Komentar Pedas Pemain MU Terkait Piala Dunia 2022

FIFA ternyata punya pandangan tersendiri agar para peserta fokus dengan sepak bola.

Diterbitkan 14 November 2022, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Organisasi Perburuhan Internasional mengatakan angka tersebut diremehkan karena Qatar tidak menghitung kematian akibat serangan jantung dan gagal pernapasan terkait pekerjaan - meskipun ini dapat terjadi akibat bekerja di suhu tinggi.

Christian Eriksen Bersama Denmark Punya Cara Tersendiri untuk Protes

Rekan satu tim Fernandes di Man United, Christian Eriksen, mengatakan dia yakin "perubahan harus datang dari tempat lain" daripada pemain mengeluh meratapinya.

Karena itu, timnas Denmark akan mengenakan kemeja "kencang" untuk Piala Dunia untuk memprotes tuan rumah Qatar, dengan penyedia kit Hummel merancang kit ketiga, serba hitam, untuk mewakili "warna berkabung".

“Banyak yang telah ditulis, ada banyak fokus pada bagaimana itu terjadi dan mengapa itu di Qatar. Saya tidak setuju dengan bagaimana itu terjadi, tapi kami adalah pesepakbola dan kami bermain sepak bola," ujar gelandang Denmark usai kemenangan Man United atas Fulham, 2-1.

Sementara FIFA meminta 32 tim, tak terkecuali Fernandes yang mewakili Portugal dan Eriksen Bersama Denmark, untuk fokus pada sepak bola. Otoritas tertinggi sepak bola dunia itu meminta para peserta mengesampingkan politik.

FIFA tak mau membahas kritikan yang dialamatkan kepada Qatar atas sikap mereka terhadap hubungan sesama jenis, hak asasi manusia, dan perlakuan terhadap pekerja migran sebelum turnamen.

Ternyata Ada yang Tak Senang Ronaldo Terbang ke Qatar

Sementara Pelatih sementara Wolverhampton Wanderers, Steve Davis, mengecam Portugal karena membawa Cristiano Ronaldo ke Piala Dunia 2022.

Davis mengatakan dia tidak mengerti mengapa Portugal memilih Ronaldo yang berusia 37 tahun dalam skuad mereka untuk tampil di Qatar.

Ronaldo memimpin timnas Portugal ke Qatar, karena Pelatih Fernando Santos telah merilis skuadnya untuk turnamen tersebut pekan lalu.

Penyerang veteran itu tidak dalam performa terbaiknya musim ini, hanya mencetak tiga gol dan memberikan dua assist dalam 16 penampilan di seluruh kompetisi.

Karena itu, Davis tidak mengerti mengapa Santos membawa pemain berusia 37 tahun itu ke turnamen di Qatar.

"Joao Moutinho sangat profesional, saya yakin dia akan merenungkan jika tidak dipilih dan dia akan kecewa dengan Ronaldo yang pergi pada usia itu," kata Davis kepada pers.

"Pelatih harus memikirkan keseimbangan skuad, ini penting untuk pelatih mana pun, jadi mungkin itu adalah bagian dari keputusan."

Namun, Davis tak bisa berbuat banyak karena itu merupakan hak prerogatif dari Santos. Dia hanya berharap Portugal dapat mencapai prestasi terbaik di Qatar, di mana mereka akan tergabung di Grup H bersama Ghana, Uruguay, dan Korea Selatan.

Portugal akan menjalani laga pembuka grup menghadapi Ghana pada 24 November. Setelah itu, mereka akan menghadapi Uruguay pada 28 November. Dan, mereka bakal bentrok dengan Korsel di laga terakhir penyisihan grup pada 2 Desember 2022.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yulianto, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan