Taliban Berkuasa, Afghanistan Gagal Ikut Paralimpiade Tokyo 2020

Afghanistan gagal berpartisipasi di Paralimpiade Tokyo 2020 karena konflik dalam negeri. Para atlet tidak bisa meninggalkan negara.

Diterbitkan 17 Agustus 2021, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tokyo - Afghanistan gagal berpartisipasi di Paralimpiade Tokyo 2020 karena konflik dalam negeri. Para atlet tidak bisa meninggalkan negara.

Taliban dalam beberapa hari terakhir meraih kemenangan militer untuk menyudahi perang 20 tahun di negara tersebut.

Afghanistan memiliki dua atlet yang dijadwalkan untuk bertanding di Paralimpiade 2020. Keduanya turun di para taekwondo Zakia Khudadadi dan Hossain Rasouli.

Khudadadi (23) menjadi perempuan pertama yang mewakili Afghanistan di Paralimpiade.

"Sayangnya, NPC (Komite Paralimpiade Nasional) Afghanistan tidak akan lagi berpartisipasi dalam Paralimpiade Tokyo 2020," kata juru bicara Komite Paralimpiade Internasional (IPC) Craig Spence dikutip AFP.

"Karena situasi serius yang sedang berlangsung di negara tersebut, semua bandara ditutup dan tidak ada cara bagi mereka untuk melakukan perjalanan ke Tokyo," tambahnya.

Harapan IPC

Tidak diketahui apakah IPC berusaha membantu atlet Afghanistan, atau sedang berupaya untuk melakukannya. "Kami berharap tim dan ofisial tetap aman dan sehat selama masa sulit ini," ungkap Spence.

Sebelumnya, Afghanistan berharap partisipasi di Paralimpiade dapat menyampaikan pesan koeksistensi bagi kemanusiaan.

 

24 Agustus hingga 5 September

Paralimpiade Tokyo 2020 berlangsung 24 Agustus hingga 5 September mendatang setelah ditunda setahun akibat pandemi Covid-19.

Pesta olahraga disabilitas terbesar ini menghadirkan 22 cabang olahraga.

Infografis

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Thailand Sempurna! Selangkah Lagi ke Semifinal Piala AFF 2026, Filipina di Ujung Tanduk

Harley Ikhsan, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan