"Karena sertifikasi UEFA itu lebih mendetail kepada manajemen, orang-orang di balik layar, aku banyak (melakukan) perubahan di balik layar. Misalnya, mereka memberi tahu pentingnya marketing, PR, human resources dan segala macam. Nah, dari situ aku banyak belajar mengaplikasikannya di Madura United.”
Annisa mengaku, dulu Madura United tidak punya orang yang khusus jadi public relation (PR). Akibatnya, pesan yang hendak disampaikan klub kepada masyarakat tidak sampai dengan sempurna.
"Nah gara-gara UEFA aku jadi menerapkan itu di dalam (Madura United)," katanya.
Selain itu, Annisa juga mulai memperhatikan pengelolaan sosial media Madura United. Menurutnya, hal ini sudah sangat tidak terpisahkan dari industri sepak bola modern belakangan ini.
Annisa pun mencontohkan klub Serie A, AS Roma dan klub Bundesliga, Bayern Munchen. Menurutnya, kedua raksasa sepak bola Eropa itu sangat memperhatikan pengelolaan media sosial mereka.
"Mereka itu engaging, mereka itu sangat engaging dengan user-user media sosialnya. Ini sudah mulai aku terapkan di Madura United. Ini membuat kami jauh lebih dekat dengan suporter," beber Anisa.
Pemain adalah Aset
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/3561264/original/039871800_1630744872-6_037992400_1630671096-20210903IY_Persikabo_1973_Vs_Madura_United_30.jpg)
Tidak hanya materi dari UEFA, Annisa juga banyak menimba ilmu dari interaksinya dengan manajemen klub-klub Eropa saat mengikuti pelatihan. Salah satunya, terkait player management. Menurutnya, aspek ini sudah seharusnya mulai diperhatikan karena pemain merupakan aset penting bagi klub profesional.
"Kami sekarang sudah jauh lebih individualis (memperhatikan individu pemain satu per satu). Player itu adalah aset terbesar dari klub sepak bola, itu adalah hal yang memang harus kita jaga," katanya.
Di luar urusan mengelola klub secara profesional, Annisa juga menaruh perhatian besar pada regenerasi pemain. Hal ini terbukti dari didirikannya Madura United Football Academy sebagai wadah bagi anak-anak Madura untuk mengasah kemampuannya dalam bermain dan mengejar prestasi lewat sepak bola.
"Kami ada Madura United Football Academy. Football academy itu sudah selesai, sekarang (sedang) bikin training ground, terdiri dari tiga lapangan untuk mereka latihan. (Ada juga) mes buat pemain, sudah kami siapkan–belum jadi, tetapi hampir selesai,” kata wanita kelahiran Surabaya, 13 April 1995 itu.
"Di situ nantinya anak-anak muda Madura yang ingin bermain bola bisa belajar bersama kami, dengan harapan (mereka) akan kami rekrut ke Madura United dan bisa membela Timnas. Kami ingin banyak pemain muda dari Madura yang bisa menjadi pesepak bola terkenal,” ujar Annisa menambahkan.
Sentuhan Wanita
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1827303/original/054798900_1515632872-IMG_20180110_220754.jpg)
Kehadiran Annisa sebagai COO Madura United sekaligus menambah warna sentuhan perempuan di industri sepak bola Tanah Air. Meski harus berurusan dengan klub yang dihuni para pemain pria, bagi Annisa, kodrat sebagai wanita justru banyak membantunya dalam menjalankan tugas sehari-hari. Ketelitian yang lekat dengan perempuan jadi kekuatan Annisa menjaga kualitas dan kenyamanan pemain Madura United.
"Contoh kecil saja, kita bicara soal hotel (saat pertandingan tandang). Kalau yang mengurus itu bukan aku (sebagai perempuan), hotelnya jadi aneh-aneh. Para pemain pun tidak nyaman, sehingga bermainnya kurang bagus. Hal-hal seperti itu yang memikirkan biasanya perempuan, masalah kedetailan dan semacamnya itu (menjadi urusan) wanita. Kalau atlet sakit juga yang lebih cerewet perempuan," katanya.
"Kita jauh lebih detail. Aku tidak bilang laki-laki tidak bisa melakukan itu, tetapi lebih banyak perempuan yang seperti itu ketimbang laki-laki,” ujarnya menambahkan.
Sebagai COO Madura United, Annisa juga berpesan agar kaum wanita tak lagi berpikir soal diskriminasi gender. Menurutnya, hal itu tidak akan terjadi selama pihak-pihak yang berkecimpung memiliki pengetahuan dan pengalaman yang sesuai soal bidangnya masing-masing.
"Soal diskriminasi gender, menurut aku kalau kita punya pengalaman, pengetahuan, dan outlook ke dalam sepak bola yang benar, kita tidak akan didiskriminasi. Pada akhirnya, yang berkata adalah pekerjaan yang kita hasilkan,” ujar penggemar Barcelona dan Manchester United itu mengakhiri perbincangan.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2637173/original/006594000_1744873069-0F3A0154.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/358162/original/014326800_1521191196-28468796_10215322228518340_1667268567176383478_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776149/original/009414100_1782856874-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5315665/original/049375700_1755165938-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__2_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558728/original/075040300_1776477667-madura_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5315768/original/045151800_1755170609-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__26_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511131/original/019970700_1771892083-1000777547.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4475158/original/078662500_1687327813-WhatsApp_Image_2023-06-21_at_12.52.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5558878/original/075757700_1776490071-bernardo-tavares-marah-be8ec0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5558877/original/058741000_1776489975-madura-keluar-dari-zona-degradasi-e50eb3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5558843/original/072516800_1776487669-kemenangan-perdana-madura-bee781.jpg)