Jika Perang lawan Iran, Pelatih Klub NBA Sebut Amerika Tak Akan Dapat Apa-Apa

Kerr mengkritik tindakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menjadi dalang utama pembunuhan jenderal top Iran, Qasem Soleimani di Baghdad.

Diterbitkan 08 Januari 2020, 17:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jumlah korban tewas ini berbanding terbalik dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menyatakan serdadu AS di Irak dalam kondisi aman usai serangan rudal Iran.

Suka Kritik Donald Trump

Steve Kerr memang sering melontarkan kritik kepada kepemerintahan AS di bawah tangan Donald Trump. Kerr juga pernah menyebut Wakil Presiden AS Mike Pence berbohong soal keterlibatan Iran dan Qasem Soleimani dalam serangan teror pada 9 November 2019.

Pada Sabtu, 4 Januari 2019, Pence dalam akun Twitter-nya menyatakan Jenderal Iran Qasem Soleimani "membantu perjalanan 10 dari 12 pelaku teror 11 September ke Afghanistan.

 

Mengancam Olahraga

Di luar dari itu, ancaman Perang Dunia III yang bakal muncul dari konflik Iran dengan AS  ini memang disebut-sebut mengancam beberapa olahraga lainnya. Liverpool Misalnya. Liverpool bisa saja batal menjadi juara Liga Inggris 2019/20, meski saat ini sudah unggul 13 poin dari pesaing terdekatnya, Leicester City. The Reds, sebutan Liverpool, terakhir kali menjadi juara Liga Inggris pada tahun 1990.

Ancaman Perang Dunia III ini membuat fans Liverpool khawatir penantian mereka selama 30 tahun untuk melihat trofi Liga Inggris sirna. Pasalnya, Inggris merupakan sekutu dari AS, yang saat ini terlibat konflik dengan Iran.

Piala Dunia 2022 Terancam Batal

Selain Liverpool, gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar terancam batal digelar. Sebab, Qatar merupakan satu-satunya sekutu Iran di Timur Tengah. Sikap Qatar menjadi sekutu Iran dibenci negara-negara Timur Tengah karena dianggap mendukung aksi terorisme.

Hingga saat ini, seperti diberitakan The Sun, FIFA belum membuat suara soal terancamnya gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar. Sikap diam FIFA ini sangat mirip pada 2010 setelah menunjuk Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Bahkan, orang dalam FIFA yang tidak disebutkan namanya mengatakan, mereka berdiam diri karena masih prematur untuk membuat keputusan. Terlebih, Piala Dunia di Qatar masih berjarak tiga tahun lagi, yakni November 2022.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Cakrayuri Nuralam, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan