6 Blunder Fatal Manchester United di Era Ed Woodward

Tim Bola.com telah merangkum enam dosa Ed Woodward kepada Manchester United yang berakibat fatal terhadap prestasi Setan Merah.

Diterbitkan 20 Oktober 2019, 07:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Manchester United tak kunjung meraih hasil bagus bersama Ole Gunnar Solskjaer hingga pekan kedelapan Premier League 2019-20. MU bahkan dikhawatirkan bisa gagal masuk enam besar dengan torehan seperti ini.

Lebih buruk, Manchester United justru hanya berjarak dua poin saja dari zona degradasi. Solskjaer seperti membawa harapan semu bagi seluruh pencinta Manchester United.

Tampil apik kala meladeni Chelsea pada pekan pertama perhelatan premier League 2019-2020, ternyata tak bisa jadi patokan. Padahal, hasil 4-0 yang ditorehkan Marcus Rashford dkk. sempat membuat pencinta Setan Merah di seluruh dunia mabuk kepayang.

Penampilan skuat racikan pelatih asal Norwegia itu terus memburuk. Hingga pekan kedepalan kompetisi Premier League, Manchester United baru dua kali menang, tiga kali imbang, dan tiga kali menelan kekalahan.

Kondisi tersebut membuat klub yang bermarkas di Old Trafford itu terseok di posisi ke-12 pada klasemen sementara. Bahkan, Manchester United dikecundangi Burnley FC yang bertatus tim promosi.

Saat ini, Burney bercokol di posisi tujuh klasemen sementara dengan raihan 12 poin. Namun, suporter Manchester United di seluruh dunia tak melulu menyalahkan Ole Gunnar Solskjaer atas performa buruk Manchester United.

Sosok wakil ketua Manchester United, Ed Woodward, disebut menjadi orang yang paling bertanggungjawab atas bapuknya Manchester United musim ini.

Sehubungan dengan kritik yang kerap dilontarkan pada Ed Woodward, Give Me Sport, Sabtu (19/10/2019) telah merangkum sederet kesalahan pria kelahiran Inggris ini pada Manchester United.

1. Mengganti Sir Alex Ferguson dengan David Moyes.

Manchester United tampil baik di bawah asuhan Sir Alex Ferguson. Namun saat Woodward menggantinya dengan David Moyes, tampaknya itu bukan keputusan yang tepat.

David Moyes memiliki dosa besar pada Manchester United. Salah satunya adalah keputusan Moyes mengganti seluruh staff di awal musim.

Padahal sebagian besar staff MU kala itu membantu Sir Alex Feguson meraih kejayaannya.

2. Memberi kepercayaan pada Louis van Gaal

Van Gaal memang tampil memukau sepanjang Piala Dunia 2014, namun tangan dinginnya tak berlaku di Inggris. Di bawah asuhan pelatih asal Belanda itu, MU justru tidur pulas dalam dua musim.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

MU memecahkan rekor transfer dengan mendatangkan Angel Di Maria dari Real Madrid pada September 2014. Di Maria memecahkan rekor transfer MU saat itu yakni Rp1,15 triliun. Sayang, performanya bapuk. Di Maria hanya mampu mencetak empat gol saja selama berseragam Setan Marah. Kondisi ini membuat MU harus menangung kerugian sebesar 16 juta pounds.

Halaman
Show All
Hesti Puji Lestari, Defri Saefullah, Aditya WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan