Buntut Serangan ke Ukraina, Empat Badan Tinju Dunia Kompak Jatuhkan Sanksi kepada Rusia

Aksi invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina telah memicu aksi solidaritas dari otoritas olahraga, termasuk tinju profesional.

Diterbitkan 01 Maret 2022, 13:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Empat badan tinju profesional paling berpengaruh di dunia telah menjatuhkan sanski terhadap Rusia atas aksi invasi nyang dilakukan negara tersebut kepada Ukraina. WBA, WBO, WBC, dan IBO sama-sama menolak mengeluarkan izin pertandingan bagi duel yang berlangsung di negara tersebut. 

Rusia seperti diketahui tengah berperang melawan Ukraina. Serangan yang berlangsung sejak Kamis pekan lalu tersebut, telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas penting di sejumlah kota. Ratusan ribu penduduk Ukraina dan pendatang terpaksa mengungsi demi keselamatan mereka. 

Perang yang dikobarkan oleh Rusia memicu kecaman dari banyak pihak, termasuk olahragawan. Tidak hanya lewat seruan melalui pesan lewat spanduk jelang duel Barcelona Vs Napoli di babak play off 16 besar Europa League 2021/22 saja. FIFA dan UEFA juga ikut bereaksi keras atas invasi Rusia. 

Otoritas sepak bola dunia dan Eropa itu telah melarang seluruh tim asal Rusia dan tim nasionalnya bertanding di pentas internasional. "Sepak bola benar-benar bersatu di sini dan bersolidaritas kepada orang-orang yang terdampak di Ukraina," tulis pernyataan resmi bersama FIFA dan UEFA.

Klub-klub asal Rusia seperti Spartak Moskow juga telah didiskualifikasi dari Liga Europa. Sementara, timnas Rusia tak akan memainkan laga play-off Piala Dunia mereka. Sementara di Liga Inggris, pemilik Chelsea, Roman Abramovich juga telah menyerahkan pengelolaan klub kepada orang kepercayaannya. Taipan asal Rusia itu juga tengah menjadi incaran pemerintah Inggris akibat perang Rusia-Ukraina. 

 

Kompak Jatuhkan Sanksi

Langkah yang sama juga diikuti oleh keempat badan tinju legendaris dunia, WBC, WBA, WBO, dan IBF. Seperti dikutip dari fightnews, keempat organisasi ini kompak memberikan izin bertanding di Rusia.

"Seperti keinginan dunia untuk perdamaian, organisasi kami memutuskan untuk tidak memberikan izin pertandingan bagi kejuaraan tinju di Rusia. sama seperti perang ini telah menghentikan kegiatan tinju di Ukraina, organisasi kami tidak akan merestui pertarungan apapun yang digelar di Rusia sampai penilaian mengenai situasi ini dilakukan lebih lanjut," bunyi pernyataan keempat badan tinju itu.

Pernyataan bersama itu ditandatangani keempat pimpinan organisasi, yakni Daryl Peoples (Presiden IBF), Mauricio Sulaiman (WBC), Fransisco Valcarcel (WBO), dan Gilberto J Mendoza (WBA).

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Saat ini, setidaknya ada dua partai besar yang seharusnya berlangsung di Rusia. Pertama adalah pertarungan Dmitry Bivol Vs Umar Salamov di Yekaterinburg, Rusia, Desember 2022. Sedangkan satu laga lainnya rencananya akan mempertemukan Bivol dengan Canelo Alvares, 7 Mei 2022.

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan