Pesepak Bola Inggris Jordon Ibe Ungkap Perjuangan Melawan Depresi selama Empat Tahun

Pesepak bola asal Inggris Jordon Ibe mengungkap perjuangannya yang melawan depresi selama bertahun-tahun

Diterbitkan 08 November 2021, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Saya merasa sangat penting untuk berbcara terbuka–dan kepada keluarga saya–tentang hal itu, karena Anda tidak tahu apa yang bisa diakibatkan oleh kesehatan mental. Saya telah mengalami depresi selama empat tahun terakhir,” tuturnya kepada SportBible.

Menyerang Siapa pun

Selaras dengan pernyatan Wilshere, rasa depresi memang bisa menyerang semua orang, tak peduli jika ia adalah pesepak bola. Kisah Ibe menjadi bukti nyata yang menunjukkan bahwa siapa pun bisa menderita.

Tak dapat dimungkiri, kondisi ini masih menjadi masalah yang dihadapi oleh banyak pesepak bola. Belum lagi akhir-akhir ini, pelecehan terhadap pemain di berbagai platform media sosial menjadi sesuatu yang dianggap normal.

Dikutip dari SportBible, bek MU Phil Jones bahkan menarik dirinya dari Twitter dan Instagram empat tahun lalu akibat pelecehan yang terus-menerus diterimanya. Ia juga baru-baru ini mengungkap soal lingkungan “toxic” media sosial dan dampaknya bagi pemain muda.

Ibe juga menyadari situasi tersebut. Ia berkata,” Kritikan itu keras. Itu sampai pada tahap di mana saya melihat banyak orang berbicara di (media sosial) dan berpikir bahwa hal yang paling menyakiti saya adalah mendengar komentar negatif di sana-sini.”

“Saya mencoba untuk tidak terlalu sering menggunakan Twitter atau Instagram, tetapi saya masih melihat banyak orang berkomentar soal karier saya. Bagi saya, unggahan (pada Januari lalu) juga ditujukan untuk memberi tahu semua orang bahwa saya tidak sekadar bersantai di rumah sambil tak bermain bola,” sambungnya.

Tidak Semua Bisa Terbuka

Melansir SportBible, tidak semua pemain profesional mampu bersikap terbuka soal kondisi mental mereka. Hanya segelintir orang yang mampu melakukannya. Ibe pun mengaku dirinya merasa sulit untuk membuka diri.

Meski demikian, setelah berhasil berbicara soal kesehatan mentalnya, Ibe berharap lebih banyak orang dapat melakukan hal serupa.

“Di satu sisi, kadang-kadang saya berpikir, ‘Ah, saya tidak ingin menyentuh topik itu untuk berjaga-jaga jika itu mempengaruhi saya secara pribadi.’ Akan tetapi, jika kata-kata saya bisa menjangkau lima atau sepuluh orang, itu akan sangat membantu keluarga siapa pun itu,” ujarnya.

“Jika saya dapat membantu mereka, maka itu sangat berharga. Itu membuat saya bahagia. Saya tahu betapa sulitnya untuk membuka diri. Semoga lebih banyak orang bisa (melakukannya). Jika tidak, saya harap mereka menjadi lebih baik dari situasi mereka," sambung Ibe.

Target Jangka Pendek

Usai melewati perjuangan selama bertahun-tahun, Ibe mengungkapkan bahwa target jangka pendeknya adalah kembali ke lapangan. Ia mengaku ingin kembali ke masa-masa ketika dirinya bermain di Liga Premier.

“Tujuan jangka pendek saya adalah kembali ke lapangan, itu tidak akan menjadi jalan yang mudah. Tidak ada hal yang diberikan dengan mudah dalam hidup ini. Anda tidak dapat menerima begitu saja,” akunya.

“Saya juga ingin kembali ke situasi yang pernah saya alami sebelumnya. Saya ingin bermain di Liga Premier lagi dan berusaha untuk (berada) di situasi lebih baik; paruh kedua karier saya yang lebih baik dibanding yang pertama,” pungkas Ibe.

 

Penulis: Melinda Indrasari

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan