Kasih Sayang Orang Tua dan Pendukung Maroko di Piala Dunia 2022

Bukan WAG's yang menjadi pelecut semangat timnas Maroko, tapi kehadiran orang tua dan pendukung yang membuat mereka mengaum di Piala Dunia 2022, dan mencetak sejarah melaju pertama kali ke perempat final

Diperbarui 08 Desember 2022, 16:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Sepanjang karirnya sebagai pemain dan sebagai pelatih, saya tidak pernah bepergian untuk menontonnya,” katanya kepada saluran olahraga Maroko, Arriyadia. “Saya sudah tinggal di Prancis selama lebih dari 50 tahun dan ini adalah kompetisi pertama saya meninggalkan Paris.”

Orangtua dari gelandang Abdelhamid Sabiri adalah orang yang suka membawa kamera. Mereka menghabiskan beberapa hari berkeliling hotel, menunjukkan foto-foto suvenir dengan gelandang Chelsea Hakim Ziyech, kiper Sevilla Yassine Bono, dan, tentu saja, pelatih Reragui.

Setiap kali mikrofon televisi disodorkan ke wajah mereka, orangtua yang bangga pada pemain Maroko menceritakan tentang anak-anak mereka. Bagaimana mereka menganggap semua pemain seperti anak mereka sendiri.

Bagian Strategi

Terlepas dari postingan media sosial yang menghangatkan hati, menciptakan energi positif adalah bagian dari strategi Reragui untuk mendapatkan keuntungan tak berwujud yang akan terwujud di lapangan.

Dia mengatakan hal yang sama segera setelah mengambil pekerjaan itu, di Kompleks Mohamed VI di Maamoura : "Kesuksesan kami tidak mungkin tanpa kebahagiaan orangtua kami," seperti dilansir dari Al Jazeera.

Maroko bukanlah favorit di Piala Dunia kali ini. Tim itu berisikan banyak pemain handal, berpengalaman di banyak klub Eropa, tapi tetap tidak masuk hitungan, kalah dengan tim besar lainnya.

Pencapaian babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak 1986 telah menggetarkan hati para penggemar dan keluarga mereka. Bahkan mereka melaju ke 16 besar dengan status juara Grup F.

Raungan

Tapi ada elemen lain dari ramuan ajaib yang membawa harapan Maroko : banyaknya suporter Maroko yang menjadikan stadion Qatar sebagai rumah kedua mereka.

Sedikitnya 15.000 orang Maroko tinggal di Qatar dan beberapa ribu lainnya, dari seluruh dunia, telah melakukan perjalanan ke Piala Dunia pertama yang diselenggarakan oleh Arab. Menciptakan suasana yang mengintimidasi tim lawan di setiap pertandingan penyisihan grup mereka.

Mungkin contoh dukungan tuan rumah yang paling relevan membantu Atlas Lions datang di tahap akhir pertandingan melawan Belgia. Setelah unggul 1-0 dengan sisa waktu 15 menit, Maroko bersiap meredam tekanan dan melancarkan serangan balik.

Seandainya Piala Dunia diadakan di Eropa atau Amerika Selatan, di mana dukungan tuan rumah akan jauh lebih sedikit, 15 menit itu bisa terasa seperti satu jam.

Sebaliknya, hiruk-pikuk peluit dan ejekan menghujani para pemain Belgia di Stadion Al Thumama setiap kali mereka menguasai bola. Raungan katarsis meletus dari tribun setiap kali bola dibuang.

“Saya bersumpah kepada Tuhan jika para pendukung tidak ada di sini, kami tidak akan melaju ke babak berikutnya!” Seru Reragui, usai pertandingan final group play.

Gabungkan tekanan yang diberikan pendukung Maroko pada lawan di Qatar dengan bukti ilmiah yang menunjukkan tingkat testosteron yang lebih tinggi yang dinikmati tim tuan rumah, dan tim Afrika Utara harus banyak berterima kasih kepada pendukung mereka.

Tentu, itu tidak mengurangi kualitas para pemainnya sendiri, yang mengungguli tim Arab lainnya di Piala Dunia.

Antusiasme pendukung dari dalam negeri sendiri tak kalah hebohnya. Sebelum pertandingan babak 16 besar melawan Spanyol, permintaan tiket sangat tinggi sehingga FRMF membeli 5.000 tiket ekstra untuk suporter.

Terbungkus bendera merah agung dan dipersenjatai dengan drum piala darbuka, gendang yang berbentuk seperti piala, para pendukung Maroko kemungkinan besar telah mengubah Education City Stadium menjadi tempat kandang lainnya pada Selasa malam lalu.

Di situ tumpah ruah kebahagiaan para pemain dan pendukungnya, air mata orangtua yang bangga dengan putera-puteranya, dan pelukan sayang seperti yang diperlihatkan oleh Hakimi dan ibunya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yo Kavya, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan