Sukses

Mike Tyson Bela Messi Soal Ancaman Canelo Saat Perayaan Kemenangan Atas Meksiko di Piala Dunia 2022

Liputan6.com, Jakarta Petinju legendaris, Mike Tyson dikenal mempunyai hubungan akrab dengan legenda Argentina, Diego Armando Maradona yang sudah meninggal dalam usia 60 tahun karena gagal jantung.

Keduanya pernah menjadi juara dunia pada tahun 1986. Maradona berhasil membawa timnas Argentina menjadi juara Piala Dunia untuk kedua kalinya. Sedangkan Tyson merebut gelar juara tinju dunia di tahun 1986 itu.

Kini Tyson diberitakan membela Lionel Messi yang mendapat ancaman dari juara dunia kelas menengah tinju WBA (Super), WBC, WBO, dan IBF asal Meksiko,  Saul Canelo Alvares.

Alvarez mengancam bakal menghajar Messi jika bertemu. Karena dia menganggap pemain berjuluk La Pulga tidak menaruh rasa hormat terhadap bendera Meksiko.

Setelah Argentina menang atas Meksiko, dalam sebuah video, terlihat Messi merayakan kemenangan itu di dalam ruang ganti. Di dekat tempat Messi duduk ada sebuah jersey hijau Meksiko. Terlihat pula kaki Messi mengenai jersey tersebut.

Jersey  itu ternyata milik kapten Meksiko, Andres Guardado. Seperti dijelaskan oleh jurnalis asal Argentina, Roy Nemer, Guardado dan Messi bertukar jersey usai laga babak penyisihan Grup C Piala Dunia 2022 pada 27 November 2022 lalu.

"Mereka melihat [Lionel Messi] membersihkan lantai dengan baju dan bendera kami??? Dia seharusnya berdoa kepada Tuhan bahwa saya tidak bertemu dengannya," cuit Canelo.

"Sama seperti saya menghormati Argentina, Anda harus menghormati Meksiko!! Saya tidak berbicara tentang negara [Argentina], saya berbicara tentang Messi karena pelecehan yang dibuatnya," tulis Canelo dalam cuitan lain.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Tidak Mengerti

Dikutip dari akun Twitter BBO Sports, Tyson membalas ancaman Canelo tersebut.

"Seseorang bernama Canelo mengancam Messi. Jika dia berani menyentuhnya, saya akan kembali ke ring dalam beberapa tahun," ucap Tyson..

Tidak hanya Tyson yang melakukan pembelaan terhadap Messi. Sergio Aguero, Cesc Fabregas, dan bahkan kapten Meksiko, Andres Guardado juga melakukan hal yang sama.

Guardado menilai Alvarez hanya salah paham terhadap La Pulga -julukan Messi. Pemain berusia 36 tahun itu mengatakan sangat mengenal sosok La Pulga, baik di dalam dan luar lapangan. Oleh sebab itu, Guardado mengatakan Canelo hanya salah paham dengan potongan video tersebut.

“Saya memiliki keberuntungan dan hak istimewa untuk menghadapinya (Lionel Messi) selama bertahun-tahun di Spanyol, mengalami saat-saat seperti anak saya dan saya tahu tipe orang seperti apa Leo,” kata Guardado dilansir dari Metro, Rabu (30/11/2022).

“Sayangnya, mungkin, Canelo (Alvarez) tidak mengerti apa yang dialami di ruang ganti, dan itulah mengapa saya bisa mengerti reaksi tersinggung dengan melihat kaos Meksiko di lapangan dan semua yang menjadi viral,” sambungnya.

3 dari 4 halaman

Kebiasaan

“Siapa pun yang belum pernah berada di ruang ganti sepak bola tidak akan mengerti. Ini adalah kesepakatan dengan staf, begitulah adanya, ketika Anda meninggalkan semua kaus berkeringat di lantai, itu semua untuk dicuci dan apa yang tidak Anda tinggalkan di lantai Anda bawa ke rumah. Pakaian kotor jatuh ke tanah, entah itu bajumu atau baju lawan, selalu seperti itu,” jelasnya.

Sedangkan Fabregas yang mantan pemain Barcelona mengatakan "Anda tidak mengenal orangnya, juga tidak mengerti bagaimana ruang ganti bekerja setelah pertandingan. Semua jersey, bahkan yang kita pakai sendiri, dijatuhkan ke lantai, dan dicuci sesudahnya. Lebih lagi ketika Anda merayakan kemenangan penting."

Hal serupa juga dinyatakan oleh Sergio Agueiro, mantan striker Argentina.

Aguero menjelaskan bukan maksud Messi menelantarkan jersey Meksiko. Tetapi, hal tersebut sudah menjadi kebiasaan pemain di ruang ganti.

4 dari 4 halaman

Jersey Argentina

"Kausnya selalu di lantai setelah pertandingan karena keringat dan kemudian jika Anda melihatnya dengan baik, dia membuat gerakan melepas sepatu dan secara tidak sengaja mengenainya," jelas Aguero.

Kedekatan Mike Tyson dengan Argentina tak hanya saat ini saja, dengan pembelaannya kepada Messi.

Tyson pernah melakukan hal yang terbilang gila pada 2005. Saat itu ia baru keluar dari sebuah klub malam di Sao Paulo, Brasil. Seorang juru kamera media lokal, seperti dilansir dari Marca, yang terus mengikutinya membuat Tyson kesal.

Tyson membentak dengan kasar, dan membantah telah menyakiti jurnalis Bernama Carlos Da Silva Melo tersebut. Namun Tyson menghancurkan seluruh peralatan kamera Da Silva, yang kemudian melaporkannya ke pihak yang berwajib.

Polisi lalu datang dan mengajukan pertanyaan kepada Si Leher Beton, juga memintanya datang ke pengadilan pada hari berikutnya untuk membayar ganti rugi.

Tyson kemudian datang ke pengadilan mengenakan kostum timnas Argentina milik Maradona, lengkap dengan tanda tangan sang legenda. "Untuk Mike, dengan cinta," tulis Maradona dalam jersey yang dikenakan Tyson.

Jersey itu merupakan hadiah dari Diego Maradona dalam program televisi 'La Noche del 10' beberapa waktu sebelumnya.

Mereka yang tahu tentang persaingan antara kedua negara ini paham bahwa mengenakan jersey Argentina itu merupakan tindakan provokasi Tyson yang memicu kemarahan di seluruh negeri.

Setelah kejadian itu, keduanya kembali bertemu pada Festival Film Cannes di Prancis pada 2008. Momen itu adalah dimana keduanya untuk mempromosikan film 'Che' yang disutradarai oleh Steven Soderbergh.

Bagi Tyson, sosok Diego Armando Maradona adalah sahabat yang luar biasa, seorang pahlawan bagi Argentina.

"Si Tangan Tuhan, Maradona sudah meninggalkan kita. Pada 1986 kami berdua merebut gelar juara dunia. Mereka biasa membandingkan kami berdua. Dia salah satu pahlawan dan teman saya. Saya sangat menghormatinya. Dia akan benar-benar dirindukan," tulis Tyson melalui Twitter.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS