Berapa Lama Simon McMenemy Menduduki Kursi Pelatih Timnas Indonesia?

Kinerja Simon McMenemy sebagai pelatih Timnas Indonesia menjadi sorotan setelah menelan dua kekalahan di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

Diterbitkan 11 September 2019, 13:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bermain di kandang, serangan-serangan berbaya Timnas Indonesia tak terlihat. Alberto Goncalves, Irfan Bachdim, dan Stefano Lilipaly, yang diandalkan jadi tukang gedor timnas mati kartu. Mereka jarang dapat bola-bola matang yang bisa dikonversikan menjadi peluang emas.

Firman Utina, mantan gelandang pengatur serangan Timnas Indonesia melihat pemain di lini kedua timnas bermain seperti orang kebingungan. "Mereka terjebak dengan permainan sendiri, tak terlihat memahami keinginan Beto atau Lilipaly," kata Firman saat jadi pundit di Mola TV.

Simon dipersalahkan dengan strategi yang monoton. Usai hasil jelek menghadapi Malaysia, Timnas Indonesia tampil seperti kurang greget.

Skema 4-2-3-1 yang sering berubah menjadi 3-4-1-1 cenderung merugikan Timnas Indonesia. Lini belakang Tim Garuda bocor dengan mengandalkan trio bek tengah.

Saat berduel melawan Malaysia, Yustinus Pae, fullback kanan yang kerap didorong ke depan, sering kedodoran saat kembali ke pertahanan. Keputusan Simon memaksa pemain Persipura itu lebih agresif ke depan dinilai aneh mengingat usianya sudah uzur 34 tahun.

 

Lisensi Sempat Dipertanyakan

Saat diangkat jadi pelatih Timnas Indonesia menggantikan Bima Sakti yang gagal total di Piala AFF 2016, sosok Simon McMenemy sempat memunculkan harapan buat publik sepak bola Tanah Air.

Ia diharapkan bisa memperbaiki kerusakan yang terjadi di era Bima, di mana Timnas kehilangan daya magisnya seperti era Luis Milla. Nama Simon naik daun usai membawa klub underdog Bhayangkara FC menjadi juara Liga 1 2017.

Pelatih kelahiran 6 Desember 1977 itu punya jejak rekam mentereng saat menciptakan sejarah Filipina lolos ke semifinal Piala AFF 2010. Ia kemudian pindah berkarier di Indonesia. Sebelum sukses bersama Bhayangkara, pencapaiannya tak istimewa di klub Mitra Kukar dan Pelita Bandung Raya. Di kedua klub itu Simon dipecat imbas hasil jelek yang didapat klub di pentas kompetisi kasta elite.

Saat didapuk menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia, lisensi Simon sempat dipertanyakan koleganya sesama pelatih asing, Peter Butler.

Pelatih asal Inggris yang sempat berkarier di Persiba Balikpapan, Persipura Jayapura, dan PSMS Medan tersebut menuding McMenemy telah mengarang prestasinya. Butler bahkan mengatakan Simon telah berbohong terkait lisensinya. Butler menilai McMenemy tak memiliki sertifikat pelatih UEFA Pro untuk melatih timnas.

PSSI sempat memberikan tanggapan atas tudingan Butler. Head of Media Relation and Digital Promotion PSSI, Gatot Widakdo membenarkan pernyataan Butler. Menurutnya, Simon McMenemy memang tidak memiliki lisensi UEFA Pro.

Namun, Gatot menegaskan pelatih kepala timnas memang tak harus memiliki sertifikat UEFA Pro. "Jadi, Simon memang belum punya lisensi Pro. Tapi, dia sudah pegang lisensi A AFC. Syarat (menjadi pelatih) timnas minimal A AFC," kata Gatot kala itu. 

Direktur Teknik Bhayangkara FC Yeyen Tumena, juga sempat memberi pembelaan. Ia menyebut tidak ada regulasi yang menyatakan pelatih kepala harus bersertifikat A Pro. Sebab, lisensi yang dibutuhkan untuk menjadi pelatih timnas minimal hanya A AFC, sedangkan asistennya cukup B AFC. Yeyen saat ini bertugas menjadi asisten Simon McMenemy di Timnas Indonesia.

 

 

 

Hanya Menang Melawan Tim Lemah

Kontroversi soal lisensi sejatinya bisa terabaikan jika Simon McMenemy bisa unjuk kapasitas saat menukangi Timnas Indonesia. Faktanya tidak seperti itu.

Rapor sang mentor bisa dibilang tak terlalu istimewa. Dari lima laga yang telah ia jalani, Timnas Indonesia hanya meraih dua kali kemenangan, itupun saat menghadapi tim lemah di laga uji coba. Sebelum mengarungi ketatnya persaingan Kualifikasi Piala Dunia 2022, Tim Merah-Putih sempat kalah telak 1-4 melawan Yordania.

Rapor Simon McMenemy di Timnas Indonesia:

  • Senin (25/03/2019): Myanmar Vs Indonesia 0-2 (Uji Coba)
  • Selasa (11/06/2019): Yordania Vs Indonesia  4-1 (Uji Coba)
  • Sabtu (15/06/19): Indonesia Vs Vanuatu 6-0 (Uji Coba)
  • Kamis (05/09/2019): Indonesia Vs Malaysia 2-3 (Kualifikasi Piala Dunia)
  • Selasa (10/09/2019): Indonesia Vs Thailand 0-3 (Kualifikasi Piala Dunia)

Tiga kekalahan beruntun tak terelakkan. Pertanyaannya, sampai berapa lama Simon McMenemy bisa bertahan menjadi pelatih Timnas Indonesia?

Disadur Bola.com (Penulis Ario Yosia / Editor Ario Yosia, Published 11/09/2019)

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ario YosiaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan