Tips untuk Orang Tua Bisa Bekerja dengan Lancar saat WFH

Orang tua bisa mendapatkan pekerjaan ganda saat WFH, ini beberapa siasat yang bisa dilakukan

Diterbitkan 24 April 2020, 14:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Work From Home (WFH) harus dilakukan banyak karyawan karena pandemi corona covid-19. Bagi orang tua, utamanya ibu rumah tangga, berada di rumah sambil bekerja tentu menjadi tantangan yang cukup berat.

WFH bisa menjadi sangat melelahkan karena pekerjaan yang berlipat ganda. Hal ini dinyatakan Joanna Elizabeth Samuel, Marketing Manager Fabric Care Wings Corp dalam keterangan pers.

Menurutnya, tantangan selama WFH dirasakan para ibu rumah tangga salah staunya Nucha Bachri, pendiri Parentalk.id. Untuk urusan sekolah Nucha mengatakan bahwa hal tersebut tidak terlalu membebaninya.

“Kebetulan anakku masih usia 2 dan 4 tahun, sehingga tugas sekolah masih relatif mudah. Sampai saat ini, urusan school from home (SFH) dan WFH masih managable,” ujar Nucha, yang juga membuat podcast #CurhatBabu.

Namun, Nucha dan suami tetap harus mengasuh anak-anak. Terlebih di usia balita, mereka masih membutuhkan perhatian besar dari orang tua. Maka bagi Nucha, “Tantangannya justru pada WFH, di mana focus span-ku hanya 2-3 jam ketika anak-anak tidur siang, baru aku bisa kerja.”

Dalam situasi pandemi, ia merasa sangat perlu menjaga kebersihan keluarga terutama pakaiannya. Hal serupa diungkapkan oleh psikolog Irma Gustiana.

“Di situasi sekarang ini memang sangat penting mengedukasi keluarga, bagaimana kita merawat diri termasuk dengan pakaian yang digunakan. Dari segi kebersihan, kelembutan, dan wanginya,” ujar Irma.

Ia melanjutkan, menurut penelitian di Journal of Personality and Social Psychology, aroma tertentu dapat membantu menurunkan tingkat stres, bahkan tanpa kehadirannya secara fisik.

“Dengan memakai pakaian yang beraroma wangi maka bisa membantu anggota keluarga untuk bisa lebih rileks,” ucap psikolog yang akrab disapa Ayank Irma ini.

 

Bekerja Sama dengan Pasangan

Menurut Irma, sebenarnya banyak nilai positif yang dapat dipetik dari WFH. “Utamanya, WFH memungkinkan kita tetap terhubung secara fisik dan psikologis dengan anak dan pasangan,” ujarnya.

Waktu untuk menyelesaikan pekerjaan pun lebih fleksibel, bisa diatur dengan situasi, kondisi, dan kebutuhan kita saat itu. Selain itu, pengeluaran pun menjadi lebih hemat karena tidak ada biaya akomodasi dan transportasi untuk ke kantor dan sekolah.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Yang tak kalah penting, kita sebagai orangtua bisa menjadi role model bagi anak-anak. “Sehingga anak-anak bisa paham apa saja yang dilakukan orang tuanya, terkait pekerjaan atau profesinya,” tutur Irma. Irma maupun Nucha sama-sama menekankan, pentingnya bekerja sama dengan pasangan untuk menyiasati kerepotan selama WFH. “Aku dan suami sama-sama mengasuh anak. Aku jadi “bumper” ketika anak-anak mau mengganggu jam kerja bapak mereka, dan sebaliknya,” ujarnya. Ketika Nucha butuh waktu untuk fokus kerja, maka suaminya akan menemani anak-anak. Bagaimanapun, kadang perselisihan waktu kerja antara Nucha dan suami tak terelakkan. “Konsekuensinya, salah satu dari kami harus kerja sambil digelendoti anak-anak,” ucap Nucha.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan