasa rata-rata (pembelajaannya) bisa sampai 500 ribu. Jadi view satu hari tertutup dari satu table saja. Kalau di-breakdown seperti, itu kan sebenarnya tidak mahal." "Kalau UMKM ada tarifnya (khusus), tapi sengaja tidak kita buka di sini. Kalau kita buka, semua orang ingin jadi UMKM. Kita ada definisi tertentu UMKM itu apa, misalnya dari harga makanannya. Ada juga perhitungan size tempatnya, foto dan video tempatnya," tambah dia.

Halaman
Show All
Theresia Melinda IndrasariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan