Kisah Perjuangan Emiliano Martinez: Dari Tak Bisa Bayar Kontrakan, Sampai Jadi Kiper Terbaik Piala Dunia 2022

Kisah perjuangan Kiper Argentina, Emiliano Maertinez yang lahir dari keluarga miskin.

Diperbarui 19 Desember 2022, 05:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Argentina berhasil menjadi juara Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Prancis di final lewat drama adu penalti 4-2. Kedua tim sebelumnya berbagi skor 3-3 sampai 120 menit berakhir.

Argentina sempat unggul 2-0 sampai menit ke-79 lewat gol penalti Lionel Messi di menit ke-23 dan gol Angel Di Maria pada menit ke-36. Namun keunggulan dua gol itu disamakan oleh Kylian Mbappe pada menit ke-80 dan menit 81.

Di babak extra time final Piala Dunia 2022, Messi kembali membawa Tim Tango unggul 3-2, namun lagi-lagi Mbappe mencetak hattricknya dan Prancis kembali menyamakan kedudukan menjadi 3-3.

Di babak adu penalti, kiper Argentina, Emiliano Martinez menjadi pahlawan setelah menepis dua tendangan pemain Prancis, Kingsley Coman dan Aurélien Tchouaméni. Argentina menang 4-2 dan meraih kampiun Piala Dunia 2022 setelah menang pada laga Argentina vs Prancis.

Martinez juga menjadi pahlawan di babak perempat final dengan menepis dua tendangan penalti Belanda. Pada saat itu, Argentina melaju ke semi final dengan kemenangan 3-2 atas Belanda di adu penalti setelah skor sebelumnya sama kuat 2-2.

Atas jasanya di Piala Dunia 2022 Qatar dengan mengantarkan Argentina menjadi kampiun, Martinez berhak mendapatkan Golden Golves atau Penjaga Gawang Terbaik Piala Dunia 2022. Dia menyingkirkan nama Dominik Livakovic dan Yassine Bounou.

Sebelumnya, Emi Martinez juga mengantarkan Argentina menjuarai Copa America 2021. Dia menjadi pahlawan di babak semi final melawan Kolombia. Pada babak adu penalti, Martinez menepis tiga tendangan pemain Kolombia.

 

Kisah Perjuangan

Sebelum karirnya sesukses sekarang, Emi Martinez menjalani hidup yang sulit. Dia dilahirkan dari keluarga yang miskin di Mar del Plata, Argentina. Martinez dan kakaknya sering mendengar Ayahnya menangis satu malam penuh karena tidak bisa membayar kontrakan dan tagihan lainnya.

Emi Martinez yang memang suka bermain sepak bola dan ditunjuk sebagai kiper di daerah rumahnya, mulai mencari cara agar bisa menjadi pemain sepak bola profesional. Kehidupan kerasnya menjadi senjata ampuh untuk memoles mentalnya menjadi kuat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Setelah perjuangan dan kegagalan, Martinez akhirnya diterima di klub Argentina, CA Independiente pada usia 15 tahun dan masuk ke tim Independiente U-20. Pada saat itu, pencari bakat Arsenal sudah memantau bakat Emi. Namun, Emi masih belum siap keluar Argentina karena keluarganya sangat membutuhkan Emi Martinez di rumah. Kemudian, baru pada tahun 2010 Emi memutuskan untuk berangkat ke London karena pada saat itu Ayahnya terlilit hutang besar. Dia rela berkorban demi untuk menghidupi keluarganya. Sebagian gaji di Arsenal, Emi berikan untuk membantu keluarganya di Argentina dan sedikit demi sedikit Ayahnya bisa membayar hutangnya itu.

Halaman
Show All
Rangga Ari, AY YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan