Tips untuk Orang Tua Bisa Bekerja dengan Lancar saat WFH

Orang tua bisa mendapatkan pekerjaan ganda saat WFH, ini beberapa siasat yang bisa dilakukan

Diterbitkan 24 April 2020, 14:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Yang tak kalah penting, kita sebagai orangtua bisa menjadi role model bagi anak-anak. “Sehingga anak-anak bisa paham apa saja yang dilakukan orang tuanya, terkait pekerjaan atau profesinya,” tutur Irma.

Irma maupun Nucha sama-sama menekankan, pentingnya bekerja sama dengan pasangan untuk menyiasati kerepotan selama WFH.

“Aku dan suami sama-sama mengasuh anak. Aku jadi “bumper” ketika anak-anak mau mengganggu jam kerja bapak mereka, dan sebaliknya,” ujarnya.

Ketika

Nucha butuh waktu untuk fokus kerja, maka suaminya akan menemani anak-anak. Bagaimanapun, kadang perselisihan waktu kerja antara Nucha dan suami tak terelakkan.

“Konsekuensinya, salah satu dari kami harus kerja sambil digelendoti anak-anak,” ucap Nucha.

Libatkan Anak dalam Urusan Domestik

 

Menurut Irma, yang paling utama ketika WFH adalah membuat jadwal keluarga yang teratur. ini akan sangat membantu orang tua, khususnya ibu, untuk menyusun prioritas dan pembagian waktu yang tepat. Ibu pun jadi punya waktu untuk me time di sela-sela waktu bekerja dan menyelesaikan segala urusan rumah tangga.

Irma membuat tiga tips sederhana yang bisa diikuti:

(a) buat jadwal kegiatan sehari-hari, tinjau ulang setiap satu minggu sekali;

(b) komunikasikan dengan pasangan terkait dengan jadwal dan pembagian tugas serta tanggung jawab bersama;

(c) ajak anak-anak untuk terlibat dalam kegiatan domestik di rumah.

Ia menekankan, hindari menuntut dan berharap terlalu berlebihan pada anak dan pasangan. “Karena ketika di realitasnya tidak terpenuhi, bisa menjadi masalah baru bagi ibu. Misalnya, muncul rasa cemas, panik serta rasa tidak berdaya. Akibatnya ibu bisa marah-marah, dan muncul masalah fisik,” papar Irma.

Irma menambahkan, sangat penting melibatkan anak dalam kegiatan domestik. Misalnya memasak, membersihkan rumah, atau mencuci pakaian.

“Anak-anak biasanya sangat senang jika dilibatkan, sekaligus akan membuat mereka menjadi lebih terampil,” ungkap Irma.

“Anak jadi lebih mandiri dengan belajar mencuci baju, tanpa menjadi stres. Selain itu, keharuman (produk pencuci baju) dapat menciptakan perasaan rileks,” pungkas Joanna.

Disadur dari Kanal Health Liputan6.com (Ade Nasihudin Al Ansori,published 24/4/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan