Bola Ganjil: Klub Sepak Bola Mainan Putra Joseph Stalin

VVS MVO memiliki kisah menarik yang justru hadir dari luar arena, terutama karena dukungan putra Joseph Stalin.

Diterbitkan 15 Mei 2021, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Semua berubah ketika Vasily masuk angkatan udara setelah Stalin turun tangan pada 1938. Dia perlahan naik pangkat, terutama saat Perang Dunia II. Dia menunjukkan keberanian dan keahlian usai menembak jatuh dua pesawat musuh.

Tahun 1947 dia menjabat Letnan Jenderal dan jadi panglima VVS MVO setahun berselang.

Ambisi Vasily

Vasily memiliki ambisi besar untuk klub olahraga VVS MVO. Dia ingin menghadirkan tim yang mampu bersaing melawan para elite. Berbagai usaha pun dilakukan demi mencapainya. Salah satunya lewat pembangunan kompleks olahraga dekat Taman Gorky.

Sayang, pada awal keberadaannya, kinerja VVS MVO dalam berbagai displin olahraga tidak semuanya memuaskan. Dia mulai menginstruksikan klub untuk merekrut pemain tim lain.

Setelah hasil buruk tim hoki es pada 1948, Vasily membentuk tim baru yang seluruhnya berisi eks penggawa Spartak. Tim semakin kuat usai mendatangkan kiper CSKA dua tahun berselang.

Tim ini berbuah prestasi. Dari sini VVS MVO tanpa kesulitan mendatangkan pemain terbaik. Apalagi Vasily menawarkan berbagai keuntungan yang bertentangan dengan prinsip komunis, mulai apartemen, promosi militer, hingga gaji tinggi.

Tim sepak bola juga mengalami peningkatan dalam skuat. Pemain berprestasi seperti Vsevolod Bobrov direkrut, plus pelatih Gaioz Jejelava yang membawa Dinamo Tbilisi berprestasi.

 

Tanpa Perlindungan Ayah

Sayang proses itu terhambat ketika Stalin meninggal tahun 1953. Vasily tidak lagi mendapat perlindungan dari sang ayah.

Pada akhir April, kurang dari dua bulan setelah Stalin wafat, dia ditangkap atas perintah Lavrenti Beria, sosok penting di balik Dinamo. Vasily dan Beria saling membenci dalam menyikapi Nikolai Starostin, pendiri Spartak.

Beria beberapa tahun sebelumnya juga menahan dan mengasingkan Starostin karena Spartak kerap menghalangi langkah Dinamo. Namun, Vasily ingin menggunakan jasanya.

Vasily dituduh berkhianat dan terlibat propaganda anti-Soviet. Beruntung, Beria kemudian juga ditahan dan dieksekusi pada akhir tahun.

Peristiwa ini menyelamatkan Vasily dari hukuman mati. Namun, dia tetap harus menjalani hukuman penjara dan kerja paksa selama delapan tahun.

Vasily akhirnya dibebaskan tahun 1960, mendapat pensiun dan tempat tinggal, serta bisa mengenakan seragam militer lagi. Namun dia ditangap tiga bulan kemudian, sebelum kembali dilepas setahun berselang untuk diasingkan ke Kazan. Di sana Vasily meninggal karena kecanduan alkohol, menjelang ulang tahun ke-41.

VVS MVO juga tidak bertahan lama tanpa dukungannya. Meski faktor ekonomi juga berperan, kebijakan Nikita Khrushchev mencoret setiap institusi yang berhubungan dengan Stalin ditenggarai jadi penyebab utama.

Klub itu tidak pernah mencapai puncak di Uni Soviet. Tapi, kisahnya meninggalkan warisan menarik tentang betapa berbahayanya pengaruh politik di sepak bola.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan