Gol Ao Tanaka Dianggap Sebagai 'Karma' Jerman di Piala Dunia 2022

Apa iya gol hantu Frank Lampard di Piala Dunia 2010 sebagai karma bagi Jerman?

Diperbarui 02 Desember 2022, 05:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Seorang penggemar berkata: "Karma untuk gol Lampard yang melewati garis sekitar lima yard pada tahun 2010," sementara yang lain berkomentar: "Itu untuk gol hantu Lampard pada tahun 2010. Mungkin butuh 12 tahun untuk karma, tetapi melihat Jerman keluar dengan cara ini rasanya sangat enak."

Yang ketiga berkata: "Karma mungkin memakan waktu cukup lama, tetapi keadilan akhirnya terjadi untuk Lampard."

Joe Cole, yang bermain untuk Inggris hari itu pada 2010, juga mengungkit momen terkenal Lampard dalam komentar pasca pertandingannya di beIN Sports.

Dia berkata: "Ini merugikan Jerman, tetapi pada 2010 melawan Inggris di pertandingan terakhir saya, gol Frank Lampard jelas sudah melewati batas. Tidak ada simpati dari saya."

Sementara saat Graeme Souness mengomel tentang keputusan VAR di dalam studio ITV, banyak media sosial bereaksi terhadap malam sepak bola yang tak terlupakan di Qatar.

Seseorang berkata: "Jepang memenangkan grup dengan Spanyol dan Jerman di dalamnya adalah salah satu hal terbaik yang terjadi di Piala Dunia selama bertahun-tahun."

Yang lain menulis: "Bagi Jepang untuk menjadi yang teratas grup dengan Spanyol dan Jerman, sementara juga kalah dari Kosta Rika, adalah kejutan penyisihan grup Piala Dunia yang paling gila dalam hidup saya."

Yang ketiga berkomentar: "Bawa saya kembali 15 menit yang lalu ketika Kosta Rika memimpin 2-1 dan Jerman keluar dari dongeng adalah nyata."

Tanggapan Jerman atas Insiden Gol Kedua Jepang

DFB selaku otoritas sepak bola Jerman belum memberikan gugatan atas insiden itu, tapi mereka tentunya akan mengambil hal yang diperlukan jika benar fakta itu merugikan kiprah Der Panzer.

Yang jelas, Hansi Flick sebagai pelatih kepala Jerman enggan mencari kambing hitam atas kegagalan Der Panzer menembus babak 16 besar. Mantan pelatih Bayern Muenchen itu menilai timnya telah memberikan segalanya, walau di luar ekspektasi pada akhirnya.

“Kami bermain menekan sepanjang laga (melawan Kosta Rika). Kami bahkan merespon dengan sangat baik di babak kedua yang menghasilkan tiga gol tambahan,” cetus Flick.

Mengenai masalah gol Jepang yang tak dianulir setelah bola meninggalkan lapangan lebih dahulu, Flick hanya menyerahkan wewenang itu sepenuhnya kepada DFB.

Flick hanya ingin meminta maaf kepada seluruh masyarakat Jerman karena gagal memberikan ekspektasi lebih. Dia berharap pembinaan sepak bola Jerman lebih baik lagi ke depannya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
YuliantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan