12 Tanaman Cantik yang Beracun, Wajib Diwaspadai Jika Ada di Rumah

Tanaman Cantik yang Beracun: Oleander, Foxglove, dan Lily of the Valley memikat namun berbahaya. Ketahui bagian beracun dan gejalanya!

Diterbitkan 03 Juli 2026, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanaman cantik yang beracun sering kali dipilih sebagai penghias rumah karena memiliki daun dan bunga yang memikat. Namun, di balik tampilannya yang indah, beberapa tanaman hias ternyata mengandung senyawa beracun yang dapat membahayakan manusia maupun hewan peliharaan apabila tertelan atau bahkan hanya terkena getahnya.

Keberadaan tanaman beracun bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Sebagian besar tetap aman dipelihara selama ditempatkan di lokasi yang tepat, jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan, serta dirawat dengan hati-hati menggunakan sarung tangan saat memangkasnya.

Berbagai lembaga hortikultura, seperti University of Connecticut Home & Garden Education Center, mengingatkan bahwa pemilik tanaman sebaiknya mengenali tingkat toksisitas setiap jenis tanaman agar dapat meminimalkan risiko keracunan di lingkungan rumah. Berikut ulasan Liputan6.com, Jumat (3/7/2026).

1. Oleander (Nerium oleander)

Oleander dikenal memiliki bunga yang lebat dengan warna merah muda, putih, hingga kuning. Meski sangat indah dijadikan tanaman pagar atau penghias halaman, seluruh bagian tanaman ini mengandung glikosida jantung (cardiac glycosides).

Menurut University of Connecticut dan Minimalist Gardener Australia, daun, bunga, batang, hingga getahnya bersifat beracun. Bahkan asap hasil pembakaran ranting oleander juga dapat berbahaya. Jika tertelan, tanaman ini dapat menyebabkan mual, muntah, gangguan irama jantung, bahkan kondisi yang mengancam nyawa.

2. Dieffenbachia (Dumb Cane)

Dieffenbachia merupakan salah satu tanaman indoor paling populer berkat corak daunnya yang elegan.

Namun menurut University of Connecticut, tanaman ini mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menyebabkan sensasi terbakar pada mulut, pembengkakan bibir, lidah, dan tenggorokan apabila dikunyah. Karena itu, tanaman ini sebaiknya ditempatkan jauh dari jangkauan anak-anak.

3. Philodendron

Philodendron menjadi favorit pencinta tanaman hias karena mudah dirawat dan mampu tumbuh di dalam ruangan.

Meski demikian, University of Connecticut memasukkan Philodendron sebagai tanaman beracun. Kandungan kristal kalsium oksalat pada daun dan batangnya dapat mengiritasi mulut serta saluran pencernaan jika tertelan. Pada hewan peliharaan, gejalanya dapat berupa air liur berlebihan, muntah, dan sulit menelan.

4. Peace Lily (Spathiphyllum)

Peace lily atau lili perdamaian dikenal sebagai tanaman pembersih udara dengan bunga putih yang anggun.

Meski populer sebagai tanaman indoor, bagian daun dan batangnya mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menyebabkan rasa terbakar pada mulut dan tenggorokan ketika dikunyah. Gardenia.net juga menyebut peace lily sebagai salah satu tanaman rumah yang paling sering dilaporkan menyebabkan iritasi pada anak maupun hewan peliharaan.

5. ZZ Plant (Zamioculcas zamiifolia)

ZZ Plant digemari karena tahan terhadap minim cahaya dan jarang membutuhkan penyiraman.

Namun University of Connecticut mencantumkan ZZ Plant sebagai tanaman yang memiliki kandungan iritan. Getahnya dapat menyebabkan iritasi kulit pada sebagian orang, sedangkan jika tertelan dapat memicu iritasi mulut dan gangguan pencernaan ringan.

6. Caladium

Caladium memiliki daun berwarna merah, merah muda, hijau, dan putih yang sangat mencolok sehingga sering dijadikan tanaman dekoratif.

Menurut University of Connecticut, seluruh bagian tanaman mengandung kristal kalsium oksalat. Paparan racunnya dapat menyebabkan rasa terbakar, pembengkakan pada mulut, hingga kesulitan menelan apabila tertelan.

7. Aglaonema (Chinese Evergreen)

Aglaonema merupakan salah satu tanaman hias paling populer di Indonesia.

Meski cantik, University of Connecticut memasukkannya dalam daftar tanaman beracun. Getah dan jaringan tanaman mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menyebabkan iritasi mulut serta gangguan saluran cerna jika dikonsumsi secara tidak sengaja.

8. English Ivy (Hedera helix)

English ivy sering digunakan sebagai tanaman rambat karena mampu memberikan kesan hijau yang rimbun.

Menurut Minimalist Gardener Australia, tanaman ini mengandung saponin dan senyawa pahit yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan apabila tertelan. Getahnya juga dapat memicu dermatitis atau iritasi kulit pada orang yang sensitif.

9. Azalea

Azalea menghasilkan bunga yang sangat indah sehingga banyak dijadikan tanaman taman.

Namun menurut University of Connecticut dan Minimalist Gardener Australia, azalea mengandung grayanotoksin yang dapat mengganggu sistem saraf dan fungsi jantung. Gejala keracunan meliputi muntah, lemas, tekanan darah rendah, hingga gangguan irama jantung.

10. Lantana

Lantana memiliki bunga kecil berwarna-warni yang menarik perhatian kupu-kupu.

Di balik keindahannya, daun dan terutama buah yang masih mentah mengandung senyawa beracun. Menurut Minimalist Gardener Australia, tanaman ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan serta berpotensi memicu gangguan hati pada hewan peliharaan jika tertelan dalam jumlah tertentu.

11. Calla Lily

Calla lily sering digunakan sebagai tanaman hias maupun bunga potong.

University of Connecticut mencantumkan calla lily sebagai tanaman beracun karena mengandung kristal kalsium oksalat. Jika dikunyah, tanaman ini dapat menyebabkan rasa terbakar pada mulut, bibir, lidah, dan tenggorokan.

12. Amaryllis

Amaryllis memiliki bunga besar dengan warna mencolok sehingga banyak menghiasi rumah saat musim berbunga.

Menurut University of Connecticut, umbi tanaman ini mengandung senyawa toksik yang dapat menyebabkan mual, muntah, diare, hingga nyeri perut apabila tertelan. Umbinya merupakan bagian yang paling berbahaya sehingga perlu dijauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan.

Mengapa Tanaman Hias Bisa Beracun?

Menurut University of Connecticut Home & Garden Education Center, tanaman beracun adalah tanaman yang mengandung senyawa kimia tertentu yang dapat memicu reaksi merugikan ketika tertelan dalam jumlah kecil hingga sedang. Dampaknya bisa berupa iritasi mulut, mual, muntah, diare, ruam kulit, hingga gangguan pada jantung dan ginjal, tergantung jenis tanamannya. Tidak semua orang akan mengalami gejala yang sama karena tingkat sensitivitas setiap individu berbeda.

Karena itu, sebelum membawa tanaman hias ke dalam rumah, penting mengetahui apakah tanaman tersebut aman bagi anggota keluarga maupun hewan peliharaan.

Tips Aman Memelihara Tanaman Cantik yang Beracun

Memiliki tanaman cantik yang beracun bukan berarti rumah menjadi tidak aman. Risiko dapat diminimalkan dengan beberapa langkah sederhana berikut.

  • Kenali nama dan tingkat toksisitas setiap tanaman yang dimiliki.
  • Letakkan tanaman di tempat yang tidak mudah dijangkau anak kecil maupun hewan peliharaan.
  • Gunakan sarung tangan saat memangkas tanaman yang mengeluarkan getah.
  • Biasakan mencuci tangan setelah berkebun.
  • Jika ada bagian tanaman yang tertelan, keluarkan sisa tanaman dari mulut, bilas menggunakan air bersih, lalu segera hubungi tenaga medis atau dokter hewan apabila muncul gejala keracunan. Rekomendasi ini juga disampaikan oleh University of Connecticut.

Pertanyaan Seputar Racun pada Tanaman

1. Apakah semua tanaman hias beracun?

Tidak. Banyak tanaman hias yang tergolong aman, seperti anggrek, Boston fern, prayer plant, peperomia, hingga African violet menurut University of Connecticut.

2. Bagian tanaman mana yang biasanya paling beracun?

Tergantung jenisnya. Pada beberapa tanaman racun terdapat di seluruh bagian, sedangkan pada tanaman lain racunnya lebih banyak berada di umbi, daun, buah, atau getah.

3. Apa gejala umum keracunan tanaman?

Gejala yang sering muncul antara lain mual, muntah, diare, nyeri perut, iritasi mulut, pembengkakan bibir, hingga gangguan irama jantung pada tanaman yang sangat beracun.

4. Apa yang harus dilakukan jika anak atau hewan peliharaan memakan tanaman beracun?

Segera keluarkan sisa tanaman dari mulut, bilas menggunakan air bersih, jangan memaksakan muntah kecuali atas arahan tenaga medis, kemudian segera hubungi dokter atau dokter hewan.

5. Apakah tanaman beracun harus dibuang?

Tidak selalu. Selama ditempatkan di lokasi yang aman, diberi label, dan dirawat dengan benar, tanaman tersebut tetap dapat menjadi penghias rumah tanpa meningkatkan risiko bagi penghuni.

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6