5 Tim Ini Mencicipi Kekalahan Paling Memalukan di Panggung Sepak Bola

Pada dasarnya tidak ada yang mau kalah saat bertanding sepak bola.

Diterbitkan 14 April 2020, 07:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Layaknya di semua cabang olahraga, tidak ada yang mau kalah saat bertanding sepak bola. Toh pada akhirnya harus ada yang menerima hasil tersebut. 

Kemenangan menjadi tujuan utama dalam sebuah pertandingan profesional. Itulah mengapa, banyak hal dilakukan sebuah tim untuk meraup kemenangan.

Namun, apa jadinya jika suatu tim justru kalah? Meski tetap dalam konteks profesional dan sportivitas, tetap saja kesedihan dan kekecewaan atau bahkan penyesalan dirasakan seluruh elemen tim.

Apalagi jika kekalahan itu terjadi dalam laga krusial, seperti final sebuah turnamen atau pertandingan penentu gelar lainnya. Juga, apabila kalah dari tim rival.

Di era sekarang ini, kekalahan bisa terasa makin menyakitkan dan memalukan, karena tak jarang kerap jadi olok-olok antarpenggemar di media sosial dan meninggalkan jejak digital yang sulit dihapus.

Para pelaku, seperti pemain maupun pelatih, bisa jadi juga dihantui kekalahan tersebut sepanjang karier mereka.

Ada beberapa pertandingan yang berakhir dengan kekalahan memalukan bagi satu di antara tim, seperti pembicaraan di atas. 

Pencinta sepak bola mungkin masih ingat, duel Manchester United versus Manchester City pada Oktober 2011. Itu menjadi kekalahan Setan Merah di kandang pertama dengan skor terbesar sejak 1995. Sangat memalukan karena lawan mereka adalah rival abadi.

Berikut lima laga dengan kekalahan paling memalukan yang dialami sebuah tim sepanjang sejarah sepak bola seperti dilansir Bola.com dari Give Me Sport:

Liverpool 4-0 Barcelona

Liverpool berhasil mempermalukan Barcelona dalam laga Musim 2018-2019 pada duel semifinal leg kedua Liga Champions 2018-2019, 7 Mei 2019, dengan skor 4-0.

Kemenangan itu di hadapan publik sendiri di Anfield itu berhasil membawa the Reds melaju ke partai final lantaran unggul agregat gol 4-3.

Sementara, kekalahan telak 0-4 itu menimbulkan luka berkepanjangan buat skuat Blaugrana dan dikenang bak aib hingga sekarang.

 

Manchester United 8-2 Arsenal

Tak ada yang menyangka Arsenal bakal babak belur saat menjalani laga tandang menghadapi Manchester United di Old Trafford, 28 Agustus 2011.

Saat itu baru awal musim, namun the Gunners sudah merasakan kekalahan begitu telak.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kala itu, Arsenal baru ditinggalkan Cesc Fabregas dan Samir Nasri. Meriam London hanya mengandalkan Robin van Persie sebagai mesin gol, dan Carl Jenkinson, Johan Djourou, Laurent Koscielny, dan Armand Traore sebagai kuartet di lini belakang. Kemenangan telak ini bahkan membuat pelatih Manchester United ketika itu, Alex Ferguson, tak percaya. "Ketika Anda bermain melawan Arsenal, Anda tak mengharapkan hasil seperti itu," ujar Ferguson.

Halaman
Show All
Alfi Yuda, Aning Jati, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan