Sukses

MU Kalahkan Copenhagen, Anthony Martial Diibaratkan Mobil Ferrari

Liputan6.com, Koln - Anthony Martial membuat Manchester United (MU) mendapatkan penalti saat melawan Copenhagen pada perempat final Liga Europa. Penalti diberikan setelah penyerang asal Prancis itu dijatuhkan di kotak terlarang.

Bruno Fernandes yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya. MU pun menang 1-0 lewat perpanjangan waktu dalam laga di RheinEnergie Stadion, Koln, Selasa (11/8/2020) dini hari WIB, yang disiarkan langsung SCTV dan live streaming Vidio.com. Hasil ini membawa MU lolos ke semifinal Liga Europa.

Pada laga cukup melelahkan ini, MU melepaskan 14 tembakan tepat sasaran dan dua kali membentur tiang gawang. Sementara Anthony Martial tampil mengesankan di lini depan.

Manajer MU Ole Gunnar Solskjaer memuji penampilan Anthony Martial. "Dia tajam. Anthony telah berkembang sepanjang musim, dia terlibat dengan penalti," katanya.

"Dia tidak mungkin untuk berhenti pada saat mendapatkan bola di kakinya. Dan dia mendorong orang, keseimbangannya, dia bisa pergi ke arah mana pun."

"Satu-satunya hal yang dilakukan sekarang adalah menempatkan bola itu di dalam gawang lagi. Saya senang dengan penampilannya," ucap Solskjaer melanjutkan.

 

 

 

 

2 dari 6 halaman

Dipuji Mantan Pemain MU

Mantan gelandang MU Owen Hargreaves juga memuji penampilan bagus Martial. "Semua orang punya pendapat tentang Martial. Dia seorang Ferrari," kata pria yang kini menjadi pundits di BT Sport.

"Dia tampak seperti pemain 100 juta pound (sekitar Rp 1,9 triliun)."

3 dari 6 halaman

Robin Van Persie

Penampilan Martial juga membuat mantan striker MU Robin van Persie terkesan. "Pemain luar biasa bagi saya malam ini adalah Martial, kata Van Persie.

"Ketika dia memulainya, dia terlalu cepat, terlalu lincah, dan wow, pemain yang luar biasa."

"Dia sangat menyenangkan untuk ditonton. Sepertinya dia sedang bersenang-senang di kebunnya sendiri," tambah Van Persie, yang pernah membawa MU juara Liga Inggris 2012-13.

Van Persie juga memuji Martial sebagai pemain yang tidak egois. "Yang saya suka dari Martial adalah dia memperhatikan rekan satu timnya - dia tidak hanya bermain untuk dirinya sendiri," ucapnya.

"Dia selalu memperhatikan rekan setimnya dan itulah yang membedakannya dari pemain yang sangat bagus sekalipun."

"Itu sebabnya saya pikir dia kelas dunia. Dia bisa menyediakan, memberi assist, menggiring bola, cepat tetapi memiliki kesadaran besar tentang apa yang ada di sekitarnya," tambah mantan pemain Timnas Belanda itu.

 

 

4 dari 6 halaman

Terus Berkembang

Legenda MU Paul Scholes juga tak ketinggalan memuji Martial. Menurutnya, pemain berusia 24 tahun itu telah berkembang menjadi penyerang tengah yang berkualitas.

"Saya menyukainya, saya selalu menyukainya," kata Scholes. "Saya pikir dia nomor sembilan atau dia pemain sayap? Dia mengubah dirinya menjadi nomor sembilan dengan setiap pertandingan yang saya tonton semakin banyak."

"Saya pikir ketika dia diadang seorang pemain dan berlari ke arahnya, saya pikir dia tak terhentikan. Saya tidak melihat bagaimana Anda menghentikannya. Dia baru mulai menunjukkannya belakangan ini," tambah pria yang pernah membawa MU juara Liga Inggris 11 kali.

"Dia punya segalanya, dia bisa mengalahkan lawan, dia bisa mencetak gol, dia punya semua yang Anda inginkan sebagai penyerang tengah." 

5 dari 6 halaman

Jadwal Liga Europa

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Liga Europa di Bawah Ini