Sukses

Anaknya Menjadi Korban Rasisme, Ibu Striker Chelsea Menangis

Liputan6.com, London - Striker Chelsea, Tammy Abraham punya cerita sedih yang dialami sang ibu. Menurut striker berusia 21 tahun itu, sang ibu sempat menangis usai dirinya mendapat perlakuan rasis.

"Saya ingat berbicara dengan ibu saya dan dia emosional. Dia menangis," ujar Abraham seperti dilansir Squawka.

Ejekan bernada rasis didapat Abraham usai ia gagal mencetak gol penalti saat Chelsea melawan Liverpool di partai Piala Super Eropa bulan lalu. Lewat sosial media, beberapa orang mengejek Abraham dengan nada rasis.

Meski hanya lewat media sosial, Abraham mengatakan dampak ejekan rasis itu sangat signifikan. Ia menuturkan, ejekan itu paling berpengaruh kepada ibunya.

"Anda tahu, dia hanya berpikir: Kenapa dia? Kenapa dia? Jelas sangat tidak enak melihat putra Anda diejek," kata Abraham.

Tammy Abraham mulai naik ke tim senior Chelsea pada musim ini. Manajer Chelsea, Frank Lampard memberinya kans menjadi striker utama The Blues menggantikan Gonzalo Higuain yang dilepas.

 

2 dari 3 halaman

Karakter Kuat

Abraham menuturkan, ejekan rasis itu sejatinya tak terlalu berpengaruh baginya. Itu karena ia telah melalui momen-momen yang lebih emosional.

"Bagi saya, saya selalu berkarakter kuat. Itu (ejekan rasisme, red) tidak terlalu berdampak bagi saya. Tetapi itu bisa berdampak bagi orang yang tidak punya karakter seperti saya," kata Abraham.

3 dari 3 halaman

Lima Pertandingan Chelsea Berikutnya

Wolverhampton vs Chelsea

Chelsea vs Valencia

Chelsea vs Liverpool

Chelsea vs Grimsby Town

Chelsea vs Brighton Albion

Loading
Artikel Selanjutnya
Liga Champions: Jumpa Valencia, Chelsea Kehilangan 5 Pemain
Artikel Selanjutnya
Callum Hudson-Odoi Mungkin Main Saat Chelsea Lawan Valencia