Kasih Sayang Orang Tua dan Pendukung Maroko di Piala Dunia 2022

Bukan WAG's yang menjadi pelecut semangat timnas Maroko, tapi kehadiran orang tua dan pendukung yang membuat mereka mengaum di Piala Dunia 2022, dan mencetak sejarah melaju pertama kali ke perempat final

Diperbarui 08 Desember 2022, 16:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta “Achraf Hakimi lahir dan besar di Spanyol dan besar di akademi Real Madrid. Dia baru saja mengirim Spanyol keluar dari Piala Dunia dengan Panenka.”

Begitu komentar ESPN FC dalam cuitannya di Twitter usai Hakimi dengan dinginnya melakukan tendangan panelka ke gawang Spanyol. Eksekusi yang keren, yang menjadi penentu kemenangan Maroko untuk mengkandaskan Spanyol dengan skor 3-0.

Hakimi dipercaya untuk menjadi penendang keempat atau penentu. Ia bisa menaklukan kiper Unai Simon lewat tendangan panenka.

Para pendukungnya di Education City Stadium pada Selasa 96/12/2022) dini hari WIB jadi saksi sejarah untuk pertama kalinya Maroko menginjakkan kakinya ke perempatan final Piala Dunia 2022.

Selepas pertandingan, Hakimi langsung mendatangi ibunya yang berada di tribun penonton. Sang ibu lalu memberikan pelukan dan ciuman hangat kepada pemain Paris Saint-Germain itu.

Ini bukan kali pertama momen haru Hakimi dan sang ibu di Piala Dunia 2022 tertangkap kamera. Sebelumnya, adegan itu juga terjadi saat Maroko menang atas Belgia di fase grup.

Apa yang disajikan oleh Hakimi dan para pemain Maroko lainnya di Qatar seolah membuka mata dunia tentang peran orangtua bagi keberhasilan karier anaknya.

Dunia melihat : “Lupakan WAGs, para kekasih dan isteri. Rahasia sukses Maroko di Piala Dunia 2022 bukan pada diri para Wanita itu, tapi pada orangtua pemain yang datang dan memberi semangat anak-anaknya.”

Pelukan dan cubitan pipi Hakimi dan ibunya menjadi viral di seluruh platform media sosial. Bek sayap Paris Saint-Germain berusia 24 tahun itu kemudian memposting foto Instagram dirinya sedang mencium kening ibunya dengan tulisan, "I love you, Mom".

Seperti Anak Sendiri

Anggota keluarga para pemain yang dipilih memang diterbangkan ke Qatar oleh Presiden Federasi Sepakbola Maroko (FRMF), Fouzi Lekjaa atas permintaan pelatih Walid Reragui.

Tak mengherankan jika markas Maroko di hotel Wyndham Doha West Bay terkadang terasa seperti perkemahan musim panas yang dikelola orangtua yang menggemaskan.

Bagi beberapa orang, seperti ibu Reragui, Fatima, perjalanan itu merupakan kesempatan sekali seumur hidup.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

“Sepanjang karirnya sebagai pemain dan sebagai pelatih, saya tidak pernah bepergian untuk menontonnya,” katanya kepada saluran olahraga Maroko, Arriyadia. “Saya sudah tinggal di Prancis selama lebih dari 50 tahun dan ini adalah kompetisi pertama saya meninggalkan Paris.” Orangtua dari gelandang Abdelhamid Sabiri adalah orang yang suka membawa kamera. Mereka menghabiskan beberapa hari berkeliling hotel, menunjukkan foto-foto suvenir dengan gelandang Chelsea Hakim Ziyech, kiper Sevilla Yassine Bono, dan, tentu saja, pelatih Reragui. Setiap kali mikrofon televisi disodorkan ke wajah mereka, orangtua yang bangga pada pemain Maroko menceritakan tentang anak-anak mereka. Bagaimana mereka menganggap semua pemain seperti anak mereka sendiri.

Halaman
Show All
Yo Kavya, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan