Strategi Raih Penghasilan di Tengah Paceklik Pandemi Corona Covid-19

Saat ini penting pula memikirkan strategi apa yang harus dilancarkan setelah corona Covid-19 berakhir.

Diterbitkan 19 April 2020, 17:10 WIB
Copy Link
Batalkan

Masbukhin menyampaikan, kuliner menjadi salah satu industri yang dianggap penting oleh pemerintan sehingga masih dapat beroperasi meski dengan pembatasan. Hal ini antara menarik dan dilema baginya.

"Kuliner yang menarik ada fasilitas ojek online, cuma tidak semua restoran secara umum bisa penjualan online, artinya ada orang yang lebih minat makan di tempat, produk enak dinikmati hangat, termasuk soto dan bakso yang saya geluti," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Rabu, 15 April 2020.

Ia melanjutkan, mengingat usahanya adalah makanan yang enak dinikmati selagi hangat di tempat, hal itu pula yang menjadi sisi kekurangan yang membuat penjualan menurun.

"Soto yang di Pulomas sama Malaka sudah tutup dua mingguan. Sebelum PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar ), 2 minggu setelah WFH kami tutup karena pengusaha menghasilkan income atau menurunkan pengeluaran," lanjutnya.

Masbukhin menerangkan kini terus memutar otak untuk meraih penghasilan di tengah krisis dan berupaya bertahan. "Soto menarik makan di tempat, mau di frozen enggak bisa. Dari sisi bakso masih bisa jualan frozen, bungkus di tempat bisa dibawa pulang masak di rumah, bakso dan bumbunya sekalian," ungkapnya.

Di sisi lain, keenam outlet Soto Sapi'i yakni di Johar Baru, Cipinang, Rawasari, Utan Kayu, Pondok Kelapa, dan Bintara menghadirkan banner untuk pelanggan dan ojek online, mendukung PSBB yang tetap buka hanya untuk take away dan fasilitas layanan antar makanan oleh ojek online.

"Jualan frozen baru saat antisipasi corona. Sebelumnya berjualan dan sosialisasi. Menganalisa apakah mungkin bombardir dengan iklan, tapi situasi dan kondisi enggak mungkin dilawan, kami uji coba dan uji data baru satu minggu ide frozen ini," jelas Masbukhin.

Tetap Buka

Ia menambahkan akan tetap buka selama tidak dilarang pemerintah. Selain itu asalkan masih ada pembeli, dalam artian memiliki daya beli serta adanya ojek online yang masih mengantar.

Di sisi lain, Masbukhin juga membuat paket sebagai cara menyiasati krisis di masa pandemi. Langkah yang ia dan tim lakukan adalah memperkenalkan paket "Bakso Anti-Corona".

"Coba bikin Bakso Anti-Corona jadi dua pack bakso, bakso halus Rp75 ribu isi 25 butir, bakso urat Rp75 ribu isi 25 butir, 5 masker Rp50 ribu jadi harga paketnya Rp200 ribu," ungkapnya.

(Putu Elmira/Komarudin)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Copy Link
Batalkan