PSSI terpaksa menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di lobi Hotel Aquarius, Palangkaranya, Kalimantan Tengah, Senin (10/12) siang. Lobi hotel dijadikan tempat acara lantaran PSSI kubu Djohar Arifin tidak mendapatkan izin dari kepolisian untuk menggelar KLB di ballroom.
Sebelumnya pihak Djohar sempat bernegosiasi dengan polisi setempat. Namun tetap saja pihak kepolisian tak mengeluarkan izin. Djohar akhirnya menggelar kongres yang diikuti oleh 96 peserta ini. Semua peserta tak ada yang duduk dan acara hanya berlangsung 30 menit.
Kongres menyepakati tiga agenda utama yaitu merevisi statuta PSSI, pengembalian empat anggota Komite Ekksekutif yang dipecat, dan penggabungan liga. Hasil kongres dicatat wakil AFC dan FIFA yang selanjutnya diajukan ke sidang Komite Eksekutif FIFA di Tokyo, 14 Desember mendatang.
Menurut Kapolri, izin Kongres Palangkaraya tidak dikeluarkan karena tidak ada rekomendasi dari Menko Kesra Agung Laksono yang kini merangkap sebagai Menpora. Sementara itu, Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) pimpinan La Nyalla Mattalitti tetap menggelar kongresnya di Jakarta. Hasil yang disepakati dalam kongres yang dihadiri 83 peserta tersebut adalah menyepakati beberapa hal termasuk revisi statuta PSSI dan Liga baru PSSI.
Menurut pengamat sepakbola Ian Situmorang menilai dualisme PSSI akibat tidak tegasnya pemerintah dalam mengatur induk sepakbola yang di Indonesia tersebut yakni PSSI. Dualisme kepemimpinan PSSI terus berlarut-larut dan belum menunjukkan titik temu akan berakhir. Walaupun Joint Commite sempat dibentuk tapi gagal mendamaikan kedua kubu yang berkonflik. Hal ini membuat sanksi FIFA mengancam dunia sepakbola Indonesia. (JEF)
Sebelumnya pihak Djohar sempat bernegosiasi dengan polisi setempat. Namun tetap saja pihak kepolisian tak mengeluarkan izin. Djohar akhirnya menggelar kongres yang diikuti oleh 96 peserta ini. Semua peserta tak ada yang duduk dan acara hanya berlangsung 30 menit.
Kongres menyepakati tiga agenda utama yaitu merevisi statuta PSSI, pengembalian empat anggota Komite Ekksekutif yang dipecat, dan penggabungan liga. Hasil kongres dicatat wakil AFC dan FIFA yang selanjutnya diajukan ke sidang Komite Eksekutif FIFA di Tokyo, 14 Desember mendatang.
Menurut Kapolri, izin Kongres Palangkaraya tidak dikeluarkan karena tidak ada rekomendasi dari Menko Kesra Agung Laksono yang kini merangkap sebagai Menpora. Sementara itu, Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) pimpinan La Nyalla Mattalitti tetap menggelar kongresnya di Jakarta. Hasil yang disepakati dalam kongres yang dihadiri 83 peserta tersebut adalah menyepakati beberapa hal termasuk revisi statuta PSSI dan Liga baru PSSI.
Menurut pengamat sepakbola Ian Situmorang menilai dualisme PSSI akibat tidak tegasnya pemerintah dalam mengatur induk sepakbola yang di Indonesia tersebut yakni PSSI. Dualisme kepemimpinan PSSI terus berlarut-larut dan belum menunjukkan titik temu akan berakhir. Walaupun Joint Commite sempat dibentuk tapi gagal mendamaikan kedua kubu yang berkonflik. Hal ini membuat sanksi FIFA mengancam dunia sepakbola Indonesia. (JEF)
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111045/original/054516000_1783054306-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-03T114409.776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/103954/original/djohar-arfin-101212-b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9133935/original/022673500_1783073947-AP26184046344844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4246766/original/006828700_1669910509-AP22335568653043.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107329/original/011934200_1783043803-063_2284409214.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9104370/original/097375700_1783042219-ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9105249/original/065305000_1783042685-por7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)