Timor Leste Banyak Lubang, Timnas Indonesia Bisa Maksimalkan

Timnas Indonesia menantang Timor Leste di Chonburi, Jumat (31/7/2026) pukul 17.00 WIB.

Diterbitkan 29 Juli 2026, 22:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia akan menghadapi Timor Leste pada pertandingan kedua Grup A Piala AFF 2026 di Chonburi Stadium, Chonburi, Jumat (31/7/2026) pukul 17.00 WIB. Pelatih John Herdman dihadapkan pada kebutuhan untuk memaksimalkan celah lawan demi mengamankan hasil terbaik.

Timor Leste datang ke laga ini setelah menelan dua kekalahan beruntun. Evaluasi dari dua laga tersebut menyoroti area yang bisa dieksploitasi Skuad Garuda, mulai dari duel udara, celah di garis pertahanan, hingga rendahnya akurasi penyelesaian akhir.

Di sisi Indonesia, kans memaksimalkan keunggulan udara dan pergerakan tanpa bola terbuka lebar. Nama-nama seperti Mitchell Baker dan Thom Haye disebut punya atribut yang selaras dengan titik lemah lawan.

Rentan Diserang Lewat Umpan Silang

Pertahanan Timor Leste terlihat rapuh saat menghadapi situasi bola-bola udara. Ketika berjumpa Singapura, dua gol yang bersarang ke gawang mereka lahir dari skema umpan silang yang diselesaikan dengan tandukan.

Ilhan Fandi dan Song Ui-young sama-sama mencetak gol melalui heading setelah menerima kiriman bola dari sisi sayap. Laga itu berakhir 0-2 dan menegaskan problem Timor Leste dalam mengawal area kotak penalti ketika umpan dilepas dari tepi lapangan.

Kerentanan serupa juga tampak saat menghadapi Vietnam, ketika lini belakang The Rising Sun berkali-kali dipaksa menghadapi momen berbahaya dari servis sayap lawan. Bagi Indonesia, situasi ini membuka peluang bagi Mitchell Baker, yang pada laga pertama mampu mencetak dua gol lewat tandukan, untuk kembali menjadi ancaman. Keberadaan Thom Haye sebagai pemasok umpan matang menambah opsi eksekusi di udara.

Garis Pertahanan Mudah Ditembus Umpan Terobosan

Selain lemah menghadapi crossing, garis pertahanan Timor Leste juga mudah dieliminasi melalui bola-bola terobosan. Pola ini menjadi sorotan saat mereka dihujani tujuh gol oleh Vietnam.

Pada pertandingan tersebut, beberapa gol The Golden Stars tercipta dari skema umpan daerah yang mengirim bola ke ruang di belakang bek. Salah satunya menghasilkan gol Nguyen Dinh Bac pada menit ke-31, sementara gol ketiga yang dicetak Do Hoang Hen pada menit ke-41 juga berawal dari servis sejenis menuju kotak penalti.

Dengan karakter pemain Indonesia yang memiliki pergerakan tanpa bola agresif, John Herdman berpeluang menekan celah ini lewat variasi umpan vertikal ke ruang antarlini dan belakang bek, sesuai pola yang sebelumnya merepotkan skuad asuhan Ze Pedro.

Akurasi Tembakan Rendah di 2 Laga

Dari sisi menyerang, Timor Leste belum menunjukkan ketajaman yang konsisten. Mereka mengandalkan transisi cepat, namun banyak peluang terbuang pada sentuhan akhir.

Data dua laga pertama menggambarkan masalah akurasi. Saat menghadapi Vietnam, Timor Leste melepaskan tujuh percobaan namun tak satu pun mengarah ke gawang. Situasi ini mengindikasikan tumpulnya penyelesaian akhir walau skema serangan balik sempat membawa mereka ke area berbahaya.

Pada pertandingan berikutnya, efektivitas masih belum membaik signifikan: dari lima percobaan, hanya satu yang tepat sasaran. Catatan seperti ini layak diantisipasi oleh lini belakang Indonesia, dengan Rizky Ridho dan rekan-rekannya perlu siap menghadapi kecepatan pemain depan Timor Leste meski akurasi tembakan lawan sejauh ini rendah.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

UEFA Siap Boikot Piala Dunia usai Rencana Kontroversial FIFA

Radifa Arsa, Harley Ikhsan, Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan